NGAWI I JATIMSATUNEWS.COM:
Kyai Hasim selaku Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi mengucapkan terimakasih kepada Malang Raya dalam event Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama. (9/02/2026)
"Ini adalah kali kedua saya mengikuti event besar Nahdlatul Ulama. Pertama di Deltras Sidoarjo, kedua di Stadion Gajayana Kota Malang. Dahulu saya hanya peserta biasa, yang hanya bisa menyalahkan penyelenggara, hehehe," kelakar Kyai Hasim, yang memiliki nama asli Ahmad Kusen tersebut memperlihatkan deretan giginya yang rapi.
Sebanyak 34 PC yang tersebar di tiap kabupaten, berkumpul untuk sebuah tujuan mulia. Di mana pada setiap PC diminta 4 orang petugas sebagai panitia program LAZISNU PW Jatim.
Kyai Hasim menyebutkan dirinya bisa masuk ke dalam stadion Gajayana, tapi tidak bisa membuat dokumentasi foto, karena sedang bertugas.
"Hape sudah tidak ada fungsinya saat Mujahadah Kubro 1 Abad NU kemarin digelar, sinyalnya rebutan. Jadi saya kemarin update status itu, harus keluar lokasi. Nah karena saya dan tim LAZISNU telah disumpah dan siap bertugas, tidak sempat berfoto," jelas lelaki yang saat ini berdomisili di Dusin Kedungprahu, Kecamatan Widodaren tersebut dengan ramah.
Jamaah dari Kabupaten Ngawi berbaur di Mujahadah Kubro 1 Abad NU, Ngemper di luar stadion Gajayana Kota MalangSelain itu, diketahui sebanyak kurang lebih 32 bus dari Kabupaten Ngawi bertolak ke Gajayana dan secara resmi sebelumnya, sebanyak 4 buah tiket masuk diberikan langsung ke PC. Namun karena hadir telat, tiket akhirnya tidak dapat digunakan.
"Kebetulan kecamatan Widodaren hadir pas sambutan pak presiden, kami ngemper di luar stadion dan bus parkir di UM, perkiraan sekitar 3 km jalan ke lokasi Mujahadah Kubro," jelas perwakilan peserta dari Kecamatan Widodaren pada Jatimsatunews Senin pagi (9/02/2026).
Selain hadirnya RI 1 atau Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 102.000 orang lebih tumpah membentuk lautan manusia, bersatu dalam Mujahadah Kubro untuk menyatukan kekuatan.
"Saya berterimakasih kepada Malang Raya, karena telah menyediakan tempat, fasilitas, dst. Bahkan menurut saya, antusias warga Nahdliyin sangat besar. Semua tertarik untuk bertemu di satu titik, padahal ini tingkat PW. Haru sekali, NU sedemikian besar, kita kuat, bersatu membuat kesadaran dan menunjukkan kekuatan besar," lanjut suami dari Eny tersebut merasa sedemikian kuat organisasi NU.
Sebagai panitia, Kyai Hasim bersama tim LAZISNU mendapatkan amanah untuk sebuah misi, membantu saudara yang ada di Sumatera. Di mana perkiraan kondisi, ternyata di luar ekspektasi mereka. Namun malah semakin meningkatkan rasa semangat untuk terus berkhidmah dan berjuang dalam organisasi NU dan kesatuan NKRI.(Qony)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?