FPK Kota Malang Gelar "Refleksi Diri untuk Indonesia Maju": Soroti Kesejahteraan Mahasiswa Rantau Terdampak Bencana
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 10 FEBRUARI 2026 – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Refleksi Diri untuk Indonesia Maju" bertempat di Aula Widyaloka, Universitas Brawijaya. Acara ini menjadi momentum penguatan solidaritas antar anak bangsa, khususnya mahasiswa perantauan yang tengah menempuh studi di Kota Malang.
Dalam sambutannya, Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad Rahman, menekankan bahwa kemajuan Indonesia tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi dari kepedulian sosial terhadap generasi penerus. Secara khusus, FPK mengundang mahasiswa dari daerah-daerah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Poin Utama dan Desakan kepada Perguruan Tinggi
Ahmad Fuad Rahman menyoroti isu krusial terkait hambatan administratif beasiswa bagi mahasiswa terdampak bencana. Meski secara lisan telah dijanjikan pembebasan biaya kuliah (SPP), di lapangan masih ditemukan mahasiswa yang belum menerima kepastian hukum.
"Kami mendengar aspirasi adik-adik mahasiswa yang katanya sudah mendapatkan pembebasan SPP, namun hingga saat ini belum menerima SK (Surat Keputusan) resminya. Kami memohon dan berharap kepada pihak Perguruan Tinggi untuk tetap memperhatikan hal ini secara serius agar proses belajar mereka tidak terganggu," ujar Ahmad Fuad Rahman.
Dukungan Penuh dari Unsur Forkopimda
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran dewan pembina FPK yang terdiri dari unsur Forkopimda Kota Malang dan dari FPK Jawa Timur dan FPK pasuruan antara lain:
Kapolresta Malang Kota
Dandim 0833 Kota Malang
Kejaksaan Negeri Kota Malang
Danrem 083/Baladhika Jaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Malang
Perwakilan camat dari seluruh wilayah di Kota Malang
Kehadiran para pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga kondusivitas serta memastikan Kota Malang tetap menjadi "rumah yang ramah" bagi seluruh mahasiswa dari berbagai penjuru Nusantara.
Harapan Ke Depan
Melalui refleksi ini, FPK Kota Malang berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, kepolisian, TNI, dan institusi pendidikan dalam mengawal masa depan mahasiswa perantauan.
"Kota Malang adalah miniatur Indonesia. Jika adik-adik mahasiswa kita tenang dalam belajar karena hak-haknya terpenuhi, maka cita-cita Indonesia Maju akan lebih mudah kita capai bersama," tutup Fuad.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?