Banner Iklan

Sinergi Ranting NU Arjosari: Masjid Harus Jadi ‘Oase’ Nyata Masyarakat

26 Januari 2026 | 12.02 WIB Last Updated 2026-01-26T05:02:26Z

 

Gus Shampton Sedang Memberi Materi


MALANG – Semangat kemandirian dan kebermanfaatan umat benar-benar ditunjukkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kelurahan Arjosari. Tak sekadar menggelar rutinitas keagamaan, momentum Milad ke-45 Masjid Jami Syarifuddin yang dikemas dalam Pengajian Umum Lailatul Ijtima, Minggu (25/1) kemarin, menjadi bukti nyata bagaimana struktur terbawah NU ini mampu menyentuh langsung denyut nadi warga.

Kegiatan yang berpusat di Jalan Teluk Cenderawasih tersebut bukan sekadar seremoni. Di balik kemeriahan milad ke-45 masjid yang berdiri sejak 1981 itu, terselip pesan kuat tentang penguatan kemitraan antara pemerintah dan lembaga keagamaan.

Hadir langsung di tengah jamaah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, Gus A. Shampton Masduqie, S.HI., M.Ag. Pria yang akrab disapa Gus Shampton ini mengapresiasi langkah taktis Ranting NU Arjosari dalam mengelola masjid sebagai pusat kemaslahatan.

Dorong Program Berdampak Langsung

Dalam arahannya, Gus Shampton menekankan bahwa pengurus NU di tingkat ranting harus menjadi motor penggerak kegiatan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar. Ia menyebut, kehadiran Kemenag dalam giat ini merupakan bagian dari program prioritas peningkatan kemitraan dengan tokoh dan lembaga keagamaan.

"Target kami adalah memastikan persentase tokoh dan lembaga agama yang terbina terus meningkat. Ranting NU harus kreatif. Masjid jangan hanya jadi tempat salat, tapi harus bisa menjadi solusi persoalan umat, baik ekonomi maupun sosial," tegas Gus Shampton.

Prof. Nurul Murtadlo sedang menyerahkan bantuan simbolis

 

Masjid Jami Syarifuddin yang dipimpin oleh Prof. Dr. Nurul Murtadlo sendiri sebagai tuan rumah telah bertransformasi menjadi role model. Di atas lahan 500 meter persegi, bangunan tiga lantai tersebut kini multifungsi: mulai dari koperasi syariah, pendidikan diniyah, hingga aula pernikahan. Pada puncak acara kemarin, aksi nyata ditunjukkan dengan pemberian santunan kepada warga sekitar, membuktikan bahwa masjid hadir sebagai pelayan masyarakat. 

Sya’ban: Momentum 'Manasin Mesin' Spiritual

Selain bicara soal manajemen organisasi, Gus Shampton juga membekali jamaah dengan tausiyah mendalam mengenai kemuliaan bulan Sya’ban. Di hadapan puluhan jamaah yang memadati masjid, ia mengingatkan bahwa Sya’ban adalah bulan "rahasia" yang sering terlupakan karena letaknya di antara Rajab dan Ramadan.

"Di bulan inilah amal manusia diangkat ke hadapan Allah. Rasulullah SAW mencontohkan untuk memperbanyak puasa agar saat 'laporan' amal itu naik, kita sedang dalam kondisi ibadah terbaik," tuturnya.

Ia menjabarkan tiga peristiwa besar di bulan ini:

  1. Turunnya perintah bershalawat.

  2. Pengangkatan amal tahunan.

  3. Peristiwa bersejarah perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah.

"Kalau mau kualitas iman bagus di bulan Ramadan, ya mulainya dari sekarang (Sya'ban). Jangan mendadak saleh pas malam tarawih saja," kelakarnya yang disambut tawa hangat jamaah.

Melalui giat yang diinisiasi Ranting NU Arjosari ini, diharapkan menjadi pemantik bagi pengurus wilayah lain untuk terus melakukan langkah-langkah konkret yang menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sinergi Ranting NU Arjosari: Masjid Harus Jadi ‘Oase’ Nyata Masyarakat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now