250 Calon Paskibraka Bojonegoro Dibekali Jadi Jagian Anti Radikalisme!
BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Tak hanya mahir mengibarkan bendera pusaka, para calon Paskibraka Kabupaten Bojonegoro tahun 2026 juga dibekali bekal penting buat jadi generasi tangguh: kemampuan mengenali dan melawan paham radikalisme serta kekerasan digital!
Sebanyak 250 siswa-siswi dari berbagai SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bojonegoro berkumpul di depan Kantor Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) Jl. Trunojoyo No.12 Kadipaten, Minggu pagi (25/1/2026) pukul 05.30 WIB. Kegiatan bertema "Remaja Cerdas Anti Radikalisme dan Kekerasan Digital" ini digelar hingga pukul 09.00 WIB, dan jadi ajang edukasi seru buat para pemuda masa depan.
Acara ini tidak hanya menghadirkan pihak Bakesbangpol yang dipimpin Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, S.Sos., M.M. Juga ada Kabid Kewaspadaan dan Penanganan Konflik Dedy Kurniadi, S.Sos., MM, serta Analis Pertahanan Negara Wawan Setiawan.
Yang lebih menarik, ada dua narasumber yang punya pengalaman langsung banget! Pertama, AKP Marwan dari Densus 88 AT Satgaswil Jatim beserta rekan-rekannya IPTU Edi Purwanto dan AIPTU Aang Hernanzah. Kedua, Arif Budi Setyawan, mantan narapidana teroris yang sekarang jadi Ketua Yayasan KARIMON "Karya Inspirasi dan Harmoni" – yayasan buat eks napiter yang mau kembali ke pangkuan negara.
AKP Marwan langsung buka-bukaan tentang kondisi terkini. Menurut dia, sekarang ini penyebaran paham radikalisme kebanyakan jalan lewat media sosial dan internet. "Di berbagai daerah sudah ada lebih dari 100 pelajar yang terpapar, dan 18 di antaranya ada di Jawa Timur lho," jelasnya serius.
Namun dia juga memberikan semangat: "Kalau melalui organisasi atau kelompok fisik, kami bisa mudah lacak. Tapi kalau via dunia digital memang sedikit sulit. Makanya kita harus jaga ya, supaya Kabupaten Bojonegoro tetap aman dan bebas dari hal ini!"
Arif Budi Setyawan punya pesan yang sangat menyentuh. Dia menjelaskan, orang bisa terpapar paham radikalisme karena tiga hal: kebutuhan yang tidak terpenuhi, pengaruh lingkungan, dan jaringan yang salah arah – yang dia sebut sebagai konsep 3M.
"Jangan sampai kalian terjebak ya teman-teman," ujarnya dengan nada hati-hati. "Paham radikal bukan solusi apa-apa. Malah bisa bikin masa depan kalian hancur, keluarga terpisah, dan akhirnya berurusan dengan hukum. Sudah banyak yang merasakan dampaknya, termasuk saya sendiri."
Para peserta datang dari berbagai sekolah ternama di Bojonegoro, mulai dari SMAN 1 hingga SMAN 4 Bojonegoro, SMAN Model Terpadu, SMA Plus Al Fatimah, berbagai SMKN, MAN, hingga MA Abudarin dan MA Sains Ar-Ridwan. Setiap sekolah mengirimkan 15 perwakilan, ditambah anggota Paskibraka tahun 2025. Bahkan banyak pengunjung CFD yang ikutan antusias menyimak!
Acara dimulai dengan registrasi, lalu pembukaan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan do'a. Tak hanya materi serius, ada juga penampilan talenta dari para peserta, penampilan duta anti korupsi, duta anti narkoba, hingga duta BPJS/FABO yang bikin suasana makin hidup!
Setelah acara berlangsung lancar dan aman, ada beberapa poin penting yang bisa kita ambil
- Paham radikal sekarang banyak menyasar anak muda via media digital – jadi kita harus cerdas menyaring informasi!
- Faktor seperti ketidakadilan sosial, bingung cari jati diri, atau pengaruh game online bisa jadi pintu masuk paham salah.
- Pencegahan jauh lebih baik daripada penindakan – makanya kegiatan seperti ini sangat penting!
- Cerita dari mantan pelaku jadi pembelajaran yang kuat buat kita paham dampak buruknya.
Tim penyelenggara juga berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya buat calon Paskibraka tapi juga semua pelajar dan komunitas pemuda di Bojonegoro. Selain itu, kita juga perlu lebih pintar dalam menggunakan teknologi dan siap melaporkan kalau ada indikasi paham radikal di sekitar kita.
Acara serupa juga telah diadakan di kecamatan Bubulan Bojonehoro, pada bulan Desember 2025.
"Semoga teman-teman jadi agen perubahan yang bisa menjaga keutuhan NKRI ya!" tutup Mahmudi saat penutupan acara.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?