Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk memastikan seluruh proses pengolahan makanan di lingkungan SPPG memenuhi standar keamanan pangan nasional sebelum fasilitas operasional resmi dibuka.
Upaya peningkatan Kompetensi Penjamah Makanan sebagai bagian dari syarat mutlak SLHS, sebanyak 50 tenaga penjamah makanan mengikuti kursus intensif. Fokus pelatihan ini adalah membekali pekerja dengan skill dan pengetahuan mengenai tata cara penanganan pangan yang aman (Good Food Handling Practices), guna meminimalisir risiko kontaminasi silang serta mencegah terjadinya keracunan makanan.
Keuntungan pengurusan di awal ini memastikan pekerja sudah layak secara teknis, tidak mengganggu aktivitas pendidikan saat sudah berjalan, serta memberikan kesempatan bagi yayasan untuk menyempurnakan fasilitas fisik dapur sesuai standar kesehatan.
Proses pengujian dan inspeksi dilakukan langsung di Gedung SPPG Sukodadi Wagir, Dusun Jamuran RT 07 RW 02, Desa Sukodadi. Tim penguji terdiri dari tenaga profesional Puskesmas Wagir, yakni Nurul Hidayah merupakan Kepala Kesehatan Lingkungan Puskesmas Wagir, Indah Nur P.P merupakan Promosi Kesehatan Puskesmas Wagir.
Tim melakukan pengambilan sampel secara komprehensif (sampling) untuk mendeteksi keberadaan bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya dan parameter mikrobiologi meliputi, analisis Kimia Berbahaya: Pengujian residu Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B pada sampel makanan.
Kualitas Air juga dipastikan air yang digunakan dalam proses pengolahan memenuhi standar baku mutu. Selain itu. Uji Usap Alat (Swab Foodtray) dilakukan Memeriksa tingkat sterilitas nampan atau wadah saji yang akan digunakan siswa dan penerima manfaat.
Seluruh sampel tersebut kemudian dibawa ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Malang untuk dianalisis lebih lanjut secara laboratoris.
Langkah proaktif SPPG Sukodadi Wagir mendapat apresiasi tinggi dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Dyah Ipung. Beliau menekankan bahwa kesadaran institusi untuk mengurus SLHS sebelum operasional dimulai adalah preseden yang sangat baik.
"Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Semestinya semua SPPG mengurus SLHS sebelum beroperasi seperti yang dilakukan SPPG Sukodadi Wagir. Ini menjamin keamanan siswa sejak hari pertama mereka masuk," ujar Dyah Ipung.
Dengan adanya sertifikasi ini, SPPG Sukodadi Wagir di bawah Yayasan Insan Luhur Indonesia tidak hanya menghadirkan pendidikan berkualitas, tetapi juga menjamin aspek keamanan pangan yang sehat dan higienis bagi penerima manfaat program makam bergizi gratis khususnya di wilayah kecamatan Wagir.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?