Banner Iklan

Sebanyak 2.600 Tenaga Pendidik Jawa Timur Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Tegaskan Kesiapan Jatim Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Admin JSN
22 Januari 2026 | 10.37 WIB Last Updated 2026-01-22T03:37:40Z


Sebanyak 2.600 Tenaga Pendidik Jawa Timur Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Tegaskan Kesiapan Jatim Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Jawa Timur untuk berperan sebagai lumbung talenta digital nasional dengan menjadikan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia unggul.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional yang diikuti oleh 2.600 tenaga pendidik secara hybrid di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Selasa (20/1). Kegiatan ini diikuti oleh 190 peserta secara luring yang hadir langsung di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur serta 2.410 peserta daring dari masing-masing satuan pendidikan.

Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur memiliki modal strategis untuk berkontribusi secara signifikan dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan talenta digital. Dengan jumlah penduduk yang besar, keberagaman satuan pendidikan, serta dukungan ekosistem industri dan ekonomi kreatif yang terus berkembang, Jawa Timur dinilai memiliki kapasitas kuat untuk menjadi pusat lahirnya talenta digital unggul.

“Jawa Timur siap menjadi lumbung talenta digital nasional. Oleh karena itu, pengelolaan talenta harus dimulai sejak pendidikan, dilakukan secara terencana, berbasis data, serta terhubung dengan kebutuhan industri dan arah pembangunan nasional,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa percepatan transformasi digital menuntut perubahan paradigma pembangunan. Pendidikan dan pengelolaan sumber daya manusia tidak lagi ditempatkan sebagai sektor pendukung, melainkan sebagai instrumen utama dalam transformasi bangsa.

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, kekuatan bangsa ke depan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Dalam konteks tersebut, Gubernur Khofifah menilai Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional sebagai langkah strategis negara. Program ini tidak semata berorientasi pada pelatihan teknis, melainkan menjadi bagian dari arsitektur kebijakan jangka panjang untuk membangun ekosistem talenta digital yang berkelanjutan dan inklusif, mulai dari pendidikan dasar hingga dunia kerja.

“Program ini merupakan jawaban atas tantangan disrupsi teknologi, kecerdasan artifisial, dan berkembangnya ekonomi berbasis pengetahuan. Pengembangan talenta digital diarahkan untuk membekali generasi muda agar mampu bersaing di dunia yang semakin kompetitif dan terdigitalisasi, dengan penguatan kapasitas pendidik sebagai aktor kunci transformasi pendidikan,” jelasnya.

Program tersebut juga diharapkan mampu mempersiapkan pelajar Jawa Timur agar siap memasuki dunia kerja yang menuntut penguasaan keterampilan digital, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan berpikir kritis dan memecahkan masalah.

“Pengembangan talenta digital dipersiapkan untuk menjawab tantangan masa depan. Dunia kerja kini dan ke depan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan, khususnya penguasaan digitalisasi. Pendidikan harus mampu menyiapkan pelajar yang siap kerja, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.


Sebagai bagian dari penguatan di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong transformasi pendidikan agar tidak lagi berfokus pada hafalan dan capaian kognitif semata. Pendidikan diarahkan pada penguatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang menumbuhkan kemampuan bernalar kritis, pemecahan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta literasi digital sebagai fondasi utama pengembangan talenta digital masa depan.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai proses yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan. Pendidikan tidak hanya memastikan proses belajar berjalan, tetapi juga harus mampu membuka harapan, memperkuat karakter, dan meningkatkan kualitas hidup.

“Pendidikan tidak cukup hanya berjalan, tetapi harus berdampak. Dari pendidikan yang berdampak inilah kita menyiapkan talenta digital yang unggul, adaptif, dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa talenta digital yang disiapkan tidak hanya dituntut unggul secara teknis, tetapi juga beretika dan berkarakter Pancasila. Indonesia membutuhkan insan pembelajar sepanjang hayat yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, dan komitmen kebangsaan.

Gubernur Khofifah juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah, dunia pendidikan, dunia usaha dan industri, serta ekosistem inovasi. Menurutnya, desentralisasi pendidikan harus dimaknai sebagai ruang inovasi daerah dalam melahirkan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan talenta lokal maupun nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah kembali menegaskan peran strategis pendidik, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sebagai arsitek masa depan bangsa. Keberhasilan Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional sangat ditentukan oleh tumbuhnya komunitas belajar yang kolaboratif, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

“Melalui sosialisasi ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan pengelolaan talenta digital sebagai gerakan bersama. Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memastikan setiap kebijakan dan inovasi pendidikan berkontribusi nyata pada lahirnya generasi Jawa Timur yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter, sekaligus menjadi pilar utama Indonesia menuju negara maju dan berdaulat secara digital,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia. Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan peran dunia pendidikan daerah dalam menyiapkan talenta digital masa depan.

“Kami berharap melalui program ini, kemampuan dunia pendidikan, khususnya di Jawa Timur, semakin menguat dalam sektor digitalisasi. Dengan pengelolaan talenta yang terarah sejak pendidikan, peluang dan kesempatan kerja bagi peserta didik Jawa Timur akan semakin terbuka luas sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” pungkasnya.


Kepala Biro Administrasi Pimpinan

Pulung Chausar



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sebanyak 2.600 Tenaga Pendidik Jawa Timur Ikuti Sosialisasi Pengelolaan Talenta Digital Nasional, Gubernur Khofifah Tegaskan Kesiapan Jatim Jadi Lumbung Talenta Digital Nasional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now