Prof. Maskuri Tegaskan Harlah 1 Abad NU Jatim Fokus Angkat Potensi Warga, Bukan Bahas Polemik PBNU
MALANG | JATIMSATUNEWS .COM: Ketua Panitia Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan peringatan satu abad NU di Jawa Timur tidak akan membahas dinamika maupun polemik terkait kepemimpinan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Menurut Prof. Maskuri, Harlah 1 Abad NU di Jawa Timur dirancang sebagai momentum konsolidasi dan refleksi perjuangan NU dengan menitikberatkan pada penguatan peran serta potensi warga NU di berbagai bidang kehidupan, bukan menjadi ruang diskusi polemik internal PBNU.
“Kami tegaskan, dalam seluruh agenda Harlah 1 Abad NU di Jawa Timur, termasuk bahsul masail yang diselenggarakan PWNU Jawa Timur, tidak akan membahas dinamika atau polemik Ketua PBNU. Itu bukan urusan kami dan biarlah diselesaikan oleh para tokoh di tingkat PBNU,” tegas Prof. Maskuri dalam wawancara khusus di kediamannya pada Villa Bukit Tidar Kota Malang Minggu 18 Januari 2026.
Ia menjelaskan, fokus utama peringatan satu abad NU di Jawa Timur adalah mengangkat dan mengapresiasi berbagai potensi yang telah dan terus dikembangkan oleh warga Nahdlatul Ulama, khususnya di tingkat akar rumput seperti ranting dan Majelis Wakil Cabang (MWC).
Berbagai agenda Harlah, lanjutnya, diarahkan untuk memberikan motivasi dan penguatan kepada jajaran pengurus NU agar semakin aktif dalam melakukan pendampingan serta pemberdayaan masyarakat NU secara menyeluruh.
“Event-event Harlah justru kami fokuskan untuk mendorong pengurus NU melakukan pendampingan dan pemberdayaan masyarakat dari berbagai sisi kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan, budaya, dan sektor-sektor strategis lainnya,” jelasnya.
Prof. Maskuri juga menegaskan bahwa NU harus ditempatkan pada posisi yang terhormat, sesuai dengan peran historis dan kontribusinya terhadap bangsa dan negara. Menurutnya, marwah NU harus dijaga dengan baik, tanpa harus larut dalam dinamika politik kekuasaan.
“NU harus didudukkan pada tempat yang terhormat. Bukan NU yang mendekati penguasa, tetapi justru penguasa yang seharusnya memberi perhatian kepada NU. Inilah cara menjaga marwah NU,” ujarnya.
Dalam konteks Harlah 1 Abad NU, Prof. Maskuri menegaskan bahwa seluruh kegiatan merupakan kelanjutan dari perjuangan para muassis dan ulama NU, termasuk jejak perjuangan Syaikhona KH. Muhammad Kholil Bangkalan sebagai guru para pendiri NU.
“Satu abad NU ini adalah momentum melanjutkan perjuangan para guru dan ulama kita. Karena itu, kami tidak akan menyentuh sedikit pun dinamika yang ada di luar agenda besar Harlah. Fokus kami adalah khidmah, perjuangan, dan pengabdian untuk umat,” pungkasnya.
Dengan sikap tersebut, PWNU Jawa Timur berharap peringatan Harlah 1 Abad NU benar-benar menjadi ruang penguatan jam’iyah, memperkokoh peran NU di tengah masyarakat, serta menjaga persatuan dan kehormatan Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan kebangsaan.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?