Omah Edukasi Tempe, Jejak Sejarah dan Ikon Edukasi Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Pasuruan
ARTIKEL| JATIMSATUNEWS.COM: Di Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, tempe bukan sekadar lauk pauk. Ia adalah denyut kehidupan, warisan turun-temurun yang menghidupi sebagian besar warganya.
Aroma kedelai rebus, tungku sederhana, dan proses fermentasi telah menjadi pemandangan sehari-hari selama puluhan tahun. Dari lingkungan inilah Omah Edukasi Tempe lahir—sebuah ruang yang menjaga tradisi sekaligus menumbuhkan inovasi.
Omah Edukasi Tempe didirikan pada tahun 2022 oleh M. Irfan, pengrajin tempe generasi keempat yang tumbuh dan besar di Kampung Tempe Parerejo. Sejak kecil, Irfan telah akrab dengan proses produksi tempe tradisional yang diwariskan keluarganya.
Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa meskipun tempe memiliki nilai gizi tinggi dan peran penting dalam kehidupan masyarakat, pengelolaannya masih cenderung stagnan—terbatas pada pola lama, minim inovasi produk, pengemasan, dan pengembangan nilai tambah.
Selain itu, belum tersedianya ruang khusus untuk belajar, berbagi pengetahuan, serta menumbuhkan kreativitas bagi generasi muda dan masyarakat umum menjadi kegelisahan tersendiri. Kampung Tempe memiliki potensi besar, tetapi belum sepenuhnya dikelola sebagai kekuatan ekonomi, edukasi, dan identitas daerah.
Berangkat dari kondisi tersebut, Irfan menggagas Omah Edukasi Tempe sebagai rumah belajar dan pusat inovasi. Tempat ini dirancang bukan hanya sebagai lokasi produksi, tetapi juga sebagai ruang edukatif yang membuka akses pengetahuan tentang tempe secara menyeluruh—mulai dari sejarah, proses pembuatan, nilai gizi, hingga pengembangan produk olahan dan kewirausahaan.
“Omah Edukasi Tempe hadir sebagai rumah belajar dan pusat inovasi yang menjembatani kearifan lokal dengan kebutuhan zaman. Kami ingin tempe tidak hanya bertahan sebagai tradisi, tetapi juga berkembang, modern, dan berdaya saing,” ungkap Irfan.
Sebagai salah satu fasilitas yang dimiliki Kabupaten Pasuruan, Omah Edukasi Tempe berfungsi sebagai wadah pembelajaran bagi anak-anak, pelajar, santri, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan tempe yang higienis, memahami kandungan gizinya, serta mengenal berbagai inovasi olahan berbasis tempe. Di tempat ini, tempe diposisikan bukan hanya sebagai makanan harian, melainkan sebagai sumber ilmu, peluang usaha, dan kebanggaan daerah.
Melalui Omah Edukasi Tempe, Irfan juga mendorong lahirnya inovasi produk seperti tempe premium, keripik tempe, nugget tempe, hingga olahan kreatif lainnya. Upaya ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi para pengrajin dan masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan daya saing Kampung Tempe di tengah perkembangan industri pangan modern.
"Tempe, makanan favorit kita semua, paling enak ada di desa Parerejo Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan," ujar Camat Purwodadi M. Sugiarto memberikan dukungan.
Kades Desa Parerejo M. Maskur berharap kedepannya Omah Edukasi Tempe menjadi pusat inspirasi, meningkatkan kesejahteraan pengrajin, serta mengangkat Kampung Tempe Parerejo sebagai ikon edukasi dan wisata tematik berbasis kearifan lokal di Kabupaten Pasuruan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?