Banner Iklan

Prof. H. Maskuri Paparkan Rangkaian Program Strategis Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

Admin JSN
19 Januari 2026 | 18.17 WIB Last Updated 2026-01-19T11:58:00Z


Prof. H. Maskuri tentang Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Kick Off telah digulirkan, seperti apa rangkaian berikutnya Ketua Panitia Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si., memaparkan secara komprehensif berbagai program strategis sebagai tindak lanjut dari Kick Off Harlah Satu Abad NU yang telah digelar di Universitas Islam Malang (Unisma) beberapa waktu lalu.

 Program-program tersebut dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh aspek edukasi, kesehatan, ekonomi, hingga penguatan sejarah dan kebangsaan.

Dalam wawancara di kediamannya Ahad 18 Januari 2026, Kyai Maskuri menjelaskan bahwa kegiatan Harlah Satu Abad NU dibagi dalam tiga bidang utama. 

Bidang pertama adalah kegiatan seremonial dan edukatif berskala luas. Kick off menjadi pintu pembuka untuk mengekspos berbagai program unggulan, di antaranya sarasehan pesantren dan kebangsaan serta historical trip yang ditujukan bagi generasi muda NU.

“Melalui historical trip dan historical trail, generasi muda NU diajak mengenal situs-situs bersejarah dan perjalanan NU. Mereka juga membuat konten video yang diharapkan viral, sehingga NU tidak hanya dikenal di Jawa Timur, tetapi secara nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Bidang kedua adalah ziarah muassis NU yang memiliki kekhususan pada tahun ini.  Ziarah dilaksanakan secara massif dan serentak oleh seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur pada 24 Januari, dengan pusat kegiatan di Pesantren Tebuireng, Jombang, serta tersebar di berbagai lokasi maqbarah ulama.

 Sementara itu, pada 25 Januari, ziarah akan dilaksanakan oleh jajaran Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, mulai dari pengurus harian, lembaga, hingga badan otonom.

Selanjutnya, pada 31 Januari, NU Jawa Timur menggelar program pengecekan dan pengobatan gratis secara serentak di seluruh kabupaten/kota.  Program ini melibatkan rumah sakit, klinik, dan poliklinik NU, serta menyasar masyarakat umum tanpa memandang latar belakang organisasi maupun agama.

“Pengobatan gratis ini terbuka untuk siapa saja, termasuk non-Muslim. Selain itu, layanan kesehatan juga masuk ke pondok pesantren dan sekolah melalui kerja sama Lembaga Kesehatan NU dan Lembaga Kemaslahatan NU,” jelas Prof. Maskuri.

Sebagai kelanjutan, pada 1 Februari akan dilaksanakan program Pesantren Sehat, yang menegaskan komitmen NU dalam mengangkat kualitas kesehatan pesantren sebagai pilar peradaban.

Bidang ketiga adalah penguatan ekonomi, pendidikan, dan budaya. Mulai 27 Januari hingga 1 Februari, NU Jawa Timur menggelar Pameran Karya Plus Bumi se-Indonesia di Surabaya.  Selain itu, berbagai kegiatan terpusat di Kampung Coklat, Blitar, meliputi talkshow ekonomi, pendidikan, kesehatan, pameran UMKM, hingga lomba-lomba keilmuan santri seperti qiraatul kutub, hafalan Alfiyah, pidato Bahasa Arab dan Inggris, serta integrasi kajian kitab dengan teknologi AI. Enam finalis terbaik akan diundang tampil langsung di Kampung Coklat.

Tak hanya itu, NU juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang menghadirkan penampilan artis pada 6 Februari, untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Puncak rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Ngaji Bareng Gus Iqdam pada 7 Februari, yang diperkirakan dihadiri 50 hingga 60 ribu jamaah dalam agenda Mujahadah Kubro di Stadion Gajahyana Kota Malang. 

" Untuk kegiatan Mujahadah 3 pimpinan daerah akan menjadi panitia pelaksananya dengan ketuanya Walikota Malang Wahyu Hidayat," tutur Prof. Maskuri.

Kegiatan kegiatan tersebut menjadi simbol kuat peringatan satu abad NU sekaligus penanda memasuki abad kedua perjuangan NU.

“NU ingin menunjukkan kepada publik bahwa pesantren memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara, baik dalam perjuangan kemerdekaan maupun pembangunan peradaban. Sejarah ini harus dimunculkan agar menjadi ibrah bagi generasi penerus,” tegas Prof. Maskuri.

Ia menambahkan, ulama dan pesantren merupakan potensi raksasa bangsa yang perlu dikonsolidasikan, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan sinergi yang kuat, NU diyakini mampu menjadi kekuatan strategis dalam membangun Indonesia yang berdaulat, berkeadaban, dan berkeadilan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prof. H. Maskuri Paparkan Rangkaian Program Strategis Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now