Banner Iklan

Prof. H. Maskuri Paparkan Rangkaian Program Strategis Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

Admin JSN
19 Januari 2026 | 18.17 WIB Last Updated 2026-01-20T23:33:30Z


Prof. H. Maskuri tentang Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM:  Kick Off telah digulirkan, seperti apa rangkaian berikutnya Ketua Panitia Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si., memaparkan secara komprehensif berbagai program strategis sebagai tindak lanjut dari Kick Off Harlah Satu Abad NU yang telah digelar di Universitas Islam Malang (Unisma) beberapa waktu lalu.

 Program-program tersebut dirancang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menyentuh aspek edukasi, kesehatan, ekonomi, pendidikan hingga penguatan sejarah dan kebangsaan.

Dalam wawancara, Kyai Maskuri menjelaskan bahwa kegiatan Harlah Satu Abad NU dibagi dalam tiga bidang utama. 

Bidang pertama adalah Kegiatan kick off, sarasehan,  ziarah muassis dan muharriq, historical trip dan mujahadah Kubro.  

Namun demikian, kick off menjadi pintu pembuka untuk mengekspos berbagai program unggulan, di antaranya sarasehan pesantren dan kebangsaan serta historical trip yang ditujukan bagi generasi muda NU.

“Melalui historical trip  generasi muda NU diajak mengenal situs-situs bersejarah dan perjalanan NU. Mereka juga membuat konten video yang diharapkan viral, sehingga NU tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga global,” ungkapnya.

Sedangkan ziarah muassis dan muharriq NU yang memiliki kekhususan pada tahun ini. Ziarah dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Pengurus Cabang NU (PCNU) se-Jawa Timur pada 24 Januari 2026 dan 10 Kota akan di hadliri pengurus PWNU Jatim. Kemudian pada 25 Januari Pengurus PWNU, Lembaga dan Banom NU Jatim akan melanjutkan  ziarah ke Jombang sebagai pusat muassis NU, yakni di Pesantren Tebuireng, Jombang ada Hadratussyaik KH. M. Hasyim Asy'ari, di Tambak Beras ada KH. Wahab Hasbullah dan di Denanyar ada KH. Bisri Syamsuri dan tokoh-tokoh lain yang ada  di maqbarah ulama sekitar Jombang. ujarnya.

Bidang 2, menangani Pameran UMKM, talk show,  konser amal untuk aceh dan sumatra utara, jamaah Ishari, pameran karya seni,  pemeriksaan dan pengobatan gratis, 

Selanjutnya, pada 31 Januari, NU Jawa Timur menggelar program pengecekan dan pengobatan gratis secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Jatim. 

Program ini melibatkan rumah sakit, klinik, dan poliklinik NU, serta menyasar masyarakat umum tanpa memandang latar belakang organisasi maupun agama.

“Pengobatan gratis ini terbuka untuk siapa saja, termasuk non-Muslim. Selain itu, layanan kesehatan juga masuk ke pondok pesantren dan sekolah melalui kerja sama Lembaga Kesehatan NU dan Lembaga Kemaslahatan NU,” jelas Prof. Maskuri.

Sebagai kelanjutan, pada 1 Februari akan dilaksanakan sarasehan Pesantren Sehat, yang menegaskan komitmen NU dalam mengangkat kualitas kesehatan pesantren sebagai pilar peradaban.

 Mulai 27 Januari hingga 1 Februari, NU Jawa Timur menggelar Pameran Karya seni dari Lesbumi se-Indonesia di Surabaya Expo. 

Selain itu, berbagai kegiatan juga terpusat di Kampung Coklat, Blitar, meliputi talkshow ekonomi, pendidikan, kesehatan, pameran UMKM

Bidang 3, melakukan lomba-lomba keilmuan santri melalui online, yang meliputi  qiraatul kutub, lalaran Alfiyah Ibnu Malik, pidato Bahasa Arab dan Inggris, serta integrasi kajian kitab dengan teknologi AI. Enam finalis terbaik akan diundang tampil langsung (offline) di Kampung Coklat Blitar.

Tak hanya itu, NU juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan yang menghadirkan penampilan artis pada 6 Februari, untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana di Aceh dan Sumatera Utara.

Puncak rangkaian kegiatan di kampung coklat blitar akan ditutup dengan Ngaji Bareng Gus Iqdam pada 6 Februari, yang di hadliri masyarakat sekitar, termasuk dari luar blitar. 

Dalam agenda Mujahadah Kubro di Stadion Gajahyana Kota Malang akan di hadliri kurang lebih 60.000 orang jamaah yang akan mengharu birukan kota malang, dan insya Allah akan dihadliri Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR RI dan Para Menteri Kabinet merah putih.

" Untuk kegiatan Mujahadah 3 pimpinan daerah Kota Malang, Batu dan Kabuoateb Malang menjadi panitia pelaksana lokal dengan ketuanya Walikota Malang Wahyu Hidayat, Wakilnya Walikota Batu dan Bupati Malang" tutur Prof. Maskuri.

Kegiatan kegiatan tersebut menjadi simbol kuat peringatan satu abad NU sekaligus penanda memasuki abad kedua perjuangan NU.

“NU ingin menunjukkan kepada publik bahwa npesantren memiliki kontribusi besar bagi bangsa dan negara, baik dalam perjuangan kemerdekaan, mempertahankan maupun pembangunan peradaban. Sejarah ini harus dimunculkan agar menjadi ibrah bagi generasi penerus,” tegas Prof. Maskuri.

Ia menambahkan, ulama dan pesantren merupakan potensi raksasa bangsa yang perlu diapresiasi, Potensi warga NU yang memiliki segudang keahlian baik di dalam maupun luar negeri perlu terus dikonsolidasikan dengan baik. Dengan sinergi yang kuat, NU diyakini mampu menjadi kekuatan strategis dalam membangun Indonesia  yang berdaulat, berkeadaban, dan berkeadilan di tengah arus global. ujarnya. Ans 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Prof. H. Maskuri Paparkan Rangkaian Program Strategis Harlah Satu Abad NU, Angkat Pesantren dan Kebangsaan Menuju Abad Kedua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now