Banner Iklan

UB Ajak Civitas Akademika Menjadi Agen Perubahan lewat Smart Green Campus 2026

Anis Hidayatie
19 Januari 2026 | 17.03 WIB Last Updated 2026-01-19T10:03:24Z

 


Universitas Brawijaya Ajak Civitas Akademika Menjadi Agen Perubahan lewat Smart Green Campus 2026

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: 19 Januari 2026 — Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan lingkungan melalui Program Smart Green Campus 2026. Langkah ini bukan semata soal pengelolaan sampah, tetapi upaya transformasi budaya bagi seluruh sivitas akademika — dari mahasiswa hingga pimpinan.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, menegaskan bahwa program Smart Green Campus merupakan bagian dari strategi holistik untuk menanamkan prinsip keberlanjutan dalam setiap aktivitas kampus — baik dalam proses pembelajaran, sistem administrasi, hingga pola kerja sehari-hari. “Green Campus bukan sekadar isu lingkungan, tetapi bagaimana seluruh aktivitas universitas berpijak pada praktik yang berkelanjutan,” kata Prof. Widodo dalam sosialisasi program yang digelar oleh UPT Green Campus di lingkungan kampus UB.

Salah satu fokus utama program ini adalah perubahan mindset dan perilaku. UB ingin agar praktik keberlanjutan tidak berhenti di level kebijakan, tetapi menjadi kebiasaan setiap individu di lingkungan kampus.

Peralihan dari administrasi berbasis kertas ke digital, yang tidak hanya mempercepat proses administrasi tetapi juga mengurangi limbah kertas secara drastis;

Optimalisasi pemakaian energi dengan mengganti lampu konvensional ke lampu hemat energi dan menyiapkan transisi bertahap menuju sumber energi terbarukan;

Pengelolaan limbah berbasis sains, termasuk pengolahan limbah organik menjadi kompos, biogas, dan bahan bioetanol sebagai bagian dari strategi kampus menuju zero waste. 

Langkah ini sejalan dengan tren global kampus berkelanjutan yang menekankan integrasi antara pendidikan, riset, dan pengelolaan lingkungan secara terpadu — sebagaimana diterapkan berbagai universitas yang mengadopsi prinsip Green Campus Initiative dalam operasional kampus mereka. 

Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., menegaskan bahwa penerapan Smart Green Campus tidak bersifat kaku, tetapi memberi ruang bagi tiap fakultas untuk menyesuaikan dengan potensi dan karakter unit masing-masing, dengan indikator umum sebagai pedoman. Target awal tahun ini adalah mendorong perubahan perilaku kecil seperti pemilahan sampah yang benar — yang tampak sederhana, tetapi menjadi tantangan nyata di lingkungan kampus. 

UB juga menggandeng mahasiswa sebagai kelompok terbesar di kampus untuk menjadi motor perubahan budaya hijau. Berbagai inisiatif telah direncanakan, antara lain Car Free Day setiap Jumat, kampanye pemilahan sampah, serta promosi gaya hidup ramah lingkungan seperti penggunaan tumbler pribadi dan pengurangan botol plastik sekali pakai. 

Menurut Kepala UPT Green Campus UB, Prof. Sri Suhartini, S.T.P., M.Env.Mgt., Ph.D., unit ini menjadi pusat koordinasi untuk menerjemahkan prinsip keberlanjutan dalam seluruh aspek tata kelola universitas. Lima pilar utama yang digagas mencakup kebijakan, sistem informasi, infrastruktur hijau, pendidikan & riset, serta jejaring inklusif baik di tingkat nasional maupun internasional. Tujuan akhirnya adalah efisiensi energi dan air, minimisasi limbah dan emisi karbon, serta peningkatan ruang hijau kampus. 

Melalui Smart Green Campus, UB menyelaraskan langkahnya dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya target mengenai energi bersih, pengelolaan lingkungan, dan inovasi berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat melahirkan output ilmiah berupa publikasi riset serta kontribusi nyata yang berdampak bagi masyarakat luas. 

Kesimpulan: Smart Green Campus 2026 bukan sekadar program lingkungan standard — tapi sebuah budaya baru di Universitas Brawijaya yang memadukan prinsip keberlanjutan dengan inovasi digital, manajemen kampus, pendidikan, dan perilaku sivitas akademika untuk menghadapi tantangan global masa depan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UB Ajak Civitas Akademika Menjadi Agen Perubahan lewat Smart Green Campus 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now