Presiden Prabowo menaruh perhatian serius terhadap kesejahteraan tukang becak, khususnya mereka yang telah lanjut usia dan masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah. Kehadiran becak listrik diharapkan dapat meringankan beban kerja sekaligus meningkatkan pendapatan para penarik becak.
Menurut Presiden Prabowo, becak listrik dihadirkan agar pekerjaan tukang becak menjadi lebih ringan, jam kerja lebih panjang, serta penghasilan meningkat. Selain itu, penggunaan becak listrik juga sejalan dengan upaya mendukung transportasi yang ramah lingkungan.
Program bantuan ini merupakan bagian dari tahap awal pengadaan 10.000 unit becak listrik yang dimulai pada tahun 2025. Selanjutnya, Presiden Prabowo juga menginstruksikan PT Pindad untuk memproduksi tambahan 70.000 unit becak listrik yang ditargetkan rampung pada 2027.
“Kami berharap seluruh populasi tukang becak, termasuk yang belum menerima hari ini, bisa segera terfasilitasi. Insya Allah untuk Sidoarjo akan dilengkapi secara bertahap,” ujar perwakilan penyelenggara kegiatan.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Letjen TNI (Purn) Teguh Arif Indratmoko, perwakilan organisasi sayap Partai Gerindra Tunas Indonesia Raya (TIDAR), sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo, serta anggota DPRD Sidoarjo dari Fraksi Gerindra.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana berpesan agar para penerima manfaat menjaga dan merawat becak listrik dengan baik. Ia juga menegaskan bahwa bantuan tersebut dilarang keras untuk diperjualbelikan.
“Becak listrik ini harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Tidak boleh diperjualbelikan. Insya Allah akan ada sistem pendataan dan absensi setiap tiga bulan agar tidak terjadi pengalihan bantuan,” tegasnya.
Ke depan, pemerintah daerah juga akan menyiapkan titik-titik pemantauan di pusat kota dan masing-masing kecamatan, seperti di kantor Dinas Perhubungan dan kawasan alun-alun, guna memastikan bantuan benar-benar dimanfaatkan oleh penerima yang berhak.
Sementara itu, Ketua Umum GSN Letjen TNI (Purn) Teguh Arif Indratmoko menjelaskan bahwa bantuan becak listrik merupakan program Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), sebuah yayasan yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, dan pengentasan kemiskinan.
“Program ini bukan untuk mengambil alih peran pemerintah, melainkan mengisi celah-celah yang belum terjangkau. Salah satunya adalah pengentasan kemiskinan melalui pemberian becak listrik kepada para penarik becak,” jelasnya.
Rasa syukur disampaikan para penerima manfaat. Bambang (81), tukang becak asal Kecamatan Krembung, mengaku sangat terbantu dengan adanya becak listrik tersebut.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang peduli nasib wong cilik. Dengan becak listrik ini pekerjaan kami jadi ringan, tidak perlu banyak mengeluarkan tenaga, dan bisa bekerja lebih lama,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Endro (80), tukang becak asal Kecamatan Wonoayu. Ia mendoakan agar Presiden Prabowo selalu diberikan kesehatan.
“Terima kasih Pak Presiden. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?