Banner Iklan

Pelangi Berseri Di MANSAPAS

Admin JSN
02 Januari 2026 | 21.19 WIB Last Updated 2026-01-02T14:19:22Z
Pelangi Berseri Di MANSAPAS

ARTIKEL| JATIMSATUNEWS.COM: Bismillahi tawakaltu ‘ala Allah, laa haula wa laa quwwata illa billahi ‘aliyyil ‘adziim”, doaku saat keluar rumah di pagi hari. Ya, inilah momen pertamaku masuk sekolah MAN 1 Pasuruan. Hari mendebarkan bagiku waktu itu. Alhamdulillah, saya sudah masuk kategori remaja pertengahan (15-18 tahun) sesuai dengan klasifikasi Kemenkes. Masa SMA kata orang Masa yang indah, masa emas (golden age 10-18 tahun) dalam hidup. Teringat lagu alm Chrisye, “Engkau masih anak sekolah, satu SMA belum tepat waktu tuk begitu-begini” tampak lagu tempo dulu dan sangat kuno tapi masih digemari anak generasi gen Z seperti aku. Ya saya sudah remaja kelas satu Aliyah di Madrasah Aliyah Negri Satu Pasuruan. Inilah kisahku, akan saya bingkai dalam bentuk esai ini sebagai tanda saya bangga sebagai murid MANSAPAS.

Matsama adalah Masa Ta’aruf Siswa Madrasah. Saat itu dilaksanakan pada tanggal 14-16 Juli 2025 dan sebelumnya diadakan pra Matsama pada hari Sabtu 14 Juli 2025. Ini adalah momen kita saling mengenal sesama siswa baru. Meski di dalam grup sudah ada pengarahan informasi dan beberapa peraturan dari guru yang menjadi Panitia Matsama, tetap saja ini menjadi momen yang mendebarkan bagi saya. Kami harus saling mengenal dan menyatukan visi dan misi menjadi murid di Mansapas. Saat saya SMP pernah mengikuti tes MBTI ternyata saya termasuk kategori Introvert. Hal ini menjadikan saya lebih senang menyendiri daripada berkumpul dengan sosial yang banyak. Awal mula bertemu dengan orang-orang baru dan banyak membuat saya lelah di hari pertama. Setiap hari mamaku memberikan semangat dan selalu mengatakan, “Tidak mengapa Nadia kalau tahu karakternya introvert, tapi jangan jadi penghalang untuk bersosial dan berkembang, tetap semangat ya Nak!”. Benar kata Mamaku jangan pernah takut dengan prasangka kita, berani keluar dari zona nyaman untuk bisa melihat dunia lebih luas lagi. Dan benar adanya, setiap proses Matsama yang saya jalani dengan perlahan tapi pasti, menjadikan perubahan pada diri saya. Dengan adanya Lingkungan yang positif, mulai dari guru, kakak-kakak OSIM, teman-teman baru yang saya kenal, membuat saya lebih bisa berekspresi dan terbuka tapi tetap santun ya, “Semangat Nadia! Ada Allah selalu bersamaku!” Afirmasi diri yang selalu saya ucapkan di hati agar saya lebih mudah menjalani aktifitas setiap hari. Ini adalah fotoku dan beberapa teman-teman saat Matsama.

Dok. Nadia FK, 2025

Penentuan Kelas adalah hari yang paling ditunggu, karena itu awal proses belajar dan mengajar. Kelas tempat kita belajar dan memperoleh ilmu menjadikan diri kita dan semua murid MANSAPAS menjadi pribadi muslim yang berkualitas, kompetitif, berakhlakul karimah dan berbudaya lingkungan. Itu adalah Visi MAN 1 PASURUAN. Saya lihat pengumuman pembagian kelas, Yup! saya masuk dikelas X-J dan alhamdulillahnya lagi Walasnya adalah seorang Guru BK, beliau bernama Bu Jariyatun Nafi’ah, S.Pd. Dalam hati saya mengatakan “Ini Keren!” karena saya berpikir ini adalah saatnya mengasah diri dan saya menemukan sesorang yang akan mengasah saya untuk bisa bersinar, bukan hanya bisa dibelakang layar saja. Dibawah ini adalah foto kita di Kelas X-J

Dok. Nadia FK, 2025

 Di Kelas X-J kami jalani dengan penuh canda tawa Bersama, meskipun tugas kelas menggunung, menyita waktu santai kita. Tapi, tak mengapa karena “Man Jadda Wa Jada” itu memang terbukti. Ada tiga momen yang paling berkesan bagi saya, dan setelahnya saya bisa merubah ekspektasi mempunyai karakter introvert bukanlah hal yang menakutkan. Sisi positif seseorang introvert adalah berpikir kritis dan analitis, fokus tinggi, kreatif, inovatif serta Mandiri. Adapun tiga momen yang berkesan selama di MANSAPAS saat ini adalah:

1. Lomba Vlog di acara Hari Santri di MANSAPAS

Hari Santri Nasional diadakan di MANSAPAS pada tanggal 22 Oktober 2025, kami memeriahkannya dengan mengadakan berbagai lomba. Bagi saya merayakan Hari Santri adalah selain untuk mengenang peran santri dan Ulama pada masa dulu saat Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, adalah untuk melanjutkan perjuangan ulama dan menanamkan nilai-nilai santri seperti, religious, nasionalis dan mandiri. Saya sebagai Alumnus sebuah pondok pesantren saat kelas SMP dan saat ini meneruskan Pendidikan di MANSAPAS, merasa terpanggil untuk menjadi generasi santri modern yang bisa terus belajar, memperbaiki diri, dan berkontribusi lebih besar demi kemajuan bangsa Indonesia.

Salah satu lomba yang saya ikuti saat Hari Santri di MANSAPAS adalah Lomba Vlog dengan tema “24 Jam Menjadi Santri”. Ini adalah Lomba tim dikelas kami, dan saya terpilih menjadi tokoh utamanya. Tim kami memilih saya karena alumni pesantren dan juga hobi membuat vlog. Hal itu, membuat saya semangat dan senang mengikuti lomba tersebut. Dan alhamdulillah hasilnya Tim kami mendapatkan Juara 1 Lomba Vlog sebagai perwakilan Kelas X-J. Rasa syukur dan bahagia kami tak terhingga, bersama teman-teman kelas X-J lainnya tim kami merayakannya, tak lupa Ibu Walas kami pun turut bangga kepada kami. Hadiah kami bagi dengan teman sekelas, tetapi bagi saya hadiah yang sesungguhnya adalah bertambahnya rasa percaya diri saya sebagai seorang introvert yang bisa keluar dari zona nyaman. Ini adalah langkah awal untuk lebih sukses lagi. Mau lihat fotoku saat menerima hadiah?Penasaran kan?

Cover Lomba Vlog (Doc. Nadia FK-2025) Penerimaan Hadiah (Dok. Nadia FK-2025)

Bersama teman-teman X-J merayakan Hari Santri (Dok. Nadia FK-2025)

2. Pembukaan Acara Program Matrik Bahasa Inggris di MANSAPAS

Program Matrik Bahasa Inggris adalah Program Belajar Bahasa Inggris khusus untuk siswa-siswi kelas 10 di MANSAPAS. Bisa disebut juga program kursus Bahasa Inggris tetapi hanya untuk seluruh siswa-siswi kelas 10. Acara pembukaan Matrik saya terpilih menjadi Pembawa Acara Bahasa Inggris bersama teman saya. Kesempatan inipun tidak saya sia-siakan, dan saya terima amanah ini. Menjadi pembawa acara atau MC (Master of Ceremony) awal pembukaan suatu program adalah tantangan hebat bagi saya. Dikarenakan bisa menjadi daya tarik bagi siswa untuk mau mengikuti program tersebut.

Setelah tiga hari berlatih dengan Mom Alies, saatnya tiba acara Pembukaan Matrik Bahasa Inggris pada tanggal 6 Oktober 2025. Alhamdulillah misi tantangan menjadi MC telah terselesaikan. Saya melaksanakan acara tersebut bersama temanku dengan baik, dan saya senang sekali. Hal ini bagi saya menambah pengalaman lagi, bahwa tampil didepan publik itu tidaklah menakutkan, apalagi saya introvert. Kesiapan mental dan persiapan materi adalah rahasia utama kita berani tampil dengan maksimal.


Saya posisi sebelah kiri saat membacakan susunan acara (Dok. Nadia FK-2025)

3. Acara Penutupan Program Matrik Bahasa Inggris di MANSAPAS

Tidak terasa pembelajaran matrik telah usai. Sebulan penuh terjalani dengan gembira. Kami diasah kemampuan Bahasa Inggrisnya mulai dari membaca (reading), menulis(writing), berbicara (speaking), serta terpenting lagi adalah belajar grammar atau tata bahasa dengan baik dan benar. Ilmu Bahasa Inggris saya semakin terasah dengan adanya pembelajaran Matrik ini. Guru pengajar dalam kelas Matrik, kami sebutnya dengan panggilan Miss, beliau bernama Miss Miftah. Beliau sangat telaten mengajari kami. Proses pengajarannya interaktif sehingga membuat kami semua senang dan mudah memahaminya.

Saat pembelajaran Matrik berakhir, kita wajib menampilkan sebuah performance untuk membuktikan kami telah menguasai materi tersebut. Bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi justru mengasyikkan. Di Kelas kami-Kelas Oxford- kami dibagi beberapa kelompok dan ada yang perorangan untuk melakukan penampilan. Bagi yang berkelompok, mereka menampilkan sebuah drama Bahasa Inggris yang berjudul “Aladin”. Sedangkan saya terpilih menjadi Speech atau berpidato dalam bahasa Inggris. Tantangan yang kesekian kalinya saya dapatkan, dan kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan. Belajar terus hingga hari H tersebut terlaksana. Alhamdulillah menurut Walas saya, Ibu Ria dan teman-teman tampilan saya menakjubkan. Saya tampak tenang dan berkharisma saat menyampaikan pidato tersebut. Rasa syukur selalu terucapkan tiada henti atas kesuksesan yang telah saya dapatkan.

Dok. Nadia FK (2025)

Pada akhirnya, semangat belajar dan menjadi pribadi yang mau bertumbuh untuk menjadi generasi hebat semuanya membutuhkan serangkaian proses dan butuh tekad yang kuat dan lingkungan yang mendukung pula. Belajar di MANSAPAS bagi saya adalah pilihan tepat, karena saya telah merasakan itu. Jiwa Introvert bisa dirubah menjadi hal yang positif bila berada di lingkungan yang tepat. Introvert adalah bukan suatu kelemahan seseorang. Menemukan ketidak sempurnaan didalam kesempurnaan adalah hal yang saya lakukan hari ini. Saat ini saya alhamdulillah terpilih menjadi siswi dalam kelas SPL(Siswa Layanan Percepatan) dan juga mendapat kabar gembira dari Walas saya karena meraih peringkat pertama di kelas X-J. Insya Allah hal ini semua akan menjadikan saya lebih semangat lagi belajar di MANSAPAS dan berusaha menjadi seseorang yang bermafaat di dunia dan akhirat. Sesuai hadist Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda : “Khoirunnaas anfa’uhum linnaas” Artinya “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.” (HR Ath-Thabari). Semoga hari-hari yang akan saya jalani di MANSAPAS akan selalu dimudahkan oleh Allah SWT. Semoga Allah meridhoi semua, sehingga meski ada rintangan yang ada, Insya Allah akan bisa dengan mudah terselesaikan, karena akan selalu ada Pelangi Berseri di MANSAPAS.


OLEH : NADIA FARAH KAMILAH


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pelangi Berseri Di MANSAPAS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now