![]() |
| Farid Faletehan mengungkapkan aktivitas sektor jasa keuangan masih terjaga, bahkan OJK Malang telah memblokir 2617 entitas ilegal demi melindungi konsumen./dok. JSN-ANS |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah kerja Malang yang dikepalai Farid Faletehan telah merilis siaran pers terbaru pada Rabu, 21 Januari 2026.
Melalui rilis tersebut diketahui jika aktivitas sektor jasa keuangan di tujuh daerah yang dinaungi OJK Malang masih terjaga stabil dengan kinerja yang terpantau baik sampai dengan bulan November 2025.
Tujuh daerah yang dimaksud meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota Batu, serta Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Ada empat kondisi terkini yang dilaporkan oleh OJK Malang kepada publik, yakni perkembangan sektor perbankan, IKNB, edukasi dan pelindungan konsumen, serta pasar modal.
Perkembangan Sektor Perbankan
Kinerja intermediasi perbankan meningkat dengan profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai.
Pada November 2025, kredit tumbuh 4,53 persen yoy menjadi sebesar Rp109,06 triliun, terutama dikontribusikan pada sektor rumah tangga sebesar 29,85 persen; perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 19,42 persen; serta industri pengolahan sebesar 16,53 persen.
Pertumbuhan kredit tersebut utamanya ditopang oleh pertumbuhan kredit investasi sebesar 8,97 persen yoy.
Secara nasional, Kredit Investasi mencatatkan pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,98 persen yoy, utamanya ditopang oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan.
Pertumbuhan kredit investasi tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi dalam 10 tahun terakhir, yang menunjukkan peran perbankan dalam pembiayaan ekspansi dan peningkatan kapasitas sektor riil untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Pertumbuhan penyaluran pembiayaan dan penghimpunan DPK bank syariah tumbuh signifikan. Pembiayaan Bank Umum Syariah tumbuh 5,37% yoy posisi 30 November 2025 sedangkan pembiayaan BPRS tumbuh 23,26% yoy. Pertumbuhan DPK Bank Umum Syariah mencapai 10,16% yoy sedangkan BPRS mencapai 13,44% yoy.
Adapun risiko kredit yang tercermin dari rasio NPL mengalami peningkatan 0,25 persen yoy dari 2,47 persen (November 2024) menjadi 2,72 persen (November 2025).
Aset perbankan yang berlokasi di 7 (tujuh) wilayah kerja KOJK Malang tumbuh 8,36 persen yoy mencapai Rp184,97 triliun per 30 November 2025.
Perbankan yang dimaksud terdiri dari 35 (tiga puluh lima) entitas Bank Umum Konvensional (BUK), 6 (enam) Bank Umum Syariah (BUS), 48 (empat puluh delapan) BPR, dan 6 (enam) BPRS.
Dana Pihak Ketiga (DPK) secara keseluruhan menunjukkan pertumbuhan positif yakni sebesar 4,05 persen yoy atau mencapai Rp105,23 triliun per 30 November 2025.
Pada 2026, kinerja perbankan diproyeksikan tetap solid, dengan pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap stabil, ditopang oleh kualitas kredit yang terjaga dan permodalan yang kuat.
Perkembangan Sektor IKNB
OJK terus mendorong optimalisasi peran serta peningkatan kinerja industri Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP), dengan tetap memperkuat ketahanan sektor PPDP dalam menghadapi dinamika perekonomian global dan domestik.
Akumulasi pendapatan premi sektor asuransi selama periode Januari sampai dengan November 2025 mencapai Rp1.688 miliar, atau menurun 14,15 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, klaim asuransi tercatat sebesar Rp1.378 miliar, menurun 5,56 persen secara year-on-year.
Dana pensiun tercatat mengalami peningkatan aset sebesar 5,53 persen yoy dengan nilai aset sebesar Rp237,59 miliar per November 2025 namun di sisi lain mencatat peningkatan investasi sebesar 3,42 persen yoy menjadi Rp216,24 miliar.
Di sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, piutang pembiayaan menurun 2,55 persen yoy dari Rp7.265 miliar menjadi Rp7.080 miliar sampai dengan akhir Oktober 2025.
Rasio NPF masih terjaga di level 3,27 persen meskipun mengalami peningkatan 0,09 persen.
Penyaluran piutang pembiayaan tersebut mayoritas untuk Pembiayaan Multi Guna (Rp4,50 triliun; porsi: 63,60 persen), Pembiayaan Investasi (Rp1,50 triliun; porsi: 21,23 persen), serta Pembiayaan Modal Kerja (Rp673,62 miliar; porsi: 9,51 persen).
Penyaluran piutang pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih didominasi kepada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp1,61 triliun; porsi 22,74 persen); Aktivitas Jasa Lainnya (Rp891,96 miliar; porsi: 12,60 persen); serta Industri Pengolahan (Rp843,70 miliar; porsi 11,92 persen).
Pembiayaan modal ventura pada Oktober 2025 tumbuh 21,06 persen yoy, dengan nilai pembiayaan tercatat sebesar Rp430 miliar. Risiko kredit terjaga dengan NPF sebesar 2,48 persen atau turun 0,31 persen yoy.
Pinjaman yang Diberikan oleh Lembaga Keuangan Mikro di wilayah kerja OJK Malang tumbuh 8,85 persen yoy dari Rp10,53 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp11,46 miliar per 31 Desember 2025.
Penghimpunan Dana Pihak Ketiga juga tumbuh double digit sebesar 10,11 persen yoy dari Rp7,54 miliar per 31 Desember 2024 menjadi Rp8,31 miliar per 31 Desember 2025.
Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen
Upaya pelindungan konsumen secara preventif terus dilakukan OJK Malang melalui berbagai macam kegiatan edukasi dan sosialisasi. Sejak 1 Januari s.d 31 Desember 2025, OJK Malang telah mengadakan 155 kegiatan dengan total peserta sebanyak 43.462 orang.
Dari aspek layanan konsumen, OJK Malang telah memberikan 2.656 layanan konsumen yang terdiri dari 2.478 layanan pemberian informasi, 113 layanan penerimaan informasi, dan 65 layanan pengaduan. Layanan tersebut diberikan baik secara walk-in, melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen, maupun melalui kanal pelaporan OJK lainnya seperti whatsapp 081-157-157-157 dan telepon.
Dari jumlah layanan konsumen tersebut, 1.116 layanan terkait sektor perbankan dengan mayoritas topik pelaporan SLIK (26,88 persen); 600 layanan terkait fintech peer-to-peer lending dengan mayoritas topik fraud eksternal (27,83 persen); 429 layanan terkait perusahaan pembiayaan dengan mayoritas topik pelaporan SLIK (27,04 persen); serta 39 layanan terkait perusahaan asuransi dengan mayoritas topik permasalahan klaim (79,49 persen).
Secara nasional, sejak 1 Januari hingga 31 Desember 2025, OJK telah menerima 26.220 pengaduan terkait entitas ilegal. Dari total tersebut, 21.249 pengaduan mengenai pinjaman online ilegal dan 4.971 pengaduan terkait investasi ilegal. Sementara itu, OJK Malang menerima 296 permintaan layanan konsultasi terkait aktivitas keuangan ilegal dimana mayoritas topik layanan terkait pinjaman online ilegal (46,62 persen).
Adapun jumlah entitas ilegal yang telah dihentikan/diblokir adalah sebagai berikut:
Investasi Ilegal, total 1.882 (2017-2025)
185 (2017-2018)
442 (2019)
347 (2020)
98 (2021)
106 (2022)
40 (2023)
310 (2024)
354 (2025)
Pinjol Ilegal, total 11.873 (2017-2025)
404 (2017-2018)
1.493 (2019)
1.026 (2020)
811 (2021)
698 (2022)
2.248 (2023)
2.930 (2024)
2.263 (2025)
Gadai Ilegal, total 251 (2017-2025)
0 (2017-2018)
68 (2019)
75 (2020)
17 (2021)
91 (2022)
0 (2023)
0 (2024)
0 (2025).
Total 3 entitas ilegal yang diblokir per tahun sejak 2017 hingga 2025 sebanyak 14.006 dengan rincian seperti berikut ini.
2017-2018: 589
2019: 2.003
2020: 1.448
2021: 926
2022: 895
2023: 2.288
2024: 3.240
2025: 2.617.
Dalam rangka pelindungan masyarakat melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) pada periode Januari sampai dengan 31 Desember 2025, OJK telah:
Menemukan dan menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran investasi ilegal di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.
Menemukan nomor kontak pihak penagih (debt collector) pinjaman online ilegal dan telah mengajukan pemblokiran terhadap 2.422 nomor kontak kepada Kementerian Komunikasi dan Digital RI.
Selain itu, Satgas PASTI memonitor laporan penipuan di IASC dan per 30 November 2025 menemukan sebanyak 61.341 nomor telepon yang dilaporkan oleh korban penipuan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Satgas PASTI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital RI untuk memblokir nomor dimaksud.
Sejak peluncuran pada 22 November 2024 sampai dengan 14 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 laporan.
Jumlah rekening dilaporkan sebanyak 721.101 dan jumlah rekening sudah diblokir sebanyak 397.028.
Sejauh ini, total kerugian dana yang telah dilaporkan sebesar Rp9,1 triliun, total dana korban yang sudah diblokir sebesar Rp436,88 miliar, dan total dana korban yang telah dikembalikan sebesar Rp161 miliar. IASC akan terus meningkatkan kapasitasnya mempercepat penanganan kasus penipuan di sektor keuangan.
Perkembangan Pasar Modal
Sejalan dengan terjaganya kinerja perekonomian nasional dan sentimen positif di pasar keuangan global, pasar modal Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja yang baik. IHSG ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025, menguat 1,62 persen secara mtm atau 22,13 persen secara yoy.
Sepanjang 2025, IHSG membukukan rekor All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali. Adapun level tertinggi IHSG tahun 2025 tercatat di angka 8.710,70 pada tanggal 8 Desember 2025, dengan nilai kapitalisasi pasar saham mencapai level tertinggi sebesar Rp16.005 triliun di tanggal yang sama. Namun di sisi lain, Indeks LQ45 dan IDX80 tumbuh masing-masing sebesar 2,41 persen yoy dan 10,07 persen yoy.
Peningkatan transaksi saham juga terjadi di wilayah kerja OJK Malang. Rata-rata frekuensi transaksi saham per November 2025 sebesar 1.268.346, tumbuh 141,05 persen yoy.
Rata-rata nilai transaksi saham per November 2025 pun tumbuh signifikan yakni 151,79 persen yoy dari Rp2.687 Miliar (November 2024) menjadi Rp6.766 Miliar (November 2025).
Dari sisi jumlah investor di wilayah kerja OJK Malang, pada Desember 2025 tercatat penambahan sebanyak 10.353 investor baru di pasar modal domestik.
Dengan perkembangan tersebut, secara yoy jumlah investor pasar modal di wilayah kerja OJK Malang meningkat sebanyak 78.338 investor atau tumbuh 26,53 persen yoy dari 295.303 (November 2024) menjadi 373.641 (November 2025).
SID C-BEST tumbuh 32,76 persen yoy dari 132.593 SID (November 2024) menjadi 176.028 SID (November 2025).
Instrumen dalam C-BEST antara lain saham dan obligasi korporasi. Sedangkan SID S-INVEST tumbuh 25,89 persen yoy dari 279.749 SID (November 2024) menjadi 352.188 SID (November 2025). Instrumen dalam S-INVEST antara lain berupa Reksa Dana.
Jumlah nasabah reksa dana juga menunjukkan peningkatan signifikan yakni tumbuh 20,84 persen yoy menjadi 42.425 nasabah sampai dengan akhir November 2025.
Nilai penjualan reksa dana juga meningkat signifikan sebesar 214,37 persen dari Rp320 miliar (November 2024) menjadi Rp1.006 miliar (November 2025). ***
Editor: YAN



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?