Banner Iklan

OJK Malang Dukung Penuh Koperasi Merah Putih, Siap Fasilitasi Pelatihan dan Manajemen Risiko

Anis Hidayatie
22 Januari 2026 | 16.10 WIB Last Updated 2026-01-22T09:10:49Z


Kepala OJK Malang tegaskan dukungan penuh Koperasi Merah Putih, Siap Fasilitasi Pelatihan dan Manajemen Risiko

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menyatakan dukungan penuh terhadap keberadaan dan penguatan Koperasi Merah Putih, khususnya bagi koperasi-koperasi yang masih tergolong baru dan sedang bertumbuh. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan peningkatan kapasitas, mulai dari pelatihan hingga penguatan pemahaman manajemen risiko.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, dalam wawancara usai kegiatan pers rilis menyampaikan bahwa saat ini banyak koperasi yang masih berada pada tahap awal pengelolaan. Kondisi tersebut membutuhkan pendampingan agar koperasi dapat berjalan sehat, aman, dan berkelanjutan.

“Masih banyak koperasi yang baru berdiri. Untuk koperasi-koperasi seperti ini, OJK siap membantu, terutama dalam bentuk pelatihan. Mulai dari pengetahuan dasar, informasi, hingga bagaimana proses pengajuan pembiayaan yang aman dan sesuai aturan,” ujar Farid.

Farid menjelaskan, meskipun OJK memiliki mandat pengawasan terhadap seluruh sektor jasa keuangan, namun pengawasan koperasi berada di luar kewenangan langsung OJK, kecuali koperasi tertentu yang sebelumnya sempat masuk dalam lingkup pengawasan. Saat ini, pengawasan koperasi sepenuhnya dikembalikan kepada instansi dan mekanisme yang membidangi koperasi.

Kendati demikian, OJK tetap mengambil peran strategis dalam mendukung keberlangsungan koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih, melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia. Bentuk dukungan tersebut antara lain pelatihan akuntansi, pengelolaan keuangan, hingga manajemen risiko.

“Pelatihan manajemen risiko ini penting. Misalnya ketika koperasi memberikan pinjaman, harus dipahami bagaimana mengelola pendapatan, kemampuan meminjam, dan risiko pembiayaan. Jangan sampai terjadi kelebihan pembiayaan atau pengelolaan yang tidak terukur,” jelasnya.

Menurut Farid, pengurus koperasi perlu memiliki ukuran dan indikator yang jelas terkait kemampuan keuangan koperasi. Dengan pemahaman tersebut, koperasi diharapkan mampu mengelola usaha secara profesional, sehat, dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Melalui dukungan ini, OJK Malang berharap Koperasi Merah Putih dan koperasi-koperasi lainnya dapat tumbuh sebagai lembaga ekonomi kerakyatan yang kuat, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi anggotanya serta masyarakat luas.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • OJK Malang Dukung Penuh Koperasi Merah Putih, Siap Fasilitasi Pelatihan dan Manajemen Risiko

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now