Banner Iklan

Kisah Rohman Kedai Syakura Alas Veenuz Trawas Geluti Durian 10 Tahun, Dari Ikut Orang Hingga Jadi Bos

Anis Hidayatie
17 Januari 2026 | 15.31 WIB Last Updated 2026-01-17T08:32:40Z

 


Live TikTok Jadi Andalan, Kedai Durian Alas Veenuz Trawas Jaga Kualitas Demi Kepercayaan Pembeli

MOJOKERTO| JATIMSATUNEWS.COM: Kedai Durian Alas Veenuz Trawas terus menarik perhatian para pecinta durian, baik yang datang langsung maupun yang mengenalnya melalui siaran live TikTok. Kedai durian yang telah berdiri sejak 2014 ini dikenal konsisten menjaga kualitas, meski jualan durian diakui sebagai salah satu usaha buah paling sulit.

Rohman, pemilik Kedai Durian Syakura Alas Veenuz Trawas mengungkapkan, sebelum membuka usaha sendiri, dirinya telah lebih dulu belajar berdagang durian sejak 2011 dengan bekerja pada juragan durian. Selama lebih dari tiga tahun, ia ditempa untuk memahami karakter durian dan selera pembeli yang beragam.

“Durian itu rajanya buah. Kalau sudah bisa jualan durian, jualan buah lain pasti lebih mudah. Karena durian ini paling susah, pembelinya macam-macam,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah menyesuaikan rasa durian dengan keinginan pembeli. Ada yang menyukai rasa manis, ada yang manis-pahit, ada yang tidak terlalu lembek, bahkan ada juga yang justru mencari durian dengan rasa “ngarak” atau sedikit beraroma fermentasi.

“Durian itu beda dengan pisang atau pepaya. Kalau pisang ya rasanya pisang, pepaya ya pepaya. Kalau durian, pembelinya harus kita ikuti,” jelasnya.

Kini, setelah usahanya berkembang, ia tidak lagi turun langsung berjualan. Aktivitas jual beli dilanjutkan oleh anak-anaknya, sementara dirinya fokus mencari pasokan durian berkualitas dari berbagai daerah. Dalam satu waktu, Kedai Durian Alas Veenuz bisa mendatangkan hingga 1.000 buah durian, ditambah durian keranjangan dari Bali.

“Yang dari Bali tadi pagi datang, sekitar 50 keranjang. Sekarang sudah mulai ramai,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini wilayah Trawas tidak mengalami panen raya durian. Curah hujan yang tinggi membuat banyak durian jatuh sebelum matang sempurna. Meski begitu, harga durian saat ini relatif lebih terjangkau dibandingkan sebelum tahun baru.

“Sekarang sudah termasuk murah. Ada yang sekitar Rp20 ribuan. Kalau sebelum tahun baru kemarin, harganya masih mahal sekali,” tambahnya.

Menariknya, strategi live TikTok menjadi salah satu kunci keberhasilan Kedai Durian Alas Veenuz. Banyak pembeli datang karena mengetahui kedai ini dari siaran langsung di media sosial.

“Alhamdulillah, banyak pembeli ke sini tahunya dari live TikTok. Tapi tetap nomor satu itu rezeki dari Tuhan dan kualitas,” ujarnya.

Karena rutin melakukan live, pihaknya mengaku tidak berani menjual durian yang kualitasnya buruk atau anyep. Reputasi dan kepercayaan pembeli menjadi taruhan utama.

“Kita berani live tiap hari, jadi enggak berani kasih durian jelek. Kalau rasanya enggak enak, itu bahaya,” tegasnya.


Ia pun memberikan tips kepada pembeli agar tidak ragu membuka durian di tempat sebelum dibawa pulang.

“Bau itu belum tentu menjamin enak. Lebih aman dibuka dulu, dicicipi satu atau dua biji. Kalau sudah cocok, baru dibawa pulang,” pungkasnya.

Dengan mengandalkan kualitas, kejujuran, serta pemanfaatan live TikTok, Kedai Durian Alas Veenuz Trawas terus mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah ketatnya persaingan bisnis durian. Ans


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kisah Rohman Kedai Syakura Alas Veenuz Trawas Geluti Durian 10 Tahun, Dari Ikut Orang Hingga Jadi Bos

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now