MALANG | KEJORANEWS.COM: Revitalisasi Alun-Alun Merdeka yang mulai dilaksanakan pada Oktober 2025 dengan anggaran berasal dari TSP (Tanggungjawab Sosial Perusahaan) atau CSR (Coorporate Social Responsibility) sebesar 5 Miliar, saat ini pengerjaannya sudah mencapai di atas 90 persen. Hal ini disampaikan Plh. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang saat ditemui awak media. Rabu (21/1/2026).
"Jadi hingga saat ini, progres Revitalisasi Alun-Alun Merdeka sudah mencapai angka di atas 90 persen. Rencana akan kami _launching_ pada akhir Januari 2026," bebernya.
Dikatakannya, perubahan utama dalam revitalisasi tersebut adalah pada area tengah, yang sebelumnya air mancur berbentuk kolam sekarang mengusung konsep taman atau _dry_ _fountain_ .
"Istilahnya anak-anak bisa bermain basah-basahan atau berlarian. Dari sisi keamanan sudah dibuat _safety_. Kemudian, ada perbaikan dan penambahan playground. Untuk playground hingga saat ini penyelesaian sudah 100 persen dan lantainya aman bagi anak-anak yang bermain disitu," jelas Raymond.
Selain itu, toilet diperlebar, ada tempat bilas, ada ruang laktasi untuk ibu-ibu yang menunggu putra-putrinya serta perbaikan skateboard dan tempat duduk yang rusak. "Untuk lampu masih menggunakan lampu yang lama. Hanya saja yang semula terlalu tinggi, kini dipendekkan dengan harapan apabila menyala akan tampak lebih eksklusif. Jadi, kita tidak mengubah sama sekali," ujarnya.
Menanggapi empat kios yang dibongkar. Raymond mengungkapkan bahwa pembongkaran kios dilakukan lantaran 90 persen kayunya yang posisi di bawah maupun di atas sudah habis dimakan rayap, sehingga apabila pintu dibuka bisa jadi roboh karena memang habis dimakan rayap. "Kita perbaiki tetapi tidak merubah. Termasuk atapnya, tiang dan ukurannya juga tetap tidak ada perubahan," jelasnya.
Lalu, untuk antisipasi yang dilakukan DLH dalam menghadapi PKL (Pedangnya Kaki Lima) utamanya saat Ramadan dan menjelang lebaran. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dan dirinya berharap Alun-alun Merdeka steril dari keberadaan PKL. Raymond berharap dengan adanya revitalisasi Alun-Alun Merdeka ini dapat meningkatkan kunjungan namun tetap masyarakat berpartisipasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan dan kebersihan Alun-Alun Merdeka ini.
Di tempat berbeda, Nining salah satu masyarakat mengaku senang dan mengapresiasi wajah baru Alun-Alun Merdeka ini. Dengan adanya Alun-Alun yang sudah direvitalisasi dirinya berharap ada petugas yang berjaga di sekitar Alun-Alun sehingga dapat mengawasi apabila ada pelanggaran. Misalnya parkir liar, pedangan asongan atau menjamurnya PKL. "Di samping itu, lampunya diperbanyak agar lebih terang," harap Nining. (Ans)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?