LUMAJANG | JATIMSATUNEWS.COM
Aktivitas ekonomi di kawasan Hunian Tetap (Huntap) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Pada Rabu, 21 Januari 2026, geliat ekonomi warga Huntap tampak semakin hidup melalui kegiatan UMKM di Pasar Baru Huntap, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi bagi warga relokasi korban erupsi Gunung Semeru tahun 2021 lalu.
Pasar Baru Huntap mulai dibuka pada Agustus 2025 dan sejak itu mengalami perkembangan signifikan. Pada awal berdirinya, kegiatan UMKM hanya digelar satu kali dalam sepekan. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya antusiasme warga, kegiatan tersebut berkembang menjadi dua kali dalam seminggu. Kini, Pasar Baru Huntap telah beroperasi setiap hari, menandai kemajuan nyata dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat Huntap.
Ketua UMKM Pasar Baru Huntap, Hariyanto, kepada awak media jatimsatunews menjelaskan bahwa kegiatan UMKM di pasar tersebut resmi dimulai pada 16 Agustus 2025. Pasar Baru Huntap berlokasi di Dusun Wonomulyo dengan luas lahan mencapai sekitar 2 hektare.
“Pasar Baru Huntap memiliki total 21 stand atau outlet. Saat ini yang aktif sekitar 14 outlet dan sementara difokuskan untuk sektor kuliner,” ungkap Hariyanto.
Ia menyampaikan bahwa berbagai produk kuliner khas Lumajang menjadi unggulan utama di Pasar Baru Huntap. Beragam makanan tradisional atau jajanan jadul seperti lupis, klepon, ketan dengan berbagai topping, serta aneka makanan dan minuman khas daerah dijajakan oleh para pelaku UMKM setempat. Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi warga Huntap, tetapi juga bagi pengunjung dari luar kawasan.
Selain kuliner, Pasar Baru Huntap juga mulai diramaikan dengan stand sayuran dan sembako. Meski masih dalam tahap perintisan, keberadaan stand tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar warga Huntap sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
Hariyanto mengakui bahwa daya beli masyarakat Huntap saat ini masih relatif terbatas, mengingat kondisi perekonomian warga yang masih dalam tahap penataan pasca relokasi. Namun demikian, ia bersyukur karena minat pembeli dari luar kawasan Huntap cukup tinggi.
“Memang daya beli warga Huntap masih minim, tetapi pembeli dari luar Huntap cukup banyak. Alhamdulillah, ini menjadi awal yang baik dan kami optimistis ke depan perekonomian masyarakat Huntap akan terus meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hariyanto berharap Pasar Baru Huntap yang masih dalam tahap pengembangan ini dapat menjadi perhatian pemerintah serta lembaga keuangan. Ia menekankan pentingnya dukungan, khususnya akses permodalan, agar para pedagang UMKM dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Kami berharap pemerintah dan lembaga keuangan bisa memberikan dukungan permodalan. Huntap ini kami targetkan ke depan menjadi pusat perbelanjaan oleh-oleh sekaligus ikon wisata,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kawasan di sebelah barat Huntap direncanakan akan ditanami berbagai jenis sayur-sayuran yang nantinya dikembangkan sebagai pusat agrowisata. Dengan konsep tersebut, Pasar Baru Huntap diharapkan mampu menjadi kawasan wisata terpadu yang menggabungkan sektor perdagangan, kuliner, dan pertanian.
Harapan serupa juga disampaikan oleh warga Huntap. Mereka berharap keberadaan Pasar Baru Huntap dapat menjadi sarana untuk memperbaiki perekonomian keluarga dengan membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Dengan target pembeli yang tidak hanya berasal dari lingkungan Huntap, tetapi juga dari luar Desa Sumbermujur, pasar ini diyakini mampu mendorong peningkatan pendapatan warga secara bertahap.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Sumbermujur, Sapi’i, menyampaikan apresiasinya atas keberadaan Pasar Baru Huntap. Menurutnya, pasar ini menjadi wadah strategis bagi warga Huntap untuk menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
“Dengan jumlah penghuni Huntap sekitar 1.000 kepala keluarga, keberadaan Pasar Baru ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan perputaran roda perekonomian masyarakat agar semakin maju,” pungkasnya.
Pasar Baru Huntap kini tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan dan kemandirian warga penyintas erupsi Semeru dalam membangun kehidupan yang lebih baik pasca bencana.(Sol)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?