Banner Iklan

Walikota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Stadion Gajayana Siap Tampung 100 Ribu Jamaah Harlah Satu Abad NU

Anis Hidayatie
22 Januari 2026 | 06.19 WIB Last Updated 2026-01-21T23:20:54Z


Walikota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Stadion Gajayana Siap Tampung 100 Ribu Jamaah Harlah Satu Abad NU

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pemerintah Kota Malang menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut rangkaian puncak Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang akan digelar di Stadion Gajayana. Walikota Malang Wahyu Hidayat, selaku Ketua Panitia Pelaksana Lokal Mujahadah Kubro, memastikan seluruh aspek teknis hingga sosial kemasyarakatan telah dipersiapkan secara matang.

Wahyu Hidayat menjelaskan, Stadion Gajayana diproyeksikan menampung jamaah dalam jumlah besar yang terus mengalami peningkatan. Berdasarkan perhitungan terakhir, jumlah peserta diperkirakan mencapai hingga 100.000 jamaah dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

“Sejak awal kami sudah melakukan pengecekan dan penghitungan kapasitas Stadion Gajayana. Saya kebetulan ditunjuk sebagai pelaksana lokal untuk Harlah Satu Abad NU. Kami sudah berdiskusi intensif, baik dengan PWNU Jawa Timur maupun unsur pemerintah daerah lainnya,” ujar Wahyu saat wawancara usai menghadiri RAT KPRI GAJAYANA Rabu, 21/1/2026.

Ia menambahkan, koordinasi lintas daerah dilakukan secara terpadu, melibatkan Pemerintah Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang. Dalam struktur kepanitiaan lokal, Walikota Malang Wahyu Hidayat didapuk sebagai ketua, dengan Wakil Walikota Batu sebagai wakil ketua dan Bupati Malang sebagai bagian dari unsur pimpinan daerah.

Tak hanya soal kapasitas stadion, pengaturan arus kedatangan dan kepulangan jamaah juga menjadi perhatian utama. Jam kedatangan rombongan dari kabupaten/kota se-Jawa Timur telah diatur sedemikian rupa guna menghindari penumpukan massa dan kemacetan.

“Kami sudah mengatur jam datang dan jam pulang jamaah, termasuk pengamanan dan pengaturan parkir. Petugas keamanan, relawan, hingga tenaga pendukung dari TNI dan Polri dilibatkan. Fasilitas pendukung juga kami siapkan, termasuk pemanfaatan sekolah-sekolah di sekitar lokasi sebagai penyangga,” jelasnya.

Wahyu juga mengimbau masyarakat Kota Malang untuk memahami potensi dampak aktivitas sosial selama kegiatan berlangsung, khususnya pada 7–8 Februari. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga apabila terdapat aktivitas masyarakat yang terganggu akibat membludaknya jamaah.

“Sejak jauh-jauh hari kami sampaikan kepada masyarakat, sekitar 8 Februari Kota Malang akan kedatangan puluhan ribu jamaah. Kami mohon pengertian karena ini adalah kegiatan besar keagamaan dan kebangsaan,” tuturnya.


Sementara itu, Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU, Prof. Dr. KH. Maskuri, M.Si., memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Harlah Satu Abad NU dirancang komprehensif dan terbagi dalam tiga bidang utama. Program tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh aspek edukasi, kesehatan, ekonomi, seni, hingga penguatan sejarah dan kebangsaan.

Bidang pertama meliputi Kick Off, sarasehan pesantren dan kebangsaan, ziarah muassis dan muharriq NU, historical trip, serta Mujahadah Kubro. Ziarah muassis dan muharriq NU akan dilaksanakan serentak oleh PCNU se-Jawa Timur pada 24 Januari 2026, dilanjutkan ziarah PWNU Jatim ke Jombang pada 25 Januari.

Bidang kedua mencakup pameran UMKM, talk show, konser amal untuk Aceh dan Sumatera Utara, pameran karya seni Lesbumi se-Indonesia, pemeriksaan dan pengobatan gratis, serta sarasehan Pesantren Sehat. Pada 31 Januari, layanan pengobatan gratis digelar serentak di seluruh Jawa Timur dan terbuka bagi masyarakat umum tanpa memandang latar belakang agama.

Sedangkan bidang ketiga fokus pada lomba-lomba keilmuan santri berbasis daring, seperti qiraatul kutub, lalaran Alfiyah Ibnu Malik, pidato Bahasa Arab dan Inggris, hingga integrasi kajian kitab dengan teknologi AI.

Puncak kegiatan di Kampung Coklat Blitar akan ditutup dengan Ngaji Bareng Gus Iqdam pada 6 Februari. Adapun Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana Kota Malang diperkirakan dihadiri sekitar 60.000 jamaah, serta direncanakan dihadiri Presiden Republik Indonesia, Ketua MPR, Ketua DPR RI, dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.

“Kegiatan ini menjadi simbol kuat peringatan satu abad NU sekaligus penanda memasuki abad kedua perjuangan NU. Ulama dan pesantren adalah potensi besar bangsa yang harus terus dikonsolidasikan,” tegas Prof. Maskuri.

Dengan sinergi pemerintah daerah dan NU, Harlah Satu Abad NU di Kota Malang diharapkan berjalan lancar, khidmat, serta memberi dampak positif bagi kehidupan keagamaan, sosial, dan kebangsaan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Walikota Malang Wahyu Hidayat Pastikan Stadion Gajayana Siap Tampung 100 Ribu Jamaah Harlah Satu Abad NU

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now