Banner Iklan

DPD RI Lia Istifhama Pantau Penanganan TBC di RSUD Husada Prima Surabaya

Anis Hidayatie
25 Januari 2026 | 15.03 WIB Last Updated 2026-01-25T08:03:25Z


DPD RI Lia Istifhama,Menjaga Napas Bangsa, Dorong Penguatan Pengendalian TBC dan Penyakit Menular dari RSUD Husada Prima Surabaya

SURABAYA | JATIMSATUNEWS.COM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas kesehatan masyarakat nasional. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Husada Prima Surabaya, rumah sakit rujukan paru yang memiliki peran strategis dalam pengendalian tuberkulosis (TBC) dan penyakit menular lainnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPD RI Lia Istifhama yang akrab disapa Ning Lia disambut langsung oleh Direktur RSUD Husada Prima Surabaya, dr. Eka Basuki Rachmad, beserta jajaran manajemen dan tenaga kesehatan. Kunjungan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas tantangan, capaian, sekaligus penguatan strategi nasional dalam penanggulangan penyakit menular.

Ning Lia menegaskan bahwa TBC dan penyakit menular bukan semata persoalan medis, melainkan persoalan multidimensi yang berdampak pada produktivitas, ekonomi keluarga, hingga ketahanan sosial bangsa. Oleh sebab itu, pendekatan pengendaliannya harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Penyakit menular menyangkut hajat hidup banyak orang. Jika tidak ditangani dengan serius, dampaknya bisa meluas ke berbagai sektor kehidupan,” ujar Lia Istifhama, Jumat (23/01).

Dalam dialog bersama tenaga kesehatan, Senator muda Indonesia ini juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingginya angka kasus TBC di Indonesia. Berdasarkan data nasional, pada tahun 2023 diperkirakan terdapat lebih dari satu juta kasus baru TBC, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi pengingat kuat bahwa deteksi dini, kepatuhan pengobatan, serta edukasi pencegahan penularan harus terus diperkuat. Rumah sakit paru seperti RSUD Husada Prima memiliki peran vital, tidak hanya sebagai pusat layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat literasi dan edukasi publik tentang penyakit menular.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komite III DPD RI terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Melalui pengawasan langsung ke daerah, DPD RI berupaya memastikan kebijakan kesehatan nasional benar-benar berjalan efektif hingga ke level layanan.

Ning Lia menekankan bahwa masukan dari daerah menjadi fondasi penting dalam merumuskan rekomendasi kebijakan di tingkat nasional. Menurutnya, kebijakan kesehatan tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus lahir dari realitas lapangan.

“Pengendalian TBC dan penyakit menular lainnya membutuhkan sinergi kebijakan pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Semua elemen harus bergerak bersama,” tegasnya dengan nada empatik.

Sebagai bagian dari mandat konstitusional Pasal 22D Undang-Undang Dasar 1945, Komite III DPD RI menjalankan kegiatan reses untuk memastikan Undang-Undang Kesehatan dapat diimplementasikan secara menyeluruh dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Selain isu TBC dan penyakit menular, pengawasan juga diarahkan pada pengendalian konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) serta transformasi pendidikan kesehatan. Ketiga isu tersebut dinilai saling berkaitan dalam upaya membangun masyarakat yang sehat dan berdaya.

Lia Istifhama berharap, melalui penguatan regulasi, layanan kesehatan berbasis komunitas, dan edukasi yang masif, Indonesia mampu menurunkan beban TBC dan penyakit menular secara signifikan.

Kunjungan DPD RI Lia Istifhama ke RSUD Husada Prima Surabaya ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat—menjaga napas bangsa, sekaligus memastikan kebijakan kesehatan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • DPD RI Lia Istifhama Pantau Penanganan TBC di RSUD Husada Prima Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now