Banner Iklan

Dosen UB Raih Anugerah Pena FLP Jatim Kategori Penulis Nonfiksi

Anis Hidayatie
25 Januari 2026 | 15.20 WIB Last Updated 2026-01-25T08:20:58Z


Dosen UB Raih Anugerah Pena FLP Jatim Kategori Penulis Nonfiksi

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Forum Lingkar Pena (FLP) Jawa Timur menetapkan Dr. Eng. Elya Mufidah dari FLP Malang sebagai pemenang Anugerah Pena kategori Penulis Nonfiksi. Elya, yang berprofesi sebagai dosen Teknik Bioproses, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, unggul dari nominasi lain yang berasal dari Malang, Surabaya, dan Sidoarjo.

FLP dikenal sebagai organisasi kepenulisan yang melahirkan banyak nama penulis Indonesia, di antaranya Asma Nadia, Helvy Tiana Rosa, Habiburrahman El Shirazi (Kang Abik), dll. Hingga kini, komunitas ini memiliki ribuan anggota lintas latar belakang yang tersebar di lebih dari 125 kota di Indonesia dan mancanegara. Di Jawa Timur, jejaring FLP aktif menggelar pendampingan, kelas menulis salah satunya.

Dalam kiprahnya, Elya Mufidah tak hanya produktif di ranah akademik. Karyanya mencakup jurnal penelitian, program pengabdian masyarakat, serta puluhan buku untuk kalangan pendidikan tinggi, sekolah, remaja, hingga pembaca umum. Spektrum tema yang luas membuat tulisannya menyentuh beragam lapisan pembaca, tidak terbatas pada mahasiswa maupun komunitas akademik.

Bagi Elya, menulis adalah ruang jeda dari kesibukan mengajar dan penelitian, sekaligus bentuk pemulihan (healing) yang memampukannya merapikan gagasan dan pengalaman. Konsistensi itu berujung pada pengakuan di ajang Anugerah Pena, yang menilai kekuatan gagasan, kontribusi pengetahuan, serta dampak sosial karya nonfiksi.

Pencapaian ini diharapkan menjadi pemacu ekosistem literasi di lingkungan kampus dan kota Malang, sekaligus mendorong kolaborasi antara civitas akademika, komunitas menulis, dan masyarakat. 

Ke depan, Elya berkomitmen melanjutkan produktivitas penulisan di dua jalur: publikasi ilmiah yang memperkaya pengetahuan bidangnya di akademisi, serta buku-buku nonfiksi populer yang memperluas literasi sains di masyarakat. Ia menegaskan, kebiasaan menulis yang terjaga dapat menjadi sarana merawat nalar kritis, menyebarluaskan manfaat, dan menginspirasi generasi penulis baru di Jawa Timur dan Indonesia.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dosen UB Raih Anugerah Pena FLP Jatim Kategori Penulis Nonfiksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now