Camat Bangil di taman Bendomungal Bangil
PASURUAN | JATIMSATUNEWS.COM: Camat Bangil, Edy Supriyanto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas terealisasinya Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (PERMATA JATIM) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Program ini dinilai mampu secara nyata mengurangi kawasan kumuh sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Terima kasih kepada Provinsi Jawa Timur. Program ini paling tidak telah mengurangi lokasi kumuh di Kecamatan Bangil. Harapan kami, ke depan penanganan tidak hanya di Bendomungal, tetapi juga menyasar wilayah lain,” ujar Edy Supriyanto kepada JatimSatuNews Sabtu 23/1/2024/5.
Ia mencontohkan kondisi wilayah Kalianyar, khususnya Lingkungan Kalisari, yang sebelumnya kerap dilanda banjir karena saluran air tidak mampu mengalir ke sungai akibat tanggul yang lebih rendah dari aliran sungai. Kondisi tersebut berdampak pada munculnya berbagai penyakit di masyarakat.
“Sekarang saluran air sudah dibenahi, paving ditinggikan, dan disediakan tempat sampah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Ini sangat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” jelasnya.
Apresiasi tersebut disampaikan bertepatan dengan peresmian PERMATA JATIM oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Kelurahan Bendomungal, Rabu (21/1). Peresmian ini menjadi bukti komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan lingkungan hunian yang layak, aman, sehat, dan manusiawi bagi masyarakat.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penanganan kawasan kumuh tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan yang komprehensif, terstruktur, dan terintegrasi dengan melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
“Program Permata Jatim merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat. Penataan kawasan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik, tetapi juga memperkuat aspek sosial, ekonomi, serta mengoptimalkan potensi lokal,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, total luas kawasan kumuh di Jawa Timur mencapai 8.117,23 hektare, sementara di Kabupaten Pasuruan seluas 440,44 hektare. Adapun kawasan kumuh di Kelurahan Bendomungal tercatat seluas 11,82 hektare dengan kategori kumuh ringan.
Melalui intervensi APBD Provinsi Jawa Timur senilai Rp 9,09 miliar, berbagai kegiatan penanganan dilakukan, mulai dari pembangunan jalan paving dan drainase, normalisasi sungai, penataan kawasan makam Habib Abdullah bin Ali Al Haddad, pembangunan TPS3R, SPAM, hingga septictank komunal.
“Penataan kawasan ini juga diarahkan untuk mendukung Bendomungal sebagai kawasan wisata religi. Lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman diharapkan meningkatkan kenyamanan peziarah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan UMKM setempat,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak berhenti pada selesainya pekerjaan fisik, tetapi ditentukan oleh partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Pasuruan HM. Shobih Asrori menyampaikan bahwa penanganan kawasan kumuh merupakan persoalan kompleks yang menyangkut aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Melalui sinergi Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan, kawasan Bendomungal kini berubah menjadi lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan nyaman.
“Terima kasih kepada Gubernur Khofifah dan Pemprov Jatim atas dukungan dan kolaborasi aktif sehingga Program Permata Jatim dapat terwujud. Mari kita rawat dan jaga bersama agar kawasan ini terus berkembang menjadi ruang hidup sosial, ekonomi, dan religi yang membanggakan,” pungkasnya.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?