Banner Iklan

Beda Menulis Esai dan Opini

Anis Hidayatie
19 Januari 2026 | 14.18 WIB Last Updated 2026-01-19T07:18:42Z

 

Menulis Esay dan Opini itu berbeda

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Dalam dunia kepenulisan populer maupun akademik, istilah esai dan opini kerap digunakan secara bergantian. Padahal, keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan kedalaman yang berbeda. Memahami perbedaan esai dan opini menjadi penting, terutama bagi penulis, pendidik, mahasiswa, maupun jurnalis agar mampu memilih bentuk tulisan yang tepat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Esai merupakan bentuk tulisan yang bersifat subjektif, namun disusun secara analitis, reflektif, logis, dan sistematis. Meskipun berangkat dari sudut pandang penulis, esai tidak sekadar mengandalkan pendapat pribadi, melainkan dikembangkan melalui penalaran yang matang dan argumentasi yang utuh.

Esai itu Reflektif, Analitis, dan Terstruktur

Secara struktur, esai umumnya terdiri atas tiga bagian utama: pendahuluan, isi, dan penutup. 

Pada bagian pendahuluan, penulis memperkenalkan topik dan sudut pandang yang akan dibahas. Bagian isi berisi analisis mendalam, interpretasi, serta pengembangan argumen yang didukung oleh data, teori, atau hasil riset, sering kali bersifat akademis. 

Sementara itu, penutup berfungsi merangkum pemikiran sekaligus menegaskan kembali gagasan utama.

Fokus utama esai adalah memberikan wawasan baru kepada pembaca melalui analisis mendalam dan pembahasan yang komprehensif. Tujuan akhirnya adalah meyakinkan pembaca dengan penalaran logis dan bukti yang kuat, sehingga pembaca tidak hanya memahami topik, tetapi juga memperoleh perspektif yang lebih luas dan mendalam.

Opini ituResponsif, Personal, dan Aktual

Berbeda dengan esai, opini merupakan tulisan yang bersifat lebih langsung, reaktif, dan personal. Opini biasanya ditulis sebagai respons terhadap isu atau peristiwa yang sedang hangat atau menjadi perbincangan publik. Bahasa yang digunakan cenderung lebih sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh pembaca umum.

Fokus opini terletak pada tanggapan atau pandangan pribadi penulis terhadap suatu isu aktual. Penulis opini boleh menggunakan pengalaman pribadi, pengamatan sehari-hari, atau fakta umum sebagai dasar argumen, tanpa tuntutan riset akademis yang mendalam.

Tujuan utama opini adalah menyampaikan pandangan, sikap, atau perasaan penulis secara cepat dan jelas. Tulisan opini bisa bersifat membujuk pembaca untuk setuju dengan sudut pandang penulis, atau sekadar menjadi ruang ekspresi keyakinan dan kegelisahan terhadap suatu persoalan yang sedang berkembang.

Perbedaan Kunci antara Esai dan Opini

Perbedaan paling mencolok antara esai dan opini terletak pada kedalaman dan struktur tulisan. Esai disusun dengan struktur yang jelas dan analisis yang mendalam, sementara opini cenderung lebih singkat, reaktif, dan fleksibel dalam penyajiannya.

Dari sisi sumber dan bukti, esai sering kali menuntut penggunaan data, teori, atau riset akademis untuk memperkuat argumen. Sebaliknya, opini dapat mengandalkan pengalaman pribadi, pengetahuan umum, atau fakta sederhana yang relevan dengan isu yang dibahas.

Dari segi konteks, opini hampir selalu merespons isu yang sedang hangat atau aktual. Esai tidak terikat pada tren sesaat, melainkan lebih menekankan refleksi mendalam terhadap suatu topik yang bisa bersifat timeless atau jangka panjang.

Baik esai maupun opini memiliki peran penting dalam dunia literasi dan wacana publik. Esai membantu pembaca memahami persoalan secara mendalam dan komprehensif, sementara opini menjadi medium cepat untuk merespons dan menyuarakan sikap terhadap isu aktual. Dengan memahami perbedaan keduanya, penulis dapat lebih tepat memilih bentuk tulisan yang sesuai dengan tujuan, konteks, dan audiens yang ingin disasar. Ans 





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Beda Menulis Esai dan Opini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now