Banner Iklan

PBIO UMM Kembali Dipercaya Industri Migas Tingkatkan Kompetensi Guru di Wilayah Kepulauan

Rahmani Hafidzi
19 Januari 2026 | 13.37 WIB Last Updated 2026-01-19T06:37:48Z

Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) (Sumber: Humas UMM) 

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Biologi (PBIO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh kepercayaan dari dunia industri migas nasional. Untuk tahun kedua berturut-turut, Tim Dosen PBIO UMM terlibat dalam program peningkatan kompetensi guru yang berada di wilayah kerja perusahaan migas, khususnya kawasan kepulauan.

Kolaborasi ini melibatkan perusahaan migas di bawah koordinasi SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI), dan diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru untuk Mendukung Implementasi Deep Learning Berbantuan Kecerdasan Buatan (AI). Pelatihan berlangsung selama empat hari, pada 17–20 Januari 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Community Development (COMDEV) Kangean Energy Indonesia yang berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia lokal, terutama di bidang pendidikan. Program ini menyasar guru-guru yang berada di area operasional perusahaan.

Koordinator COMDEV Kangean Energy Indonesia, H. Ahmad Baidowi, menyampaikan bahwa pengembangan pendidikan menjadi salah satu prioritas utama perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan.

“Peningkatan kapasitas guru menjadi kunci dalam membangun kualitas pendidikan jangka panjang. Karena itu, kami menggandeng perguruan tinggi yang memiliki pengalaman kuat dalam pengabdian masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Tim Dosen PBIO UMM dinilai mampu menghadirkan pendekatan akademik yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan lokal. Ia menambahkan, kerja sama yang telah memasuki tahun kedua ini menunjukkan hasil yang positif bagi para pendidik di wilayah sasaran.

Tim Dosen PBIO UMM yang terlibat dalam pelatihan tersebut terdiri dari Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., Dr. Husamah, M.Pd., dan Fuad Jaya Miharja, M.Pd. Ketiganya aktif dalam bidang pengembangan pendidikan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua tim, Prof. Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program industri merupakan bentuk kontribusi nyata akademisi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Ia menyebut pelatihan dirancang secara partisipatif dengan memperhatikan kondisi dan tantangan pendidikan di wilayah kepulauan.

Pada hari pertama pelatihan, peserta diajak mengidentifikasi berbagai kendala pembelajaran, mulai dari keterbatasan sarana, akses teknologi, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan kondisi geografis setempat. Diskusi dan berbagi pengalaman menjadi bagian penting dalam proses pelatihan.

“Kami mendorong guru untuk mengembangkan pembelajaran yang bermakna dan kontekstual, sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan,” jelasnya.

Selain pelatihan guru, kerja sama antara PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia juga dilandasi oleh rekam jejak pengabdian masyarakat yang telah terbangun sebelumnya. Salah satunya melalui program pemberdayaan masyarakat pesisir berbasis potensi rumput laut yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan edukasi lingkungan.

Ke depan, PBIO UMM dan Kangean Energy Indonesia berkomitmen melanjutkan kolaborasi dalam berbagai program pengembangan masyarakat. Kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada pendidikan formal, tetapi juga penguatan literasi lingkungan dan ekonomi berbasis potensi lokal. (raf) 


Sumber: Berita Rilis UMM


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PBIO UMM Kembali Dipercaya Industri Migas Tingkatkan Kompetensi Guru di Wilayah Kepulauan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now