Banner Iklan

Kota Malang Darurat Banjir, Prof. Bisri Guru Besar Teknik Pengairan Ingatkan Tata Kota dan Drainase

Anis Hidayatie
07 Desember 2025 | 15.49 WIB Last Updated 2025-12-07T09:27:37Z

 


Walikota Malang Wahyu Hidayat ketika bersama Prof. Bisri (peci hitam) Guru Besar Teknik Pengairan Ingatkan Tata Kota dan Drainase

MALANG | JATIMSATUNEWS – Kota Malang kembali dilanda banjir di sejumlah titik setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi tersebut memicu keprihatinan berbagai pihak dan menegaskan bahwa masalah banjir di Kota Malang telah memasuki tahap darurat.

Guru Besar Teknik Pengairan pertama di Indonesia, Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri dalam wawancara khusus pagi Minggu, 7/12/2025 menilai banjir yang terus berulang bukan semata-mata disebabkan oleh curah hujan, melainkan lemahnya sistem pengelolaan air dan tata kota. Menurutnya, perubahan fungsi lahan yang masif membuat daya resap tanah menurun drastis.

“Pembangunan yang tidak diimbangi dengan sistem drainase dan resapan air yang memadai akan memperbesar limpasan air permukaan. Inilah yang kemudian memicu banjir,” tegas Prof. Bisri.

Ia menjelaskan, Kota Malang mengalami penyusutan ruang terbuka hijau akibat pesatnya pembangunan permukiman dan infrastruktur. Akibatnya, air hujan tidak lagi terserap optimal ke dalam tanah, melainkan langsung mengalir ke permukaan dan menggenangi kawasan padat penduduk.

Selain itu, banyak saluran drainase yang tidak terawat, menyempit, bahkan tersumbat sampah. Kondisi ini memperparah genangan karena aliran air menjadi terhambat. Prof. Bisri menekankan perlunya masterplan drainase terpadu yang benar-benar dijalankan secara konsisten.

“Penanganan banjir harus komprehensif dan berkelanjutan. Mulai dari perbaikan drainase, pembangunan sumur resapan, hingga pengendalian alih fungsi lahan,” jelasnya.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat untuk bersinergi. Menurutnya, persoalan air bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga lingkungan dan saluran air.

Jika tidak ada langkah serius dan terintegrasi, Prof. Bisri memperingatkan banjir akan terus menjadi ancaman tahunan bagi Kota Malang. 

“Ke depan, mitigasi harus menjadi prioritas, bukan sekadar respons darurat saat bencana terjadi,” ucapnya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kota Malang Darurat Banjir, Prof. Bisri Guru Besar Teknik Pengairan Ingatkan Tata Kota dan Drainase

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now