Banner Iklan

FITK UIN Malang Gelar Workshop Kurikulum Madrasah Inovatif Bersama Kemenag dan DPR RI

M. Kholilur Rohman
08 Oktober 2025 | 02.13 WIB Last Updated 2025-10-07T19:13:37Z

 

Foto: Kolaborasi antara FITK, Kemenag, dan DPR RI

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM - Program peningkatan mutu pendidikan Islam melalui acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) #1 sukses digelar di RM. Kebon Pring, Dringu, Probolinggo,pada hari Senin, 06 Oktober 2025, pukul 12.00 – 17.00 WIB. Kegiatan yang bertemakan “Workshop Pengembangan Kurikulum Madrasah Inovatif untuk Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah” ini dihadiri oleh 200 peserta dari unsur dosen, guru, dan masyarakat, menandai sebuah langkah strategis dalam memperkuat pendidikan berkarakter dan berdaya guna.

Acara yang dibuka oleh pembawa acara, Dr. Melly Elvira, M.Pd, berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selanjutnya  sambutan pertama, yang disampaikan oleh Dr.Muh.Yunus, M.Si, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan ini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sarana silaturahmi dan wadah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Harapannya, Ngopi #1 dapat menjalin sinergi antara lembaga dan masyarakat untuk bersama-sama membangun mutu pendidikan dan keagamaan. karena hanya dengan pendidikan bermutulah, cita-cita besar Indonesia Emas 2045 akan benar-benar terwujud.

Apresiasi tinggi datang dari perwakilan DPR RI Komisi VIII, H. Syaiful Nuri, yang merupakan mitra kerja Kementerian Agama melalui UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Komisi VIII mengapresiasi dan berharap kegiatan peningkatan mutu pendidikan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Dalam penyampaian sambutannya, anggota DPR RI Komisi Vlll ini menyoroti beberapa hal penting yang harus diperjuangkan demi kemajuan pendidikan madrasah:

* Penyetaraan Honorarium (Bisyaroh): Pentingnya penyetaraan honorarium antara guru pendidikan formal dan nonformal ditekankan untuk menciptakan keadilan dan penghargaan yang setara.

* Dukungan Fasilitas: Peningkatan fasilitas dan dukungan bagi lembaga pendidikan madrasah harus menjadi prioritas.

* Benteng Moral dan Akhlak: Komisi VIlI menegaskan bahwa madrasah merupakan benteng moral dan akhlakul karimah bagi generasi penerus bangsa.

* Kurikulum Berbasis Karakter: Disampaikan pentingnya kurikulum yang mampu mengintegrasikan ilmu, iman, dan takwa, agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter. Gagasan tentang kurikulum berbasis konstitusional yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas juga turut disampaikan.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FITK UIN Malang Gelar Workshop Kurikulum Madrasah Inovatif Bersama Kemenag dan DPR RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now