Puskesmas Karangploso dan FK UB Dorong Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Masa usia dini merupakan periode penting dalam perjalanan tumbuh kembang seorang anak. Usia 3 hingga 6 tahun menjadi salah satu fase emas atau golden age yang tidak akan terulang kembali. Pada masa inilah berbagai potensi fisik, kecerdasan, sosial, dan emosional anak berkembang secara pesat sehingga membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.
Kesadaran tersebut menjadi salah satu dasar digelarnya kegiatan “Tembang Ceria” (Tes dan Monitoring Tumbuh Kembang melalui Cek Rutin Anak) yang dilaksanakan oleh UPT Puskesmas Karangploso bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB).
Kegiatan yang berlangsung di Aula UPT Puskesmas Karangploso tersebut diikuti sebanyak 42 perwakilan guru TK, PAUD dan RA se-Kecamatan Karangploso, Selasa, 11 Juli 2026.
Mengusung tema “Tembang Ceria”, kegiatan dikemas dengan suasana santai namun tetap serius. Para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemeriksaan dan pemantauan kesehatan anak secara rutin, sekaligus memperoleh kesempatan untuk mengikuti praktik secara langsung.
Narasumber dalam kegiatan tersebut berasal dari UPT Puskesmas Karangploso, yakni Bdn. Ovalya Makarova, S.Tr.Keb., S.Psi., serta dokter muda dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
Materi yang diberikan tidak hanya berupa penyampaian teori, tetapi juga dilengkapi dengan praktik sehingga para guru diharapkan mampu memahami langkah-langkah dasar dalam mendukung deteksi dini kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak di lingkungan pendidikan.
Kegiatan juga berlangsung semakin menarik dengan adanya pembagian doorprize bagi peserta.
Kepala UPT Puskesmas Karangploso, dr. Trigia Yaniati, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam melakukan deteksi dini terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak.
“Melalui kegiatan ini diharapkan menjadi kegiatan yang berkelanjutan sebagai deteksi dini untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas dan ceria dengan dilakukan cek kesehatan gratis,” ujar dr. Trigia Yaniati.
Menurutnya, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut menyasar anak-anak TK, PAUD dan RA. Pemeriksaan dilakukan satu kali dalam setahun sebagai bagian dari pemantauan kesehatan anak secara rutin.
Adapun pemeriksaan yang diberikan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan gigi, pemeriksaan mata dan telinga, serta skrining kesehatan lainnya sesuai kebutuhan. Seluruh layanan pemeriksaan tersebut diberikan tanpa dipungut biaya atau gratis.
Program tersebut menjadi penting mengingat kondisi kesehatan anak tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya penyakit, tetapi juga menyangkut pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan anak.
Dengan pemantauan secara rutin, berbagai potensi gangguan kesehatan maupun tumbuh kembang dapat diketahui lebih awal sehingga langkah penanganan atau tindak lanjut dapat dilakukan sedini mungkin.
Kolaborasi antara UPT Puskesmas Karangploso dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya juga diharapkan mampu memperkuat edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Guru TK, PAUD dan RA memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan anak dalam kesehariannya. Dengan meningkatnya pengetahuan para pendidik mengenai tumbuh kembang anak, diharapkan berbagai tanda yang membutuhkan perhatian dapat lebih cepat dikenali dan dikomunikasikan kepada orang tua maupun tenaga kesehatan.
Kegiatan “Tembang Ceria” sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun generasi yang sehat sejak usia dini. Sebab, anak-anak yang mendapatkan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang sejak masa golden age memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal.
Semangat tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045, yang membutuhkan generasi penerus yang sehat, cerdas, tangguh dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan post test dan foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan tersebut, UPT Puskesmas Karangploso bersama Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya berharap edukasi dan pemeriksaan kesehatan anak dapat terus dilakukan secara konsisten serta menjadi budaya bersama di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.
“Tembang Ceria” pun diharapkan bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, melainkan menjadi langkah nyata untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal sejak usia emasnya. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?