![]() |
| Taufiqur Rahman terpilih sebagai pemimpin Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek periode 2026–2030./dok.MFT |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Regenerasi kepemimpinan Takmir Masjid Hidayatul Khoir Gasek, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, berlangsung secara terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dalam pemilihan yang digelar Senin (10/8/2026) tersebut, Ustaz Taufiqur Rahman mendapat kepercayaan untuk memimpin takmir periode 2026–2030.
Sebanyak 76 perwakilan masyarakat ikut memberikan suara dalam pemilihan yang mempertemukan dua calon, yakni Ustaz Taufiqur Rahman dan Ustaz Mursidi.
Keduanya sebelumnya telah melalui proses penjaringan dan ditetapkan sebagai calon Ketua Takmir Masjid Hidayatul Khoir.
Pemilihan ini menjadi bagian penting dalam regenerasi kepemimpinan masjid setelah Ketua Takmir sebelumnya, Ustaz Warsito, wafat pada Januari 2026.
Setelah itu, Taufiqur Rahman dipercaya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Takmir hingga digelarnya pemilihan definitif.
Ketua Panitia Pemilihan, Ustaz Sudirman Hasan, mengatakan proses pemilihan kali ini memiliki keistimewaan karena untuk pertama kalinya Masjid Hidayatul Khoir menggunakan mekanisme terbuka dengan melibatkan perwakilan dari berbagai unsur masyarakat.
"Model pemilihan seperti ini baru pertama kali dilakukan secara terbuka. Prosesnya diawali penjaringan calon yang diusulkan masyarakat. Awalnya ada empat nama potensial, namun setelah diverifikasi dan dikonfirmasi kepada para bakal calon, hanya dua orang yang menyatakan bersedia maju," ujar Sudirman.
Keterbukaan juga dilakukan dalam memperkenalkan para calon kepada masyarakat.
Panitia memasang banner dan menyebarkan flyer yang memuat profil kedua kandidat di sejumlah lokasi, mulai dari pelataran masjid hingga beberapa mushalla di lingkungan sekitar.
Sebanyak 76 perwakilan yang memiliki hak memilih berasal dari beragam unsur masyarakat.
Di antaranya Takmir Masjid, Imam Rawatib, Takmir Mushalla, Ketua RW, Ketua RT, Ranting NU, Muslimat, Fatayat, Jamaah Tahlil, Diba’, Waqiahan, Khususiyah, HIPPAM, serta perwakilan jamaah dari seluruh RT.
Menurut Sudirman, komposisi tersebut sengaja dirancang agar kepemimpinan masjid tidak hanya menjadi representasi kelompok tertentu, tetapi benar-benar mencerminkan aspirasi masyarakat secara luas.
"Pelibatan berbagai elemen ini dimaksudkan agar Masjid Hidayatul Khoir benar-benar menjadi rumah ibadah milik semua, yang mampu merangkul dan mengayomi seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan," jelasnya.
Semangat tersebut dirangkum dalam tagline Merangkul Semua, Bahagia Bersama. Tagline itu diharapkan tidak berhenti sebagai slogan pemilihan, tetapi menjadi semangat bersama dalam menjalankan kepengurusan takmir selama empat tahun ke depan.
Taufiqur Rahman pun menyambut amanah tersebut dengan mengajak seluruh jamaah dan masyarakat ikut terlibat dalam memakmurkan masjid.
"Alhamdulillah, terima kasih atas amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Amanah ini bukan kebanggaan pribadi, tetapi tanggung jawab yang harus kita jalankan bersama," ujarnya.
Ia berharap Masjid Hidayatul Khoir ke depan tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai ruang kebersamaan dan pusat kegiatan umat yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
"Saya berharap Masjid Hidayatul Khoir semakin makmur, terbuka, dan menjadi rumah ibadah sekaligus pusat kegiatan umat yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," lanjutnya.
Taufiqur Rahman juga menegaskan pentingnya menjaga semangat yang telah dibangun selama proses pemilihan.
"Merangkul Semua, Bahagia Bersama harus menjadi semangat kita dalam mengelola masjid dengan kebersamaan, amanah, dan transparansi," tambahnya.
Selain memilih ketua takmir, rangkaian pemilihan juga dilanjutkan dengan pembentukan tim formatur.
Pada putaran kedua, peserta memilih empat orang yang dipercaya membantu menyusun kepengurusan Takmir Masjid Hidayatul Khoir periode 2026–2030.
Mereka terdiri atas Ustad Sudirman Hasan, Ustad Mursidi, Ustad Asif Budairi, dan Ustad Agus Salim. Ustad Sudirman Hasan dipercaya sebagai ketua formatur.
Tim tersebut selanjutnya akan mendampingi Ketua Takmir terpilih dalam menyusun struktur kepengurusan serta merumuskan program kerja untuk periode 2026–2030.
Tak hanya berlangsung dalam suasana formal, proses pemilihan juga dikemas secara hangat dan kekeluargaan. Panitia menyediakan doorprize bagi peserta yang mampu menjawab sejumlah pertanyaan di sela-sela kegiatan.
Suasana tersebut membuat proses pemilihan berlangsung lebih cair. Meski terdapat persaingan dalam menentukan ketua, seluruh rangkaian kegiatan tetap berjalan damai dan penuh kebersamaan.
"Alhamdulillah, proses pemilihan berjalan dengan damai, rukun, dan menyenangkan. Kami berharap suasana ini terus terjaga dan menjadi semangat dalam perjalanan kepengurusan takmir yang baru," kata Sudirman.
Ia berharap kepengurusan baru dapat membawa Masjid Hidayatul Khoir berkembang menjadi masjid yang semakin terbuka, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Harapan kami, kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dan menjawab harapan masyarakat, sehingga Masjid Hidayatul Khoir semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih luas," pungkasnya.
Dengan terpilihnya Taufiqur Rahman, kepengurusan Takmir Masjid Hidayatul Khoir periode 2026–2030 memasuki babak baru.
Tantangannya bukan hanya melanjutkan program yang telah berjalan, tetapi juga membangun kepengurusan yang mampu merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjadikan masjid sebagai ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan dan kemanfaatan umat.(MFT)
Editor: YAN

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?