| Mahasiswa MMD UB Kelompok 2 bersama Kepala Desa Sumberparang saat melakukan koordinasi dan wawancara pembuatan Website Batik Sumberparang. |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2026 Kelompok 2 melaksanakan program kerja berupa pembuatan website Batik Sumberparang sebagai media informasi digital Desa Sumberporong.
Program tersebut dilaksanakan di Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat melalui pemanfaatan media berbasis website.
Kegiatan berlangsung di bawah bimbingan Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Pelaksanaan diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Sumberporong pada 7 Juli 2026, kemudian dilanjutkan observasi dan wawancara bersama Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., SH., MM., pada 11 Juli 2026 untuk menghimpun informasi mengenai sejarah, filosofi, serta perkembangan Batik Sumberparang.
Program ini diinisiasi oleh Mochammad Syauqi Rizky Novadiant, mahasiswa Program Studi Ekonomi Keuangan dan Perbankan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Pembuatan website dilakukan sebagai respons terhadap belum tersedianya media digital yang mampu menyajikan informasi Batik Sumberparang secara terpadu. Selama ini, informasi mengenai sejarah batik, filosofi motif, hingga produk yang dihasilkan masih tersebar dan belum terdokumentasi dalam satu platform yang mudah diakses masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi tantangan dalam memperkenalkan Batik Sumberparang sebagai identitas budaya Desa Sumberporong kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui program ini, mahasiswa MMD UB merancang website yang memuat berbagai informasi, mulai dari profil Batik Sumberparang, sejarah perkembangan, filosofi motif, galeri produk, hingga informasi kontak.
![]() |
| Mahasiswa MMD UB Kelompok 2 bersama Pengrajin Batik Sumberparang saat melakukan wawancara pembuatan Website Batik Sumberparang. |
Sebelum pembuatan website Batik Sumberparang dilakukan, mahasiswa terlebih dahulu melaksanakan koordinasi dengan pengrajin Batik Sumberparang yang diutus oleh Pemerintah Desa untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi yang diperlukan.
Kemudian diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara sehingga seluruh informasi yang disajikan sesuai dengan kondisi aktual di Desa Sumberporong.
Pada minggu ketiga pelaksanaan MMD UB 2026, program telah menghasilkan sejumlah capaian, di antaranya penyelesaian proses observasi, pengumpulan data sejarah dan filosofi Batik Sumberparang, penyusunan struktur website, serta penyelesaian halaman beranda dan profil Batik Sumberparang sebagai draf awal.
Sementara itu, halaman Filosofi Motif, Galeri Produk, dan Kontak masih berada dalam tahap penyempurnaan sebelum dipublikasikan sebagai media informasi resmi desa.
Kepala Desa Sumberporong, Hj. Idhinningrum, S.Sos., SH., MM., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurut beliau, pengembangan website merupakan langkah awal yang penting untuk memperluas penyebaran informasi mengenai Batik Sumberparang sekaligus memperkuat identitas budaya Desa Sumberporong melalui pemanfaatan teknologi digital.
Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pemanfaatan teknologi informasi sebagai media promosi budaya dan potensi desa.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan fokus literasi digital dalam pelaksanaan MMD UB 2026 karena mendorong masyarakat memanfaatkan platform digital sebagai sarana edukasi, dokumentasi, dan promosi budaya lokal.
Harapannya, website Batik Sumberparang dapat terus dikembangkan hingga seluruh fitur selesai dan dapat dimanfaatkan sebagai media informasi resmi desa.
Kehadiran website ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan sejarah, filosofi, dan produk Batik Sumberparang kepada masyarakat luas, tetapi juga menjadi sarana yang mendukung pelestarian budaya serta memperkuat identitas digital Desa Sumberporong di era transformasi digital.
"Saya berharap website ini nantinya dapat menjadi media informasi yang memudahkan masyarakat mengenal Batik Sumberparang. Karena itu, proses penyusunannya dilakukan secara bertahap agar informasi yang disajikan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan," ujar Mochammad Syauqi Rizky Novadiant.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?