Banner Iklan

Peringatan Prasasti Sangguran, Sri Untari Ajak Generasi Muda Malang Raya Jaga Warisan Leluhur dan Sejarah Bangsa

Admin JSN
02 Agustus 2026 • 18.42 WIB
Sri Untari dalam kebersamaan dengan berbagai komunitas budaya pada Peringatan Prasasti Sangguran untuk menjaga warisan leluhur dan identitas bangsa.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Peringatan Prasasti Sangguran menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali kesadaran masyarakat akan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Malang Raya. Melalui rangkaian pertunjukan seni, tari tradisional, hingga edukasi sejarah, para pegiat budaya mengajak generasi muda mengenali akar peradaban sekaligus menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas bangsa.

Kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas budaya dari Malang Raya tersebut berlangsung semarak. Berbagai penampilan seni tradisional disuguhkan sebagai media untuk mendekatkan sejarah kepada masyarakat, sehingga peninggalan masa lampau tidak hanya dipahami melalui buku atau cerita, tetapi juga melalui ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Anggota DPRD Jawa Timur sekaligus tokoh masyarakat, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menegaskan bahwa pelestarian sejarah merupakan investasi penting bagi masa depan bangsa.

"Prasasti Sangguran bukan sekadar batu bertulis, tetapi jejak peradaban yang menunjukkan siapa kita dan bagaimana leluhur membangun kehidupan di masa lalu. Warisan seperti ini harus terus dijaga agar generasi muda memiliki kebanggaan terhadap sejarah bangsanya," ujar Sri Untari.

Menurutnya, sejarah tidak boleh dipandang sebagai cerita masa lalu semata, melainkan sumber nilai yang relevan untuk kehidupan saat ini.

"Kalau kita mengenal sejarah, kita akan memahami jati diri bangsa. Dari para leluhur kita belajar tentang gotong royong, kebersamaan, keteguhan, dan nilai-nilai luhur yang hingga kini masih sangat dibutuhkan," tambahnya.

Prasasti Sangguran Miliki Nilai Historis Penting

Dalam kegiatan tersebut dijelaskan bahwa Prasasti Sangguran merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang memiliki keterkaitan erat dengan kawasan Malang Raya pada masa Jawa Kuno.

Prasasti tersebut berkaitan dengan penetapan wilayah Sangguran dan menjadi salah satu bukti perkembangan pemerintahan serta kehidupan masyarakat pada masa lampau. Namun hingga kini, keberadaan prasasti asli diketahui masih berada di luar Indonesia.

Berbagai upaya terus dilakukan oleh pegiat sejarah dan budaya agar Prasasti Sangguran suatu saat dapat dipulangkan ke Tanah Air. Proses tersebut membutuhkan tahapan panjang, mulai dari komunikasi, negosiasi, hingga dukungan berbagai pihak karena menyangkut aspek hukum dan pembiayaan.

Sri Untari menilai, apabila kelak prasasti tersebut dapat kembali ke Indonesia, maknanya tidak hanya sebatas pemulangan sebuah artefak.

"Yang kembali bukan hanya bendanya, tetapi juga memori sejarah masyarakat. Itu penting agar generasi sekarang dapat melihat langsung bukti perjalanan peradaban yang lahir dari tanahnya sendiri," katanya.

Replika Prasasti Jadi Media Edukasi

Sambil menunggu kemungkinan pemulangan prasasti asli, para pegiat budaya di Malang Raya terus berupaya menjaga ingatan kolektif masyarakat melalui pembuatan replika Prasasti Sangguran.

Replika tersebut ditatah menyerupai bentuk aslinya dan dimanfaatkan sebagai media edukasi agar masyarakat tetap mengenal warisan sejarah tersebut.

Pendekatan melalui seni pertunjukan, tari tradisional, hingga pengenalan artefak sejarah dinilai menjadi cara efektif untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa.

"Kita tidak boleh kehilangan ingatan terhadap sejarah. Kalau benda aslinya belum bisa kembali, semangat dan pengetahuannya harus tetap hidup di tengah masyarakat," tutur Sri Untari.

Jawa Timur Kaya Jejak Peradaban

Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa Jawa Timur memiliki banyak peninggalan prasasti lain yang menjadi sumber penting dalam merekonstruksi sejarah masa Jawa Kuno, termasuk temuan prasasti di wilayah Mojokerto yang kondisinya masih relatif lengkap.

Keberadaan berbagai peninggalan tersebut menunjukkan bahwa Jawa Timur merupakan kawasan yang kaya akan jejak peradaban. Karena itu, pelestarian situs sejarah, prasasti, artefak, maupun tradisi budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas budaya hingga generasi muda.

Menjaga Sejarah untuk Masa Depan

Sri Untari mengajak masyarakat terus nguri-uri budaya dan sejarah sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter bangsa.

Menurutnya, menjaga warisan leluhur bukan hanya merawat benda-benda bersejarah, tetapi juga menghidupkan nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Dari merekalah kita tahu siapa kita. Karena itu, sejarah harus terus dijaga, dipelajari, dan diwariskan agar Indonesia tetap memiliki jati diri yang kuat di tengah perkembangan zaman," pungkasnya.

Melalui peringatan Prasasti Sangguran, masyarakat Malang Raya diharapkan semakin menyadari bahwa memahami masa lalu merupakan langkah penting untuk membangun masa depan. Dengan mengenali akar sejarahnya, generasi muda diharapkan mampu melestarikan nilai-nilai luhur sekaligus membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju tanpa kehilangan identitas budayanya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Peringatan Prasasti Sangguran, Sri Untari Ajak Generasi Muda Malang Raya Jaga Warisan Leluhur dan Sejarah Bangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?