Banner Iklan

IHSG Menguat 0,81 Persen Sepekan, Analis Optimistis Tren Positif Berlanjut

Erdogan Thayyib
02 Agustus 2026 • 15.46 WIB


 

JAKARTA | JATIMSATUNEWS.COM: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan pekan terakhir Juli 2026 di zona hijau. Penguatan yang terjadi sepanjang pekan dinilai mencerminkan masih terjaganya optimisme investor, didukung sentimen global yang lebih kondusif serta sejumlah faktor domestik.

Pada perdagangan Jumat (31/7/2026), IHSG ditutup menguat 0,80 persen ke level 6.236,13. Secara mingguan, indeks berhasil mencatat kenaikan sebesar 0,81 persen seiring meningkatnya aktivitas beli di pasar saham.

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan penguatan IHSG didorong kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang memberikan ruang bagi investor untuk kembali melakukan akumulasi.

Menurutnya, salah satu faktor utama berasal dari keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Di sisi lain, melandainya inflasi serta pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah ekspektasi turut memengaruhi ekspektasi pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter global.

Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong penurunan harga minyak dunia sehingga kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global mulai berkurang.

Dari dalam negeri, sentimen positif juga ditopang oleh musim pelaporan kinerja keuangan emiten kuartal II 2026, serta pergerakan nilai tukar rupiah yang kembali menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menilai performa IHSG sepanjang Juli menunjukkan tren yang cukup solid. Menurutnya, penguatan tidak hanya terjadi pada sektor tertentu, tetapi hampir merata di seluruh sektor, dengan saham-saham teknologi menjadi kontributor terbesar.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham juga ditutup menguat seiring membaiknya sentimen pasar global. Sementara itu, rupiah tercatat menguat sekitar 0,49 persen ke kisaran Rp18.022 per dolar Amerika Serikat di pasar spot.

Memasuki pekan depan, para analis memperkirakan peluang penguatan IHSG masih terbuka meski pergerakannya diperkirakan tidak terlalu agresif.

Alrich memperkirakan IHSG berpotensi menguji area 6.300 hingga 6.380, sedangkan Herditya memperkirakan indeks bergerak dengan level support di 5.966 dan resistance di 6.377.

Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting sebagai penentu arah perdagangan berikutnya. Dari dalam negeri, perhatian tertuju pada rilis inflasi, neraca perdagangan, dan cadangan devisa Indonesia. Sementara dari luar negeri, investor akan memantau data Purchasing Managers’ Index (PMI) China, neraca perdagangan Negeri Tirai Bambu, serta data ketenagakerjaan Amerika Serikat, termasuk non-farm payroll (NFP) yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen pasar global.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IHSG Menguat 0,81 Persen Sepekan, Analis Optimistis Tren Positif Berlanjut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?