![]() |
| Foto bersama Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 29 dengan anggota PKK Desa Karangnongko setelah kegiatan sosialisasi dan praktik program kerja PANTAS PANGAN |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan barang-barang
bekas yang ada dan sederhana. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa
Membangun Desa Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 29 melaksanakan program
kerja PANTAS PANGAN (Pemanfaatan Barang Bekas untuk Ketahanan Pangan) di Desa
Karangnongko, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang (24/7).
Program PANTAS PANGAN ini
mengajak masyarakat memanfaatkan galon bekas menjadi budidaya ikan lele dan
tanaman kangkung dengan system aquaponic sederhana. Cara ini mudah
diterapkan di skala rumah tangga, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta
dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Kegiatan yang dimulai pukul 13.40 WIB tersebut diikuti oleh 47 anggota PKK Desa Karangnongko. Selama kegiatan,
peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga,
cara memanfaatkan barang bekas di rumah, serta pengenalan sistem aquaponik
sederhana.
Setelah penyampaian materi,
peserta diajak mempraktikkan langsung cara membuat media budidaya menggunakan
galon bekas. Galon dimanfaatkan sebagi tempat pemeliharaan ikan lele, sedangkan
bagian atasnya digunakan untuk menanam kangkung. Dengan satu media sederhana,
masyarakat dapat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran di pekarangan rumah.
Agar pengalaman yang diberikan
bisa langsung dipraktikkan, tim MMD juga membagikan sarana budidaya berupa
benih ikan lele, pakan ikan, benih kangkung, bebrapa media galon, serta pamflet
yang berisi panduan pembuatan dan perawatan aquaponik sederhana.
Awalnya, tim menyiapkan paket
budidaya untuk sejumlah peserta. Namun, antusiasme ibu-ibu PKK ternayata sangat
tinggi. Banyak peserta ingin mencoba menerapakan konsep tersebut di rumah,
sehingga benih ikan dibagi secara merata kepada peserta yang membawa wadah.
Masing-masing penerima memperoleh 5-7 ekor benih lele, sehingga lebih banyak
warga dapat merasakan manfaat dari program ini.
Selain praktik pembuatan media,
mahasiswa juga menjelaskan cara merawat ikan dan tanaman, mulai dari aklimatisasi benih ikan,
pemberian pakan, penggantian air, hingga perawatan kangkung agar dapat tumbuh
dengan baik. Pamflet yang dibagikan diharapkan dapat membantu peserta Ketika
mempraktikkan budidaya secara mandiri di rumah.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK tampak bersemangat
mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya mengenai cara merawat ikan,
menanam kangkung, hingga bagaimana sistem ini dapat diterapkan di rumah dengan
biaya yang terjangkau.
Ketua PKK Desa Karangnongko, Ibu Sujiati mengaku senang
dengan adanya program tersebut. “Kami berterima kasih pada Mas dan Mbak KKN
karena telah memberi wawasan penggunaan sampah dalam rumah tangga.
Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bisa menambah wawasan dan menambah income
bagi ibu-ibu PKK. Ilmunya sangat bermanfaat” ujar Ibu Ketua PKK Desa Karangnongko.
Sementara itu, penanggung jawab program PANTAS PANGAN, Intan
Febiyanti, berharap ilmu yang diberikan dapat terus diterapkan oleh Masyarakat
meskipun kegiatan MMD telah selesai. “Melalui program PANTAS PANGAN, saya
berharap Masyarakat Desa Karangnongko dapat melihat bahwa barang bekas
disekitar rumah, khususnya galon bekas, masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu
yang berguna. Harapan saya, ibu-ibu PKK dapat menerapkan budidaya sederhana ini
di rumah sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mengurangi
limbah rumah tangga. Semoga program ini bisa menjadi Langkah awal untuk
membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian
Masyarakat terhadap lingkungan” ujar Intan.
Melalui program PANTAS PANGAN, Mahasiswa Membangun Desa
Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 29 Desa Karangnongko berharap Masyarakat
semakin termotivasi untuk memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang
bermanfaat. Dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan, budidaya lele dan
kangkung berbasis aquaponik ini diharapkan dapat menjadi salah satu Solusi
dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi limba rumah
tangga.
Penulis : Intan Febiyanti, Mahasiswa Universitas Brawijaya



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?