Banner Iklan

PANTAS PANGAN: Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Galon Bekas

Admin JSN
03 Agustus 2026 • 08.56 WIB

 

Foto bersama Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 29 dengan anggota PKK Desa Karangnongko setelah kegiatan sosialisasi dan praktik program kerja PANTAS PANGAN

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada dan sederhana. Berangkat dari semangat tersebut, Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 29 melaksanakan program kerja PANTAS PANGAN (Pemanfaatan Barang Bekas untuk Ketahanan Pangan) di Desa Karangnongko, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang (24/7).

Program PANTAS PANGAN ini mengajak masyarakat memanfaatkan galon bekas menjadi budidaya ikan lele dan tanaman kangkung dengan system aquaponic sederhana. Cara ini mudah diterapkan di skala rumah tangga, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.40 WIB tersebut diikuti oleh 47 anggota PKK Desa Karangnongko. Selama kegiatan, peserta mendapatkan penjelasan mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga, cara memanfaatkan barang bekas di rumah, serta pengenalan sistem aquaponik sederhana.

Setelah penyampaian materi, peserta diajak mempraktikkan langsung cara membuat media budidaya menggunakan galon bekas. Galon dimanfaatkan sebagi tempat pemeliharaan ikan lele, sedangkan bagian atasnya digunakan untuk menanam kangkung. Dengan satu media sederhana, masyarakat dapat memelihara ikan sekaligus menanam sayuran di pekarangan rumah.

Agar pengalaman yang diberikan bisa langsung dipraktikkan, tim MMD juga membagikan sarana budidaya berupa benih ikan lele, pakan ikan, benih kangkung, bebrapa media galon, serta pamflet yang berisi panduan pembuatan dan perawatan aquaponik sederhana.

Awalnya, tim menyiapkan paket budidaya untuk sejumlah peserta. Namun, antusiasme ibu-ibu PKK ternayata sangat tinggi. Banyak peserta ingin mencoba menerapakan konsep tersebut di rumah, sehingga benih ikan dibagi secara merata kepada peserta yang membawa wadah. Masing-masing penerima memperoleh 5-7 ekor benih lele, sehingga lebih banyak warga dapat merasakan manfaat dari program ini.

Selain praktik pembuatan media, mahasiswa juga menjelaskan cara merawat ikan dan tanaman, mulai dari aklimatisasi benih ikan, pemberian pakan, penggantian air, hingga perawatan kangkung agar dapat tumbuh dengan baik. Pamflet yang dibagikan diharapkan dapat membantu peserta Ketika mempraktikkan budidaya secara mandiri di rumah.

Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu PKK tampak bersemangat mengikuti setiap sesi. Mereka aktif bertanya mengenai cara merawat ikan, menanam kangkung, hingga bagaimana sistem ini dapat diterapkan di rumah dengan biaya yang terjangkau.

Ketua PKK Desa Karangnongko, Ibu Sujiati mengaku senang dengan adanya program tersebut. “Kami berterima kasih pada Mas dan Mbak KKN karena telah memberi wawasan penggunaan sampah dalam rumah tangga. Mudah-mudahan ilmu yang diberikan bisa menambah wawasan dan menambah income bagi ibu-ibu PKK. Ilmunya sangat bermanfaat” ujar Ibu Ketua PKK Desa Karangnongko.

Sementara itu, penanggung jawab program PANTAS PANGAN, Intan Febiyanti, berharap ilmu yang diberikan dapat terus diterapkan oleh Masyarakat meskipun kegiatan MMD telah selesai. “Melalui program PANTAS PANGAN, saya berharap Masyarakat Desa Karangnongko dapat melihat bahwa barang bekas disekitar rumah, khususnya galon bekas, masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Harapan saya, ibu-ibu PKK dapat menerapkan budidaya sederhana ini di rumah sehingga bisa membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dan mengurangi limbah rumah tangga. Semoga program ini bisa menjadi Langkah awal untuk membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kepedulian Masyarakat terhadap lingkungan” ujar Intan.

Melalui program PANTAS PANGAN, Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya 2026 Kelompok 29 Desa Karangnongko berharap Masyarakat semakin termotivasi untuk memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan, budidaya lele dan kangkung berbasis aquaponik ini diharapkan dapat menjadi salah satu Solusi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mengurangi limba rumah tangga.


Penulis : Intan Febiyanti, Mahasiswa Universitas Brawijaya


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • PANTAS PANGAN: Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Galon Bekas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?