![]() |
| MMD Kelompok 2 Universitas Brawijaya bersama Siswa/I kelas 6A, Desa Sumberporong pada Pelatihan Pembuatan Tote bag Ecoprint |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) 2026 kelompok 2 mengadakan kegiatan yaitu “Pelatihan Pembuatan Totebag Ecoprint sebagai Media Menumbuhkan Kreativitas dan Karakter Peduli Lingkungan Bagi Siswa SD di Desa Sumberporong” pada Kamis (16/07/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di SDN Sumberporong, Desa Sumberporong, Kecamatan Lawang, yang diikuti siswa kelas 6A dengan dukungan Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T. (Dosen Teknik Industri UB) sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL).
Program tersebut diinisiasi oleh Zaynal Arifin, Mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) angkatan 2024.
Zayn menjelaskan pengertian ecoprint sebagai teknik mencetak motif menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga, menjelaskan manfaat media untuk mengembangkan kreativitas, serta alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan ecoprint.
Program pelatihan ecoprint dilaksanakan sebagai upaya edukasi kepada siswa mengenai teknik mencetak motif pada kain menggunakan daun dan bunga tanpa pewarna sintetis.
Melalui pemanfaatan tanaman di lingkungan sekitar sekolah, kegiatan ini bertujuan mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan karakter peduli lingkungan pada siswa.
Sejalan dengan SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) penguatan pendidikan karakter dan keterampilan kreatif, serta mendukung SDGs 15 (Ekosistem Daratan) dengan menanamkan kesadaran untuk memanfaatkan dan menjaga kelestarian sumber daya alam sejak dibangku sekolah SD.
Pada sesi demonstrasi, mahasiswa menjelaskan bahwa keberhasilan pembuatan ecoprint sangat dipengaruhi oleh teknik pemukulan daun. Tote bag dibersihkan dahulu,
Kemudian, daun dan bunga ditata sesuai desain yang diinginkan siswa dengan tulang daun yang menghadap kain. Setelah itu, daun ditutup dengan plastik bening dan dipukul secara merata menggunakan palu kayu hingga pigmen daun berpindah ke kain.
Mahasiswa menambahkan bahwa dalam proses pembuatan ecoprint, disarankan menggunakan daun dan bunga yang masih segar agar pigmen alami yang terkandung di dalamnya dapat berpindah ke kain secara optimal.
Penggunaan bahan alami yang segar akan menghasilkan motif dengan warna yang lebih jelas, detail, dan menarik, dibandingkan dengan daun atau bunga yang telah layu.
![]() |
| Siswa/i SDN Sumberporong mempraktikkan Tote bag Ecoprint didampingi oleh Mahasiswa MMD UB |
Siswa/i sangat antusias dan semangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan pembuatan. Mereka aktif bertanya dan saling membantu satu sama lain saat proses pembuatan tote bag ecoprint.
Pada akhir kegiatan, Para siswa diperkenankan membawa pulang hasil boleh dibawa pulang sebagai hasil dari praktik mereka sendiri agar Totebag bisa dimanfaatkan sebagai tas bekal, tas jajan, atau yang lain.
“Seru, keren, dan semoga kegiatan seperti ini setiap minggu diadakan di sekolah ini” Ujar Mail, siswa kelas 6A.
Harapannya, kegiatan ecoprint ini dapat menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian alam sejak sekolah dasar. Program ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah dan masyarakat Desa Sumberporong untuk terus mengembangkan kegiatan edukatif yang ramah lingkungan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?