Dokumentasi Kegiatan Inovasi Sabun Cuci Piring Berbasis Limbah Kulit Jeruk di Desa Sumberejo |
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 33 melaksanakan program kerja sosialisasi dan demonstrasi melalui kegiatan "Formulasi Sabun Cuci Piring Berbasis Limbah Kulit Jeruk sebagai Peluang Usaha Halal" pada Sabtu (18/7/2026) di Dusun Jajang, Desa Sumberejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program kerja ini dilaksanakan oleh Nancy Maria Br. Simatupang, Widya Ariyadi Ragil W., dan Berlian Iklil Fadia bersama anggota MMD Universitas Brawijaya Kelompok 33. Kegiatan ini melibatkan muda-mudi Dusun Jajang sebagai peserta dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah limbah kulit buah jeruk menjadi produk bernilai ekonomi yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis potensi lokal.
Desa Sumberejo dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jeruk di Kecamatan Poncokusumo. Tingginya hasil panen manjadikan jeruk sebagai komoditas unggulan yang menopang perekonomian masyarakat sekitar. Namun, aktivitas konsumsi dan pengolahan jeruk juga menghasilkan limbah kulit jeruk yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, kulit jeruk mengandung senyawa alami seperti minyak atsiri dan limonene yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun cuci piring yang lebih ramah lingkungan.
Berdasarkan dari potensi ini, mahasiswa MMD Universitas Brawijaya menghadirkan program yang memberikan inovasi pengolahan limbah dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pemanfaatan limbah kulit jeruk, branding, desain kemasan, serta pengenalan sertifikasi halal sebagai nilai ekonomi. Materi tersebut diharapkan dapat membekali peserta dengan wawasan mengenai bagaimana sebuah produk lokal dapat memiliki daya saing dan memenuhi kebutuhan pasar yang semakin memperhatikan kualitas, keamanan, dan kehalalan produk.
Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pembuatan sabun cuci piring berbahan dasar limbah kulit jeruk. Peserta tidak hanya diperkenalkan pada tahapan pembuatan produk, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses pembuatan produk. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung
“Alhamdulillah, teman-teman senang dengan kegiatannya, semoga melalui penjelasan tadi ilmu yang didapat bisa bermanfaat untuk kami kedepannya” ujar Caca salah satu peserta kegiatan ini.
Diskusi yang aktif dan praktik secara langsung membuat peserta lebih memahami bahwa limbah kulit jeruk tidak selalu berakhir menjadi sampah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi. Melalui kegiatan ini, muda-mudi Dusun Jajang diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengembangkan inovasi berbasis potensi desa dan menumbuhkan semangat berwirausaha.
Program ini merupakan salah satu bentuk implementasi pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa Universitas Brawijaya melalui Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD). Dengan memanfaatkan komoditas unggulan Desa Sumberejo, kegiatan ini tidak hanya mendorong pengelolaan limbah yang lebih berkelanjutan, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam menciptakan peluang usaha berbasis sumber daya lokal. Inovasi sederhana seperti pemanfaatan limbah kulit jeruk diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat desa yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?