![]() |
| Dokumentasi Kegiatan Mahasiswa KKN UPN Veteran Jawa Timur Olah Limbah Puntung Rokok menjadi Biopestisida Ramah Lingkungan di Rw 08 Kelurahan Banyu Urip |
SURABAYA, | JATIMSATUNEWS.COM : Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih sekaligus mendukung ketahanan pangan warga sekitar, Kelompok 9 KKN SDG’s UPN Veteran Jawa Timur resmi meluncurkan dan melaksanakan program kerja PUNTUNG (Pusat Pembasmi Hama Tangguh) di Balai RW 08, Kelurahan Banyu Urip, Surabaya pada Selasa, 04 Agustus 2026.
Program ini berfokus pada pengelolaan dan pemanfaatan limbah puntung yang cukup banyak dibiarkan berserakan di pemukiman warga untuk diolah menjadi biopestisida organik yang lebih efektif untuk mengusir dan membasmi hama pada tanaman. Langkah ini menjadi solusi ganda bagi warga dalam pengelolaan limbah lingkungan dan penyediaan sarana pendukung pertanian di perkotaan.
Solusi Lingkungan dan Dukungan Program “Makan Ketan"
Pelaksanaan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan biopestisida dari limbah puntung rokok ini disambut hangat oleh perangkat kelurahan dan warga setempat. Program ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan wilayah RW 08 yang saat ini sedang aktif berpartisipasi dalam perlombaan kampung pangan lokal bertajuk "Makan Ketan”
Kasi Kesra Kelurahan Banyu Urip, Bu Ika, mengapresiasi tinggi langkah taktis yang dibawakan oleh para mahasiswa KKN UPN Kelompok 9 tersebut.
"Program ini membawa dua manfaat sekaligus: memberikan ilmu dan memberikan sampel biopestisida. Di RW 08 ini warga sedang mengikuti lomba 'Makan Ketan' untuk memberdayakan pekarangan rumah demi ketahanan pangan. Ditunjang biopestisida hasil olahan puntung rokok ini, program ketahanan pangan warga makin mantap," ujar Bu Ika.
Bu Ika juga menegaskan bahwa limbah puntung rokok selama ini menjadi masalah kebersihan yang sulit dihindari. Dengan adanya terobosan ini, sampah yang semula mengotori lingkungan kini dapat diubah menjadi produk bernilai guna dan bermanfaat nyata.
Solusi Praktis Basmi Hama Tanaman
Secara teknis, kandungan nikotin dan senyawa kimia dalam puntung rokok diekstraksi menjadi larutan semprot organik yang ampuh membasmi berbagai jenis hama penggangu tanaman hortikultura, seperti ulat, kutu daun, dan hama tanaman buah.
Ketua RT 08, Bapak Yono, mengungkapkan kesenangannya terhadap kehadiran program PUNTUNG. Menurutnya, biopestisida ini sangat dibutuhkan warga yang memanfaatkan pekarangannya untuk bercocok tanam.
"Program ini sangat penting untuk membasmi hama pada tanaman buah warga, seperti cabai dan tomat. Harapan saya program ini bisa terus berjalan dan sukses. Kalau bisa, semua RT dilatih hingga mampu memproduksi dan menjual produk ini sendiri agar ada pemasukan tambahan bagi warga," ungkap Bapak Yono.
Keunggulan Program PUNTUNG:
- Pengurangan Limbah: Mengurangi keberadaan limbah puntung rokok di pemukiman padat penduduk.
- Ekonomis & Ramah Lingkungan: Menghemat biaya pembelian pestisida kimia serta aman bagi lingkungan.
- Mendukung Ketahanan Pangan: Membantu mengoptimalkan hasil panen pekarangan warga (cabai, tomat, sayuran).
- Peluang UMKM Kampung: Berpotensi dikembangkan menjadi produk komersial khas RW 08.
Apresiasi RW dan Harapan Keberlanjutan
Ketua RW 08 Girilaya, Bapak Hadi Prayitno, turut menyampaikan apresiasi serta rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN UPN Kelompok 9. Ia berharap kerja sama dan transfer ilmu ini tidak berhenti pada acara sosialisasi saja, melainkan terus direplikasi oleh masyarakat luas.
"Pemanfaatan limbah menjadi barang berguna seperti ini sebenarnya sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat, tidak hanya di RW 08. Kami sangat berterima kasih atas ilmu, masukan, serta pendampingan dari adik-adik mahasiswa UPN," tutur Bapak Hadi Prayitno.
Melalui program kerja PUNTUNG, mahasiswa KKN UPN Kelompok 9 berhasil membuktikan bahwa inovasi berbasis kepedulian lingkungan mampu memberikan dampak ekonomi, ekologis, dan sosial yang nyata bagi kemajuan masyarakat perkotaan.
Penulis : Ardhena Vareldio Pratama Hadianto, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?