Banner Iklan

Mahasiswa KKN Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Warga Gondek, Manfaatkan Limbah Rambut Jagung Menjadi "Teh Ramustika"

Admin JSN
01 Agustus 2026 • 17.50 WIB

 

Perwakilan mahasiswa KKN SDGs Kelompok 6 UPN "Veteran" Jawa Timur menyerahkan Pouch Teh Ramustika kepada Kepala Desa Gondek sebagai bentuk implementasi inovasi pengolahan limbah rambut jagung menjadi produk bernilai tambah.

JOMBANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pada Rabu (22/07/2026), Mahasiswa KKN Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur menggelar kegiatan edukasi kreatif bertajuk "Teh Ramustika" di Balai Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Program ini mengajak warga untuk mengolah rambut jagung, salah satu limbah pertanian yang selama ini kerap dibiarkan menumpuk atau dibakar begitu saja, menjadi produk teh herbal yang bernilai jual.

Desa Gondek menjadi salah satu wilayah dengan hasil panen jagung yang cukup melimpah di Kecamatan Mojowarno, hal tersebut mengakibatkan adanya penumpukan kulit dan rambut jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Limbah tersebut sering kali hanya dibiarkan menumpuk di pekarangan warga hingga menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang hama, atau dibakar begitu saja yang berpotensi mencemari udara.

Berbekal hasil observasi tersebut, Mahasiswa KKN Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur menghadirkan solusi dengan mengolah limbah rambut jagung menjadi produk bernilai guna. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan mengurangi dampak lingkungan akibat limbah pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang selama ini belum tergarap secara maksimal.

"Awalnya saat kami melakukan survei, kami melihat bahwa Desa Gondek memiliki potensi hasil panen jagung yang sangat melimpah. Dari situ muncul gagasan untuk memanfaatkan limbah jagung menjadi program kerja yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab" ujar Chris selaku koordinator Divisi Acara Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur.

Dalam sesi edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa rambut jagung menyimpan sejumlah kandungan alami yang jarang diketahui masyarakat, mulai dari antioksidan seperti senyawa fenolik dan flavonoid, vitamin B dan C, berbagai mineral seperti kalium, kalsium, magnesium, hingga zat alami seperti tanin dan beta-sitosterol. Kandungan-kandungan ini dipercaya membawa manfaat kesehatan yang cukup beragam, mulai dari membantu menjaga tekanan darah, mengontrol kadar gula darah, menjaga kadar kolesterol, sampai melindungi tubuh dari radikal bebas.

Yang membuat warga makin antusias, proses pembuatan Teh Ramustika ternyata tidak serumit yang dibayangkan. Dalam demonstrasi yang dipandu oleh pemateri mahasiswa KKN, rambut jagung cukup dikeringkan menggunakan oven atau dijemur di bawah sinar matahari, lalu dimasukkan ke dalam kantong teh. Setelah itu, teh tinggal diseduh dengan air panas dan ditambahkan gula sesuai selera, bahkan bisa ditambah irisan lemon agar rasanya lebih segar saat dinikmati.

Tak hanya soal cara membuat, mahasiswa KKN juga membekali warga dengan gambaran potensi ekonominya. Dari satu batch produksi dengan 500 gram rambut jagung sebagai bahan baku, warga bisa menghasilkan sekitar 75 kantong teh atau setara 15 standing pouch berisi lima tea bag.

Dengan total biaya produksi sekitar Rp.45.000 hingga Rp.50.000 per batch, harga pokok produksi per standing pouch diperkirakan hanya berkisar Rp3.000-an saja, angka yang cukup menjanjikan mengingat bahan bakunya berasal dari limbah yang selama ini tidak terpakai.

"Modalnya kecil banget, apalagi bahan bakunya limbah yang gratis. Kalau dikemas dan dipasarkan dengan baik, ini bisa jadi peluang usaha rumahan yang cukup menjanjikan buat ibu-ibu di sini" jelas Salsabila selaku pemateri.

Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Tak sedikit dari mereka yang ingin langsung mencoba membuat sendiri teh rambut jagung tersebut sambil sesekali bertanya seputar cara penyimpanan dan pengemasan agar produk lebih tahan lama.

Melalui program Teh Ramustika, Mahasiswa KKN Kelompok 6 Veteran Jawa Timur berharap warga Desa Gondek tidak hanya mendapat pengetahuan baru soal pengolahan limbah pertanian, tetapi juga terdorong untuk mulai mencoba memproduksi Teh Ramustika secara mandiri dirumah masing-masing.

"Harapan kami, ini tidak berhenti di hari ini saja. Semoga warga terus mencoba dan mengembangkannya sendiri, siapa tahu ke depannya Teh Ramustika bisa jadi produk unggulan khas Desa Gondek" ujar Rizal yang merupakan Koordinator Desa Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur.

Program Teh Ramustika juga menjadi wujud nyata semangat Kuliah Kerja Nyata yang mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui pendampingan ini, mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar dari pengalaman warga dalam mengembangkan potensi desa.

"KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi bagaimana mahasiswa menjawab persoalan nyata di masyarakat. Di sini pertukaran ilmunya berjalan dua arah, mahasiswa membawa gagasan, warga membagi pengalaman," tutur Dosen Pembimbing Lapangan KKN O6 Gondek, Arivia Fikratuz Zakia, S.E., M.Sc.,


Penulis: Kelompok KKN 6 SDGs Gondek UPN Veteran Jawa Timur


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa KKN Kelompok 6 UPN Veteran Jawa Timur Edukasi Warga Gondek, Manfaatkan Limbah Rambut Jagung Menjadi "Teh Ramustika"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?