Banner Iklan

Lompatan 2 Dekade Universitas Ma Chung Malang: Dari Kampus Entrepreneur Menuju Trendsetter Pendidikan Global

Admin JSN
06 Agustus 2026 • 11.48 WIB
Rektor Universitas Ma Chung, Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, MS., M.Sc. di kantor rektorat 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Ma Chung, telah tersohor sebagai pencetak wirausahawan muda atau kampus entrepreneur. Kini, kampus tersebut mematok target baru, bukan sekadar menjadi kampus terbaik, tetapi menjadi institusi yang mampu membentuk perubahan bagi lingkungan di sekitarnya. Itulah visi Universitas Ma Chung menjelang usia ke-20 pada 2027 mendatang.

Universitas Ma Chung memilih melakukan percepatan transformasi melalui semangat "Covering Transformative, Converganize", sebuah konsep yang menempatkan kolaborasi sebagai fondasi utama membangun masa depan pendidikan.

Rektor Universitas Ma Chung Prof. Dr. Ir. Stefanus Yufra Menahen Taneo, MS., M.Sc. menegaskan, perubahan besar tidak mungkin dicapai oleh perguruan tinggi jika berjalan sendiri.

"Kemajuan tidak bisa dicapai sendiri. Karena itu kami membangun kolaborasi melalui pentahelix yang melibatkan akademisi, dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan media. Bahkan sekarang konsep itu berkembang menjadi heksahelix sesuai kebutuhan masyarakat. Kami percaya media memiliki peran yang sangat besar dalam membangun perubahan," ujarnya pada media ini Rabu 5 Agustus 2025.

Menurutnya, dua puluh tahun pertama merupakan fase membangun pondasi institusi. Memasuki usia ke-20, Universitas Ma Chung akan memasuki babak baru.

"Kalau sebelumnya kami membangun Universitas Ma Chung sebagai institusi yang menjadi teladan, maka fase berikutnya adalah bagaimana kami ikut membentuk dunia di mana kami berada. Kami ingin menjadi trend setter. Untuk itu diperlukan kerja sama dan masukan dari banyak pihak."

Salah satu kegiatan pembentukan karakter mahasiswa Ma Chung 

Bukan Sekadar Mengejar Akreditasi

Di balik target besar tersebut, Universitas Ma Chung telah menetapkan tiga fokus utama hingga 2027.

Pertama, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan.

 Kedua, memperkuat mutu akademik melalui riset, inovasi, dan akreditasi. 

Ketiga, membangun kemandirian finansial agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

"Kualitas perguruan tinggi bukan hanya dilihat dari lulusan, tetapi juga dari karya ilmiah, hak paten, inovasi, opini akademik, hingga manfaat yang dirasakan masyarakat. Kami ingin unggul bukan sekadar di atas kertas, tetapi unggul dalam kualitas sesungguhnya," kata Rektor Ma Chung dalam sebuah wawancara di kantor rektorat, Selasa 4 Agustus 2025.

Saat ini Universitas Ma Chung memiliki 12 program studi yang terdiri atas program diploma, sarjana, dan profesi. Sebanyak enam program studi telah meraih akreditasi Unggul, sementara sisanya terus dipersiapkan menuju capaian yang sama.

Langkah berikutnya adalah membuka program doktor (S3).

"Kalau S1 membangun pengetahuan, S2 mengembangkan pengetahuan, maka S3 harus menghasilkan pengetahuan baru. Itu yang sedang kami siapkan," ungkap Rektor.

Kampus Ma Chung di puncak Tidar Kota Malang 

Kampus yang Lahir dari Mimpi 90 Pengusaha

Keunikan Universitas Ma Chung tidak hanya terletak pada program akademiknya. Perguruan tinggi ini lahir dari gagasan 90 pengusaha sukses yang memiliki cita-cita menghadirkan kampus dengan budaya kewirausahaan yang kuat.

Semangat para pendiri itulah yang kemudian diterjemahkan ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak selalu diwajibkan menyelesaikan skripsi sebagai tugas akhir. Mereka dapat memilih membuat business plan, menghasilkan inovasi bisnis, maupun menyelesaikan proyek nyata bersama industri yang langsung memberi solusi terhadap kebutuhan perusahaan.

"Kami ingin mahasiswa memiliki mindset entrepreneur. Apa pun program studinya, mereka harus memahami kepemimpinan, komunikasi, bisnis, dan mampu menciptakan peluang, bukan sekadar mencari pekerjaan," jelasnya.

Pendekatan ini membuat mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata sejak masih duduk di bangku kuliah.

Mahasiswa Ma Chung mendapatkan pendidikan menjadi entrepreneur 

Mengapa Lulusan Ma Chung Nyaris Tak Pernah Menganggur?

Salah satu capaian yang paling menarik perhatian adalah masa tunggu kerja lulusan rata-rata nol bulan.

Sebagian besar lulusan telah bekerja, melanjutkan studi, atau membangun usaha sendiri bahkan sebelum diwisuda.

Keberhasilan tersebut bukan hadir secara kebetulan. Universitas Ma Chung membekali seluruh mahasiswa dengan kompetensi tribahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris melalui sertifikasi ETS-TOEIC, serta Bahasa Mandarin melalui sertifikasi HSK.

Mahasiswa juga diwajibkan menguasai teknologi informasi melalui sertifikasi Microsoft, memperoleh pendidikan kepemimpinan, kewirausahaan, komunikasi, berpikir kritis, serta penguatan karakter melalui 12 Nilai Universitas Ma Chung.

Di sisi lain, kedekatan dengan jaringan para pendiri yang berasal dari kalangan pengusaha membuka akses lebih luas terhadap dunia industri.

"Sejak awal memang desainnya seperti itu. Kami ingin lulusan siap berkarya ketika meninggalkan kampus," katanya.

Inovasi Didukung Fasilitas dan Riset

Transformasi pendidikan juga didukung fasilitas yang terus berkembang.

Universitas Ma Chung memiliki berbagai laboratorium modern, termasuk Laboratorium Warren Buffet dan Laboratorium Jaringan Komputer Bill Gates, International Testing and Training Center, perpustakaan, sarana olahraga, bus kampus, hingga ruang belajar yang nyaman.

Di bidang penelitian, kampus ini memiliki Pusat Penelitian Pigmen Material Aktif (P3MA) yang ditetapkan sebagai Pusat Unggulan IPTEK Nasional, sekaligus Malang Digital Core (MDC) sebagai co-working space dan inkubator bisnis bagi mahasiswa yang ingin menjadi technopreneur.

Mahasiswa juga memperoleh kesempatan mengikuti student exchange, summer camp, maupun winter camp di berbagai negara sehingga memiliki pengalaman internasional sebelum lulus.

Pendidikan yang Bertumbuh Bersama Masyarakat

Bagi Universitas Ma Chung, transformasi tidak berhenti pada ruang kelas.

Karena itu kampus juga aktif membangun ruang kolaborasi lintas budaya. Salah satunya melalui penyelenggaraan Chi Fest 2026 pada 19–20 September mendatang yang mengangkat tema Ma Chung Global Vision.

Festival tersebut memadukan budaya Indonesia dan Tionghoa melalui pameran kuliner, bisnis kreatif, talk show, hingga lomba seni sebagai simbol bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat.

Memasuki usia dua dekade, Universitas Ma Chung tampaknya tidak sekadar ingin dikenal sebagai kampus dengan masa tunggu kerja nol bulan atau program studi yang unik. Lebih dari itu, kampus ini sedang menyiapkan sebuah lompatan besar: membangun ekosistem pendidikan yang melahirkan ilmuwan, technopreneur, pemimpin, sekaligus wirausahawan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat, Ma Chung memilih satu kata sebagai arah perjalanan berikutnya: bertransformasi. Sebab, bagi kampus yang lahir dari semangat 90 pengusaha itu, pendidikan bukan sekadar menghasilkan sarjana, melainkan membentuk manusia yang mampu menciptakan perubahan. Ans 





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Lompatan 2 Dekade Universitas Ma Chung Malang: Dari Kampus Entrepreneur Menuju Trendsetter Pendidikan Global

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?