Guru Besar UIN Malang Prof Fauzan Zenrif (tengah) nilai positif kenaikan IHSG di Akhir Juli 2026
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Juli 2026 menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia masih tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut dinilai mencerminkan fundamental ekonomi nasional yang kuat serta stabilitas dunia usaha yang terus terpelihara.
Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam bidang Kepakaran Ulumul Qur'an dan Tafsir untuk Pengembangan Sosial dan Ekonomi Komunitas, Prof. Dr. H. M. Fauzan Zenrif, menilai penguatan IHSG tidak hanya menjadi kabar baik bagi pasar modal, tetapi juga menjadi indikator bahwa berbagai sektor ekonomi nasional masih memiliki daya tahan yang baik.
Menurutnya, meningkatnya IHSG menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia. Fundamental perusahaan yang tetap solid serta kebijakan ekonomi yang mampu menjaga stabilitas menjadi faktor penting yang menopang optimisme tersebut.
"IHSG yang menguat merupakan refleksi dari kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Ini menunjukkan bahwa dunia usaha masih memiliki prospek yang baik meskipun ekonomi global masih menghadapi berbagai tantangan," ujar Prof. Fauzan Zenrif, Minggu (2/8/2026).
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Malang Bidang Perekonomian periode 2021–2026 itu menambahkan, stabilitas ekonomi merupakan modal utama untuk menciptakan iklim investasi yang sehat. Ketika investor memiliki keyakinan terhadap kondisi ekonomi, maka peluang masuknya investasi baru akan semakin besar dan berdampak pada penciptaan lapangan kerja.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa capaian positif di pasar modal harus diiringi dengan pemerataan manfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkualitas bukan hanya tercermin dari angka-angka di bursa saham, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat, berkembangnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta terbukanya kesempatan kerja.
"Dalam perspektif ekonomi yang berkeadilan sebagaimana diajarkan Islam, pertumbuhan harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Optimisme ekonomi hendaknya diterjemahkan menjadi penguatan sektor riil, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesejahteraan rakyat," jelas Pendamping Ekonomi Desa Berbasis Komunitas yang sekarang getol melakukan pendampingan peningkatan ekonomi ke desa-desa di wilayah Gondanglegi Kabupaten Malang ini.
Prof. Fauzan juga menilai bahwa sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar momentum positif ini dapat dipertahankan. Kebijakan yang konsisten dalam menjaga stabilitas ekonomi akan meningkatkan daya saing Indonesia sekaligus memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang.
Ia berharap penguatan IHSG menjadi awal dari pertumbuhan ekonomi nasional yang semakin inklusif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
"Kepercayaan investor adalah modal penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi itu mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Di situlah ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi yang sesungguhnya," ungkapnya. Ans



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?