Banner Iklan

Haul Al Maghfurlah KH. Asroful Anam Abdul Karim ke-6 Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu Widodaren Ngawi, Kesempatan Lelang Wakaf Masih Berlanjut

Admin Cyber
09 Agustus 2026 • 07.37 WIB

 KH. Abdul Wahid Magetan mengisi acara Haul Al Maghfurlah KH. Asroful Anam Abdul Karim ke-6, Kyai Muhammad Sahlan ke-15, dan Masyayikh Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu pada Sabtu malam.(07/08/2026).Foto/Dok:Qony.


NGAWI|JATIMSATUNEWS.COM:

Acara Haul Al Maghfurlah KH. Asroful Anam Abdul Karim ke-6 Kyai Muhammad Sahlan ke-15 dan Masyayikh Ponpes Nurul Burhan diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Ponpes Nurul Burhan (ILNUHA), dengan menghadirkan penceramah "pianis Mbah GusDur" KH. Abdul Wahid pengasuh Ponpes Miftahul Nurul Huda Magetan, yang merupakan jebolan dari Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu Kecamatan Widodaren Ngawi.(8/08/2026)

Alumni Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu Widodaren Ngawi dikenal dengan kesederhanaan dalam bersikap dan mampu berbaur dengan semua lapisan masyarakat, sehingga acara puncak Haul yang dirangkai dengan pengajian umum ini berhasil menarik animo masyarakat. Di mana kesempatan itu, menjadi momentum penting untuk bersatu dalam keberanian meneruskan perjuangan KH. Asroful Anam Kedungprahu.

"Jadi Kyai dan orang kaya, derajatnya lebih tinggi orang kaya. Hal ini sesuai tingkatan derajat menurut Allah. Di mana yang pertama adalah orang yang mau berjuang meluhurkan agama Allah dengan sebagian harta bendanya, setelah itu baru dengan dirinya," sebut KH. Abdul Wahid yang menafsirkan surah Q.S At-Taubah ayat 41.

Di sisi lain, harta itu sebenarnya adalah rezeki yang paling rendah. Hal ini berdasarkan dawuh dari asyaikh Mutawalli Asy-Sya'rawi yang menyatakan, "Harta adalah rezeki yang paling rendah. Afiyah adalah rezeki yang paling tinggi. Anak salih adalah rezeki yang paling utama. Sedangkan ridha Allah adalah rezeki yang sempurna."

Menariknya, Ketua NU-Care LAZISNU PCNU Kabupaten Ngawi, Kyai Hasim yang juga merupakan alumni Ponpes Nurul Burhan, menyampaikan terkait prosesi belajar mengajar yang sudah digelar di lembaga formal dan nonformal di lingkungan Ponpes, tetapi belum ada tempat yang memadai, yang akhirnya harus meminjam-minjam tempat lain. Sehingga para peserta haul diharapkan mampu berkontribusi dalam pembebasan tanah wakaf.

Jariyah Wakaf dalam program pembebasan lahan, untuk pengembangan Ponpes Nurul Burhan. Di mana tanah seluas 1680 m² yang berada di sebelah selatan Ponpes, dengan total harga 640 juta rupiah dan harga permeter 400 ribu rupiah. Dermawan dapat berkontribusi melalui rekening BRI atas nama Panitia Pembebasan Tanah Wakaf PP Nurul Burhan, dengan nomor rekening 3759 01 060994 536 dan melakukan konfirmasi ke admin 0822 3460 0150 (Bp. Hasyim) atau ke 0857 2312 1117 (Bp. Marzuqi).

Penceramah juga menyampaikan kontribusi dalam acara Haul bisa melalui harta, ilmu, bahkan pangkat. Hal ini sekaligus menghormati peran pejabat yang telah bersedia memberikan izin diselenggarakannya acara Haul di lingkungan Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu. Selanjutnya Kepala Desa Widodaren Woko Supriyanto menyampaikan tentang fungsi Haul untuk menyambung syarat kebatinan. 

Puncak Haul Maghfurlah KH. Asroful Anam Abdul Karim ke-6 Kyai Muhammad Sahlan ke-15 dan Masyayikh Ponpes Nurul Burhan yang diselenggarakan pada Sabtu malam (07/08/2026) ini melibatkan seluruh Banom dan Lembaga NU di Kecamatan Widodaren, karena shohibul bait merupakan ketua JQH dan Ketua PR Fatayat NU Widodaren, dengan pengamanan dari Banser, PN, dan Karang Taruna setempat.(Qony)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Haul Al Maghfurlah KH. Asroful Anam Abdul Karim ke-6 Ponpes Nurul Burhan Kedungprahu Widodaren Ngawi, Kesempatan Lelang Wakaf Masih Berlanjut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?