![]() |
| Dokumentasi Kegiatan Demonstrasi Inovasi TEBARIN dan Sosialisasi RDKK Tingkatkan Kesiapan Kelompok Tani Setyo Bakti untuk Menghadapi Musim Tanam |
BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM : Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata
(KKN) UPN "Veteran" Jawa Timur Kelompok 46 Sedahkidul berkolaborasi
dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menyelenggarakan kegiatan demonstrasi
inovasi TEBARIN (Alat Tebar Pupuk Inovatif Semi Otomatis Berbasis Pipa PVC)
sekaligus sosialisasi penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)
dan petunjuk teknis penyaluran pupuk bersubsidi terbaru. Kegiatan yang
berlangsung di Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro ini
diikuti oleh anggota Kelompok Tani Setya Bakti sebagai upaya meningkatkan
efisiensi budidaya pertanian sekaligus memperkuat pemahaman petani terhadap
mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi. .
Kolaborasi antara
mahasiswa KKN dan PPL ini bertujuan untuk mendukung peningkatan efisiensi
budidaya pertanian sekaligus meningkatkan pemahaman petani mengenai
administrasi penyaluran pupuk bersubsidi. Kegiatan tersebut dihadiri oleh
anggota Kelompok Tani Setya Bakti yang mengikuti seluruh rangkaian acara dengan
antusias.
Pada kesempatan
tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan dan mendemonstrasikan penggunaan
TEBARIN, sebuah alat tebar pupuk semi otomatis yang dibuat menggunakan bahan
utama pipa PVC. Alat ini dirancang sebagai Teknologi Tepat Guna (TTG) yang
sederhana, ekonomis, mudah dibuat, dan mudah dioperasikan oleh petani. Inovasi
ini berangkat dari hasil observasi mahasiswa selama pelaksanaan KKN yang
menunjukkan bahwa sebagian besar petani di Desa Sedahkidul masih menebarkan
pupuk granul secara konvensional menggunakan sendok makan. Cara tersebut
dinilai kurang efisien, membutuhkan waktu lebih lama, serta berpotensi
menghasilkan sebaran pupuk yang kurang merata.
"Kami
melihat bahwa sebagian besar petani masih menggunakan sendok makan untuk
menyebarkan pupuk granul. Berangkat dari kondisi tersebut, kami mencoba
menghadirkan solusi sederhana melalui TEBARIN sebagai teknologi tepat guna yang
mudah dibuat, murah, dan sesuai dengan kebutuhan petani. Harapannya, alat ini
dapat membantu meningkatkan efisiensi proses pemupukan di lahan
pertanian," ujar PIC Program TEBARIN KKN 46 UPN
“Veteran “Jawa Timur
Melalui demonstrasi
langsung di hadapan peserta, mahasiswa menjelaskan cara penggunaan alat,
mekanisme kerja, hingga keunggulan TEBARIN dalam mempercepat proses pemupukan
tanpa mengurangi kemudahan pengoperasiannya. Diharapkan alat ini dapat menjadi
alternatif sederhana yang mampu meningkatkan efisiensi tenaga dan waktu dalam
kegiatan pemupukan di lahan pertanian.
Selain demonstrasi
teknologi tepat guna, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi oleh PPL Desa
Sedahkidul mengenai penyusunan RDKK sebagai syarat utama pengajuan pupuk
bersubsidi untuk musim tanam tahun berikutnya. Pada kesempatan tersebut, PPL
juga menjelaskan petunjuk teknis terbaru mengenai mekanisme penyaluran pupuk
bersubsidi, mulai dari persyaratan administrasi, prosedur pengajuan, hingga
ketentuan yang harus dipenuhi oleh petani agar dapat memperoleh alokasi pupuk
sesuai peraturan yang berlaku.
PPL menegaskan bahwa
penyusunan RDKK yang tepat menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran
penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani.
"RDKK
merupakan dasar dalam penetapan kebutuhan pupuk bersubsidi setiap kelompok
tani. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara tepat dan sesuai
kondisi riil di lapangan agar penyaluran pupuk dapat berjalan efektif dan tepat
sasaran," jelasnya.
Setelah sesi pemaparan
materi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para anggota
kelompok tani aktif menyampaikan berbagai pertanyaan, baik mengenai penggunaan
TEBARIN maupun proses penyusunan RDKK dan kebijakan terbaru mengenai pupuk
bersubsidi. Diskusi berlangsung interaktif sehingga peserta memperoleh
pemahaman yang lebih mendalam terhadap kedua materi yang disampaikan.
Melalui kolaborasi
ini, Mahasiswa KKN UPN “Veteran” Jawa Timur Kelompok 46 Sedahkidul berharap
inovasi TEBARIN dapat menjadi alternatif teknologi sederhana yang mampu
meningkatkan efisiensi pemupukan di tingkat petani. Di sisi lain, sosialisasi
mengenai RDKK dan penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan dapat membantu
kelompok tani memahami prosedur administrasi secara lebih baik sehingga proses
pengajuan pupuk bersubsidi pada tahun mendatang dapat berjalan lancar dan
sesuai ketentuan.
Penulis : Sabrina Ulfa Aprilia
Editor : Faza Kumala



Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?