Banner Iklan

Cegah Penipuan Digital, Mahasiswa MMD 61 UB Edukasi Ibu PKK Desa Bangsri lewat Metode "Door to Door"

Admin JSN
05 Agustus 2026 • 15.26 WIB
Suasana sosialisasi program 'Bijak Digital Untuk Keluarga' dengan metode door-to-door untuk membekali ibu rumah tangga di Desa Bangsri dari ancaman kejahatan siber.

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM: Kelompok Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 61 Universitas Brawijaya menggelar program kerja bertajuk "Bijak Digital Untuk Keluarga", sebuah sosialisasi pencegahan penipuan digital yang menyasar ibu-ibu PKK di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Kegiatan yang ditanggung jawabi oleh Muhammad Ihsan Al Ayyubi ini dilaksanakan dengan metode door-to-door, menyambangi langsung lima rumah warga.

 Ibu Rumah Tangga, Sasaran Empuk Kejahatan Siber

Program ini lahir dari keprihatinan terhadap tingginya risiko ibu rumah tangga menjadi korban kejahatan siber. Minimnya literasi digital kerap membuat kelompok ini rentan terhadap berbagai modus penipuan yang terus berkembang. Melalui kegiatan ini, mahasiswa MMD 61 berupaya membekali ibu-ibu PKK dengan pengetahuan praktis agar lebih waspada dalam berinteraksi di ruang digital.

Materi yang disampaikan mencakup edukasi mengenai modus-modus penipuan digital terbaru, serta pendampingan teknis penggunaan aplikasi Getcontact untuk membantu mengidentifikasi nomor telepon mencurigakan. Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh Muhammad Ihsan Al Ayyubi selaku pemateri sekaligus pelaksana program.

Pendekatan Santai, Hasil Lebih Terbuka

Berbeda dari sosialisasi konvensional di balai desa yang cenderung kaku dan monoton, program ini mengusung pendekatan yang lebih personal dan santai. Dengan mendatangi rumah warga satu per satu, ibu-ibu PKK terlihat lebih terbuka dalam menceritakan pengalaman pribadi mereka terkait upaya-upaya penipuan yang pernah mereka alami.

Metode ini juga menghadirkan perbedaan signifikan dibanding sosialisasi pada umumnya yang biasanya hanya sebatas membagikan brosur atau modul cetak (media yang mudah tercecer atau terlupakan). Dalam program ini, peserta diajak melakukan aksi nyata berupa instalasi langsung aplikasi Getcontact di ponsel masing-masing.

Hasilnya pun sesuai harapan. Banyak ibu PKK yang mengaku baru mengetahui cara membedakan nomor telepon milik pelaku penipuan dengan nomor asli, sebuah keterampilan sederhana namun krusial di tengah maraknya kasus penipuan berbasis telepon dan pesan singkat.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Program "Bijak Digital Untuk Keluarga" merupakan salah satu wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dan poin ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

Dengan meningkatnya kewaspadaan digital di kalangan ibu-ibu PKK, program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan masyarakat desa terhadap ancaman kejahatan siber yang terus berkembang, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi secara lebih aman dan bijak.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kelompok MMD 61 Universitas Brawijaya di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, yang didukung oleh Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) dan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, Dr. Emy Sudarwasih, S.S., M.Pd.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Cegah Penipuan Digital, Mahasiswa MMD 61 UB Edukasi Ibu PKK Desa Bangsri lewat Metode "Door to Door"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?