Banner Iklan

Bekali petani ilmu baru, Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur KKN 37 bersama BPP Balen adakan pelatihan petani di Desa Mulyorejo

Admin JSN
11 Agustus 2026 • 08.02 WIB

 

Mahasiswa kelompok KKN 37 UPN Veteran Jawa Timur berfoto bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balen, Bojonegoro, dan masyarakat setempat yang mengikuti pelatihan pertanian di Desa Mulyorejo.

BOJONEGORO | JATIMSATUNEWS.COM: Mahasiswa kelompok KKN 37 UPN Veteran Jawa Timur bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Balen, Bojonegoro, menggelar pelatihan pertanian bagi warga Desa Mulyorejo pada Rabu 5 Agustus 2026. Pelatihan yang diikuti sekitar 30 partisipan yang sebagian besar merupakan petani setempat, hal ini bertujuan untuk membekali warga dengan pengetahuan mengenai teknik penanaman yang tepat guna sehingga meningkatkan hasil pertanian di desa tersebut

Kegiatan ini berawal dari keinginan para petani Desa Mulyorejo untuk memperoleh hasil panen yang lebih optimal dan berkualitas dari lahan pertanian yang mereka kelola, di tengah tantangan seperti penurunan produktivitas tanah, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), dan pola pengairan yang belum efisien. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN 37 bersama BPP Balen untuk menghadirkan solusi melalui penerapan konsep Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah, yang mencakup teknologi dasar seperti penggunaan varietas unggul bermutu, pemberian bahan organik, dan pemupukan berimbang, hingga teknologi pilihan seperti pengairan berselang dan panen tepat waktu. Materi disampaikan langsung oleh narasumber dari BPP Kecamatan Balen, Iskak Riyanto, S.P., yang menjelaskan bahwa penerapan pendekatan teknologi PTT ini berpotensi meningkatkan hasil panen hingga 19-24% atau setara dengan satu hingga dua ton per hektar. Pihak BPP Balen menyambut baik kolaborasi tersebut dan berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh petani Desa Mulyorejo demi mewujudkan hasil pertanian yang lebih maksimal dan sempurna. 

"Selama ini lahan pertanian kami sering mengalami penurunan kesuburan tanah dan hasil panen yang tidak stabil, apalagi kalau musim tanam bergeser akibat cuaca yang tidak menentu. Kami juga belum banyak memahami cara pemupukan yang tepat dan pengairan yang efisien. Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap bisa menerapkan ilmu yang diberikan agar hasil panen padi kami bisa lebih maksimal dan berkualitas," Ujar salah satu warga yang mengikuti.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN 37 menawarkan pemanfaatan telur mentah, yakult, dan tetes tebu sebagai bahan utama dalam resep pembuatan pupuk organik cair (POC) untuk meningkatkan hasil panen pertanian. Salah satu anggota BPP, Pak Iskak menjelaskan bahwa kombinasi bahan-bahan tersebut memiliki kandungan nutrisi dan mikroorganisme yang dapat mempercepat pertumbuhan tanaman serta meningkatkan produktivitas hasil panen padi secara alami.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi resep peningkatan hasil panen padi oleh Iskak Riyanto, S.P. dari BPP Kecamatan Balen. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan komposisi dan cara pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar telur mentah, yakult, dan tetes tebu yang dapat diterapkan langsung oleh petani di lahan masing-masing.

Setelah pemaparan materi, mahasiswa KKN 37 kemudian mendemonstrasikan tahapan pembuatan pupuk organik cair tersebut, mulai dari proses pencampuran bahan, takaran yang tepat, hingga cara fermentasi agar larutan dapat terurai dengan sempurna. Para petani juga diberikan penjelasan mengenai proses lanjutan hingga pupuk siap diaplikasikan pada tanaman padi di lahan pertanian mereka.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair ini, seperti telur mentah, yakult, dan tetes tebu, dapat dengan mudah ditemukan di toko-toko terdekat sehingga tidak menyulitkan petani untuk mempraktekkannya secara mandiri di rumah. Suasana pelatihan berlangsung interaktif, para petani tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan, mulai dari penyampaian materi hingga sesi demonstrasi. Banyak petani yang aktif mengajukan pertanyaan terkait takaran bahan, proses pembuatan, hingga cara pengaplikasian pupuk organik cair pada tanaman padi mereka.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN 37 berharap para petani Desa Mulyorejo semakin memahami cara mengolah bahan-bahan sederhana menjadi pupuk organik cair yang bermanfaat untuk meningkatkan hasil panen. Selain menjadi solusi yang murah dan mudah diterapkan, pemanfaatan pupuk organik ini juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan di Desa Mulyorejo, Balen, Bojonegoro.



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Bekali petani ilmu baru, Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur KKN 37 bersama BPP Balen adakan pelatihan petani di Desa Mulyorejo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?