Banner Iklan

Visa PHK 2.600 Karyawan, Pangkas 7% Tenaga Kerja demi Fokus pada AI dan Pembayaran Digital

Anis Hidayatie
28 Juli 2026 • 21.18 WIB

 

Visa memangkas 2.600 karyawan sebagai bagian dari efisiensi perusahaan.
Kantor Visa. Perusahaan memangkas sekitar 2.600 karyawan sebagai bagian dari strategi efisiensi bisnis. Foto: Reuters

ARTIKEL | JATIMSATUNEWS.COM:  Raksasa pembayaran digital global Visa Inc. mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 2.600 karyawan, atau sekitar 7 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat investasi pada layanan pembayaran masa depan.

Keputusan tersebut disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) Ryan McInerney melalui memo internal kepada seluruh karyawan pada 28 Juli 2026, sebagaimana dilaporkan Bloomberg.

Sebagian besar PHK akan berdampak pada tim teknologi dan pengembangan produk, dua divisi yang selama ini menjadi tulang punggung inovasi perusahaan.

"Kami yakin langkah ini merupakan keputusan yang tepat bagi Visa, klien, dan para mitra kami. Efisiensi ini akan memungkinkan kami mengalokasikan kembali investasi ke peluang bisnis dengan potensi pertumbuhan tertinggi," tulis McInerney dalam memo tersebut.

Visa Fokus Investasi ke Pembayaran Digital Masa Depan

Visa berencana mengalihkan investasi ke berbagai sektor yang dinilai memiliki prospek besar, di antaranya:

  • Pembayaran konsumen (Consumer Payments)
  • Pembayaran komersial (Commercial Payments)
  • Solusi perpindahan dana (Money Movement)
  • Stablecoin
  • Pembayaran lintas negara (Cross-Border Payments)
  • Layanan Business-to-Business (B2B)
  • Berbagai layanan bernilai tambah lainnya.

Selain itu, perusahaan juga terus meningkatkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mengurangi pekerjaan yang bersifat repetitif dan mempercepat pengembangan produk.

Meski demikian, sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menjelaskan bahwa penggunaan AI bukan menjadi satu-satunya alasan di balik keputusan PHK massal ini.

Industri Pembayaran Semakin Kompetitif

Visa saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri pembayaran digital global. Sejumlah perusahaan fintech besar juga telah melakukan efisiensi dalam beberapa bulan terakhir, termasuk PayPal Holdings dan Block Inc.

Pada akhir tahun fiskal terakhir, Visa memiliki sekitar 34.100 karyawan, jumlah yang meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan satu dekade lalu.

Menurut McInerney, perusahaan kini memasuki era baru dalam industri perdagangan digital.

"Kami melihat momentum positif melalui kinerja keuangan yang kuat, kepuasan pelanggan, keterlibatan karyawan, serta inovasi yang memungkinkan kami menghadirkan produk dengan lebih cepat dibanding sebelumnya," ujarnya.

Saham Visa Tetap Menguat

Di tengah kebijakan efisiensi tersebut, kinerja saham Visa sepanjang tahun 2026 tetap menunjukkan tren positif.

Hingga penutupan perdagangan 27 Juli 2026, saham Visa tercatat naik sekitar 3,4 persen, sedikit di bawah kenaikan S&P 500 Financials Index yang menguat 3,8 persen.

Keputusan restrukturisasi ini diperkirakan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Visa untuk mempertahankan daya saing di tengah transformasi industri pembayaran global yang semakin dipengaruhi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Sumber: Bloomberg (diolah JatimSatuNews)


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Visa PHK 2.600 Karyawan, Pangkas 7% Tenaga Kerja demi Fokus pada AI dan Pembayaran Digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?