Banner Iklan

UIN Maliki Latih Fatayat Bangun Basis Data UMKM Desa, Jadi Fondasi Hilirisasi Ekonomi Berbasis Komunitas

Admin JSN
12 Juli 2026 | 08.19 WIB Last Updated 2026-07-12T01:19:50Z

 

Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan UMKM Berbasis Teknologi Informasi bagi pengurus Fatayat NU PAC Gondanglegi 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Pengembangan ekonomi desa dinilai tidak cukup hanya membangun kelembagaan seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Ketersediaan data pelaku usaha yang akurat menjadi prasyarat agar program pemberdayaan benar-benar menyasar masyarakat yang menjalankan usaha produktif. Atas dasar itu, tim peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag., bersama dua peneliti dari Universitas Al-Qolam Malang, yakni Dr. Ahmad Fauzi, M.E.I., Ketua Program Studi Manajemen Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Danira Irin Wijayanti, S.E., M.MKMT, dosen Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan UMKM Berbasis Teknologi Informasi bagi pengurus Fatayat NU PAC Gondanglegi dan sejumlah ranting yang diproyeksikan menjadi klaster percontohan. 

Kegiatan Bimtek itu dilaksanakan di White House (Rumah Literasi Digital dan Condrodimoko UMKM). Tempat ini menjadi bengkel pengembangan SDM Prof. Fauzan dalam melaksanakan kegiatan pendampingan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama yang berkiatan dengan pengembangan sosial dan ekonomi 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi penelitian Model Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas dengan Pendekatan Quranic Community Development (QCD) yang sedang dikembangkan di Kecamatan Gondanglegi. Melalui pelatihan itu, para peserta dibekali kemampuan melakukan pendataan digital terhadap toko, warung, dan pelaku usaha mikro yang menjadi binaan Fatayat NU di masing-masing desa.

Menurut Prof. Fauzan, data merupakan fondasi utama dalam membangun sistem ekonomi desa yang efektif dan berkelanjutan. Karena itu, penelitian tidak hanya memetakan jumlah pelaku usaha, tetapi juga menganalisis kesiapan mereka untuk bergabung dalam model pengembangan ekonomi yang dibangun berdasarkan nilai-nilai Al-Qur'an.

"Kami ingin mengetahui bukan hanya siapa yang memiliki usaha, tetapi juga sejauh mana mereka siap menjadi bagian dari ekosistem ekonomi yang dibangun di atas nilai amanah, kejujuran, gotong royong, dan kemaslahatan. Itulah ruh dari Quranic Community Development," ujar Prof. Fauzan.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut berbeda dengan pendataan ekonomi konvensional yang umumnya hanya berorientasi pada aspek administratif.

"Data ini akan menjadi dasar penyusunan kebijakan. Dengan data yang akurat, kita dapat merancang pendampingan, pembiayaan, distribusi, hingga pemasaran sesuai kebutuhan riil masyarakat desa," katanya.

Bagi organisasi Fatayat NU, database tersebut memiliki fungsi strategis yang jauh lebih luas daripada sekadar daftar anggota UMKM. Basis data itu akan menjadi instrumen untuk memetakan persebaran usaha perempuan, mengidentifikasi jenis usaha yang berkembang di setiap desa, mengetahui kebutuhan pelatihan dan pembiayaan, membangun jaringan antarpelaku usaha, serta memudahkan organisasi dalam menyusun program pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran.

Selain bermanfaat bagi organisasi, database itu juga akan menjadi aset informasi bagi pemerintah desa. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah desa dapat memetakan potensi ekonomi lokal, menyusun perencanaan pembangunan berbasis data, menentukan prioritas program pemberdayaan masyarakat, hingga mengevaluasi perkembangan usaha mikro secara berkala.

Dr. Ahmad Fauzi menjelaskan bahwa penggunaan sistem berbasis teknologi informasi akan membuat proses pendataan menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

"Pendataan digital memungkinkan pemerintah desa, Fatayat, maupun tim pendamping memperoleh informasi yang selalu mutakhir. Dengan demikian, setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan kondisi riil, bukan sekadar perkiraan," ujarnya.

Dalam perspektif pengembangan ekonomi berbasis komunitas, Prof. Fauzan menilai database tersebut menjadi kunci utama proses hilirisasi ekonomi desa.

Menurut dia, data UMKM akan memastikan bahwa modal usaha yang digulirkan melalui BUMDes benar-benar diterima oleh masyarakat yang telah memiliki usaha produktif sehingga risiko penyaluran yang tidak tepat sasaran dapat diminimalkan.

"BUMDes tidak lagi menyalurkan pembiayaan berdasarkan asumsi. Semua dilakukan berdasarkan data. Modal diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar ada, aktif, dan memiliki potensi berkembang," katanya.

Di sisi lain, database yang disusun Fatayat juga akan menjadi sumber informasi penting bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dalam menyusun strategi distribusi barang.

Melalui data tersebut, KDMP dapat mengetahui jumlah toko dan warung yang menjadi mitra, jenis barang yang paling banyak dibutuhkan masyarakat, pola permintaan di setiap desa, hingga proyeksi kebutuhan stok barang. Dengan demikian, koperasi tidak perlu menyediakan barang yang kurang diminati pasar sehingga distribusi menjadi lebih efisien.

"Selama ini banyak koperasi mengalami kesulitan karena menjual barang yang belum tentu dibutuhkan masyarakat. Dengan basis data yang dimiliki Fatayat, KDMP dapat mengetahui kebutuhan riil end user. Akibatnya, rantai pasok menjadi lebih efisien, perputaran barang lebih cepat, dan risiko penumpukan stok dapat ditekan," jelas Prof. Fauzan.

Danira Irin Wijayanti menambahkan bahwa pendataan berbasis teknologi informasi juga akan mempermudah proses integrasi antara UMKM, BUMDes, dan KDMP dalam satu sistem ekonomi desa.

"Data yang sama dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak sesuai kewenangannya. Fatayat menggunakannya untuk pendampingan UMKM, pemerintah desa untuk perencanaan pembangunan, BUMDes untuk penyaluran pembiayaan, dan KDMP untuk menyusun distribusi barang. Dengan demikian, semua bergerak berdasarkan data yang sama," ujarnya.

Bagi tim peneliti, pembangunan database UMKM merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan Segitiga Emas Pengembangan Ekonomi Berbasis Komunitas, yakni integrasi BUMDes, KDMP, dan UMKM yang diperkuat oleh nilai-nilai Al-Qur'an. Model tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem ekonomi desa yang tidak hanya produktif dan efisien, tetapi juga adil, partisipatif, dan berkelanjutan.





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • UIN Maliki Latih Fatayat Bangun Basis Data UMKM Desa, Jadi Fondasi Hilirisasi Ekonomi Berbasis Komunitas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now