![]() |
| Foto bersama salah satu pelaku UMKM di desa Randubener (dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT) |
LAMONGAN | JATIMSATUNEWS.COM : Kuliah Kerja Nyata UPN “Veteran” Jawa Timur, kelompok 13 melaksanakan program Optimasi Google Maps kepada usaha mikro, kecil, dan menengah di Desa Randubener pada hari Selasa, 21 Juli 2026. Dalam pelaksanaanya, program ini melibatkan 30 mahasiswa KKN dan 4 pelaku UMKM di Desa Randubener yang belum tercatat secara digital.
Di era digital saat ini, pemanfaatan teknologi digital sangat perlu diberlakukan untuk meningkatkan penjualan. Hal ini selaras dengan pernyataan dari Aprilia Mariyam, penanggung jawab program Optimasi Google Maps UMKM, yakni program ini sangat penting untuk diimplementasikan di Desa Randubener. “Program Optimasi Google Maps di Desa Randubener sangat penting untuk dilaksanakan guna mendukung pelaku usaha dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan penjualan,” ujarnya.
Sebelum diadakannya program ini, para pelaku usaha di Desa Randubener hanya mengandalkan promosi mulut ke mulut (word of mouth) dari warga sekitar, kemudian pengetahuan pelaku usaha dan pemanfaatan terhadap teknologi digital juga masih minim, sehingga pengembangan usaha di desa ini belum maksimal. Oleh karena itu program ini menjadi solusi untuk untuk membantu para pelaku usaha untuk melakukan transformasi digital usaha yang dapat membantu memperluas jangkauan pasar melalui aplikasi Google Maps.
![]() |
| Proses pendampingan dan pengambilan data guna optimalisasi informasi usaha di Google Maps (dok: Kelompok KKN 13 UPNVJT) |
Selanjutnya, proses pendampingan kepada pelaku UMKM dilakukan secara sistematis. Pertama, melakukan perbaikan terhadap informasi usaha, seperti jam operasional toko, hari kerja toko tersebut, dan jenis produk yang dijual oleh toko tersebut. Kedua, penyusunan tampilan produk usaha, ini ditujukan agar produk tersebut lebih menarik di mata konsumen. Ketiga, melakukan pendampingan kepada pelaku usaha terkait pembentukan akun google, yang ditujukan agar informasi yang ditampilkan lebih lengkap, akurat, dan profesional di Google Maps. Keempat, diberikan edukasi mengenai penggunaan nomor bisnis pada Google Maps, ini dilakukan untuk memprioritaskan aspek privasi dan keamanan pelaku usaha sebelum mencantumkan nomor telepon sebagai kontak publik.
Kemudian, empat pelaku usaha yang dibimbing oleh kelompok 13 untuk proses optimisasi informasi usaha di Google Maps diantaranya, Toko Winrabani, Toko Aneka Rasa, Toko Bu Nur, dan Koperasi Desa. Dimana keempat toko tersebut memiliki kesamaan dalam penjualan produknya, yakni berfokus pada produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari yaitu sembako, bumbu dapur, tabung gas, produk perawatan tubuh, dan bensin.
Menurut Winarti, salah satu pelaku UMKM Desa Randubener, mengaku dengan adanya program ini sangat membantu dalam pengembangan usaha miliknya. “Selama ini usaha saya belum terdaftar di Google Maps karena belum ada pihak yang membantu proses pendaftaran maupun pendampingannya, semoga dengan ikut program ini dapet lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
Dengan demikian, program ini dapat menjadi faktor pendorong dalam kemudahan akses dalam pencarian usaha di desa ini, dan diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan.
Reporter: Rahma Alya Hidayah
Penulis: Muhammad Wildan




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?