Foto: Dokumentasi bersama
MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan Yayasan Miftahush Shibyan Bantur Malang sukses menyelenggarakan Workshop “Strengthening Teachers’ Digital Competence and Students’ Communication Skills through AI-Based Learning” puasa, Selasa (21) kemarin. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kompetensi guru menghadapi transformasi pendidikan di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).
Workshop dibuka dengan sambutan dari Kepala Yayasan Miftahush Shibyan, Ketua Program Studi PAI, serta doa bersama sebagai pembuka rangkaian kegiatan. Mengusung konsep pembelajaran yang aplikatif, workshop dibagi ke dalam dua kelas paralel sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih fokus dan interaktif.
Pada Paralel Room I, peserta mendalami pemanfaatan AI dalam pembelajaran melalui berbagai materi inovatif. Benny Afwadzy, M.Ag. mengawali sesi dengan pemanfaatan Artificial Intelligence untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Selanjutnya, Abdul Fattah, M.Th.I. membimbing peserta menyusun perencanaan pembelajaran menggunakan MagicSchool AI, sebuah platform yang membantu guru merancang perangkat ajar secara lebih efektif dan kreatif. Materi kemudian dilanjutkan oleh Ainatul Mardhiyah, M.Cs. yang mengajak peserta merancang game edukasi dan media pembelajaran interaktif berbasis AI, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menarik, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik generasi digital.
Sementara itu, Paralel Room II berfokus pada peningkatan kemampuan Public Speaking siswa sebagai bekal menghadapi tantangan komunikasi global. Para narasumber memberikan berbagai strategi untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan berbicara di depan umum, teknik presentasi yang efektif, serta komunikasi yang persuasif sebagai keterampilan penting bagi generasi masa depan.
Melalui workshop ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai teknologi AI, tetapi juga melakukan praktik langsung sehingga mampu mengimplementasikan berbagai inovasi tersebut dalam pembelajaran di kelas. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi, berbagi pengalaman, hingga simulasi penggunaan berbagai platform berbasis AI.
Workshop ini menegaskan komitmen Program Studi Pendidikan Agama Islam FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai pedagogis dan keislaman. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan, diharapkan lahir para pendidik yang mampu memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijaksana, menciptakan pembelajaran yang kreatif, serta membentuk peserta didik yang komunikatif, inovatif, dan siap bersaing di era global. Transformasi pendidikan dimulai dari guru yang terus belajar, berinovasi, dan berani beradaptasi dengan perubahan zaman.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Apa yang Anda pikirkan?