Banner Iklan

Tingkatkan Kualitas Lulusan, FITK UIN Malang Cetak Generasi Pengajar Al-Qur'an Metode UMMI

M. Kholilur Rohman
24 Juli 2026 | 05.50 WIB Last Updated 2026-07-23T22:50:26Z

 

Foto: Dokumentasi bersama 

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Laboratorium Al-Qur’an dan Sains Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bekerja sama dengan UMMI Kota Malang sukses menyelenggarakan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode UMMI Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin–Rabu, 20–22 Juli 2026, dengan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program stu tabur meradi di lingkungan FITK.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen fakultas dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kemampuan mengajar Al-Qur’an sesuai standar Metode UMMI.

Program sertifikasi ini merupakan tindak lanjut dari pembinaan tahsin yang selama ini dilaksanakan oleh Laboratorium Al-Qur’an dan Sains FITK. Melalui kolaborasi dengan UMMI Kota Malang, peserta memperoleh pembinaan intensif, evaluasi bacaan Al-Qur’an, serta praktik mengajar yang mengacu pada standar mutu guru Al-Qur’an Metode UMMI.

Foto: Arahan Dekan FITK UIN Malang

Pada acara penuutupan sertifikasi UMMI, Dekan FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A, menyampaikan bahwa kemampuan mengajar Al-Qur’an saat ini menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di masyarakat, bahkan hingga tingkat internasional. Menurut beliau, FITK terus berupaya membuka peluang dan mempersiapkan mahasiswanya agar mampu bersaing di dunia kerja.

“FITK selalu berupaya membuka akses dan peluang kerja bagi para lulusannya, termasuk peluang menjadi guru Al-Qur’an. Bahkan saat ini terdapat kebutuhan guru mengaji hingga ke Jepang. Karena itu, FITK mendukung penuh berbagai program peningkatan kompetensi seperti sertifikasi Metode UMMI agar mahasiswa memiliki bekal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja”. Ujar Beliau.

Beliau juga menjelaskan bahwa kerja sama dengan UMMI Kota Malang bukan hanya bertujuan memberikan sertifikat kompetensi, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian fakultas terhadap kualitas lulusan. Berdasarkan hasil evaluasi di lapangan, masih ditemukan mahasiswa yang telah aktif mengajar mengaji, namun kemampuan membaca Al-Qur’annya belum memenuhi standar yang diharapkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Laboratorium Al-Qur’an dan Sains menghadirkan program sertifikasi ini sebagai wadah pembinaan sekaligus standarisasi kompetensi.

Di sisi lain, Prof. Walid mengungkapkan bahwa FITK merupakan fakultas dengan jumlah mahasiswa yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an paling banyak dibandingkan fakultas lain di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Potensi besar tersebut perlu terus dibina agar tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga mampu mengajarkannya secara profesional menggunakan metode yang telah teruji.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai tahapan sertifikasi, mulai dari penguatan tahsin Al-Qur’an, evaluasi makharijul huruf, penerapan hukum tajwid, kelancaran membaca secara tartil, penguasaan metodologi pembelajaran Metode UMMI, hingga praktik mengajar. Seluruh proses dipandu oleh trainer dan penguji dari UMMI Kota Malang yang berpengalaman dalam pembinaan guru Al-Qur’an di berbagai lembaga pendidikan.

Ketua Laboratorium Al-Qur’an dan Sains FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. Hj. Fitratul Uyun, M.Pd, menyampaikan bahwa sertifikasi ini merupakan bagian dari upaya laboratorium dalam mendukung visi FITK untuk mencetak lulusan yang profesional, religius, dan memiliki daya saing. Selain memperoleh sertifikat kompetensi, peserta juga mendapatkan pengalaman belajar yang aplikatif sehingga lebih siap ketika terjun sebagai pendidik Al-Qur’an di sekolah, madrasah, TPQ, pesantren, maupun lembaga pendidikan lainnya.

Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari pembinaan bacaan, simulasi pembelajaran, hingga ujian sertifikasi. Interaksi aktif antara peserta dan trainer menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus menjadi sarana refleksi untuk terus meningkatkan kualitas diri sebagai calon guru Al-Qur’an.

Melalui penyelenggaraan Sertifikasi Guru Al-Qur’an Metode UMMI Tahun 2026, Laboratorium Sains dan Al-Qur’an FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama UMMI Kota Malang berharap dapat melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi Al-Qur’an yang terstandar, siap menjawab kebutuhan masyarakat serta mampu berkontribusi dalam mencetak generasi Qur’ani. Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam memperkuat mutu pendidikan Al-Qur’an sekaligus memperluas peluang karier mahasiswa FITK di tingkat nasional maupun internasional.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tingkatkan Kualitas Lulusan, FITK UIN Malang Cetak Generasi Pengajar Al-Qur'an Metode UMMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now