Banner Iklan

Tim Pakar UB Gandeng Disdagrin Manggarai Barat, Siap Naikkan Kelas IKM Lewat Inovasi Berkelanjutan

Admin JSN
28 Juli 2026 • 19.40 WIB
Tim Center of Excellence Universitas Brawijaya bersama jajaran Disdagrin Manggarai Barat resmi menjalin komunikasi strategis untuk mendongkrak daya saing IKM daerah.

LABUAN BAJO| JATIMSATUNEWS.COM: Langkah progresif untuk mendongkrak daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus dilakukan. Pada Selasa (28/7/2026), Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Manggarai Barat resmi menjalin komunikasi strategis dengan tim Center of Excellence Community-Based Sustainable Agroindustry (CoE CBSA), Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB).

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan titik tolak sinergi "keren" antara akademisi dan pemerintah daerah. Tujuannya satu: menyulap potensi lokal Manggarai Barat menjadi produk unggulan berdaya saing tinggi melalui riset, teknologi tepat guna, dan hilirisasi yang berkelanjutan.

Kepala Disdagrin Kabupaten Manggarai Barat menyambut antusias inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa transformasi sektor industri tidak bisa lagi hanya mengandalkan bantuan alat atau pelatihan singkat yang minim tindak lanjut.

'Kolaborasi dengan Universitas Brawijaya diharapkan menghasilkan program yang berbasis data, riset, inovasi, dan kebutuhan nyata masyarakat. Kerja sama ini harus memberikan manfaat langsung bagi pelaku IKM, meningkatkan nilai tambah produk lokal, membuka peluang usaha, serta memperkuat perekonomian masyarakat Manggarai Barat,” tegas Kepala Disdagrin.

Menjembatani Riset Kampus dan Kebutuhan Desa

Sebagai pusat unggulan di bidang agroindustri berkelanjutan, CoE CBSA FTAB UB tidak ingin hasil risetnya hanya berdebu di perpustakaan atau sekadar menjadi jurnal ilmiah.

Ketua CoE CBSA FTAB UB, Dr. Dodyk Pranowo, S.TP., M.Si., memastikan bahwa kampus harus turun gunung memberikan solusi nyata yang aplikatif bagi masyarakat luas.

“Kami meyakini bahwa inovasi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar ketika mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berupa transfer teknologi, tetapi juga pendampingan yang berkelanjutan agar inovasi benar-benar dapat diadopsi dan berkembang secara mandiri,” ungkap Dr. Dodyk.

Menurutnya, Manggarai Barat adalah "surga" potensi yang belum digarap maksimal. Sektor pertanian, perikanan, peternakan, hingga pariwisata super prioritas di daerah ini sangat membutuhkan sokongan industri lokal yang kuat dan berstandar tinggi.

Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Sirkular

Dalam pertemuan tersebut, tim UB juga membeberkan peta jalan pengembangan unggulan periode 2026–2030. Fokus utamanya bukan lagi sekadar memproduksi bahan mentah, tetapi mengolahnya menjadi produk bernilai tambah.

Fokus kolaborasi ini mencakup banyak aspek strategis, antara lain:

  1. Pengolahan Pangan & Diversifikasi: Meningkatkan kualitas produk UMKM agar siap bersaing di pasar nasional maupun pariwisata.
  2. Legalitas & Keamanan Pangan: Fasilitasi sertifikasi dan standarisasi mutu.
  3. Ekonomi Sirkular: Pemanfaatan limbah pertanian, perikanan, dan perhotelan menjadi bahan baku baru bernilai ekonomi.
  4. Digitalisasi & Branding: Membantu IKM memasarkan produk dengan desain kemasan menarik dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Langkah ini juga sangat sejalan dengan Program SINERGI (Skema Hilirisasi Riset Berbasis Transfer Teknologi Terintegrasi) yang mendorong agar riset kampus bisa langsung dieksekusi menjadi model bisnis yang menguntungkan warga.

"Mama Tangguh Bajo" dan "Bajo Teknoaktif" Jadi Andalan

Sebagai langkah awal yang konkret, kedua belah pihak telah merancang dua kandidat program prioritas unggulan yang akan segera dieksekusi di lapangan:

 1. Program "Mama Tangguh Bajo"

   Sebuah terobosan inovasi sosial berupa biokonversi maggot yang digerakkan oleh para perempuan. Program ini fokus mengelola limbah organik Labuan Bajo menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus menambah pemasukan dapur keluarga.

 2. Program "Bajo Teknoaktif"

   Fokus pada revitalisasi teknologi tepat guna. Program ini dirancang untuk memaksimalkan alat dan teknologi yang sudah ada agar produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk IKM makin melesat tajam.

Melalui sinergi jangka panjang ini, Universitas Brawijaya dan Pemkab Manggarai Barat berharap dapat melahirkan ekosistem agroindustri yang inovatif, inklusif, dan ramah lingkungan, sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tim Pakar UB Gandeng Disdagrin Manggarai Barat, Siap Naikkan Kelas IKM Lewat Inovasi Berkelanjutan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?