Banner Iklan

Tembus Kancah Global! UMM Lepas 56 Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Negara

Admin JSN
18 Juli 2026 | 14.25 WIB Last Updated 2026-07-18T07:26:53Z

 

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd. bersama para dosen melepas 56 mahasiswa secara resmi untuk mengabdi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di tiga negara, yakni Thailand, Taiwan, dan Malaysia.

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Sebanyak 56 mahasiswa secara resmi dilepas untuk mengabdi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di tiga negara, yakni Thailand, Taiwan, dan Malaysia.

Pelepasan puluhan pahlawan akademik ini dilangsungkan pada Jumat (17/7/2026). Rencananya, mereka akan mulai bertolak menuju negara tujuan pada 21 Juli mendatang, dengan fokus wilayah Malaysia mencakup Penang dan Selangor.

Selama 25 hari ke depan, para mahasiswa UMM ini tidak sekadar memindahkan lokasi belajar. Mereka memikul misi penting: berkolaborasi dengan perguruan tinggi mitra, warga lokal, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memberdayakan masyarakat setempat sekaligus memperkuat diplomasi bangsa.

Kepala Divisi Pengabdian Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Dr. Arina Restian, M.Pd., menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata UMM sebagai kampus yang berdampak luas. Mahasiswa diterjunkan sebagai agen perubahan yang membawa inovasi solutif.

"Mahasiswa di sana menjadi bagian dari diplomasi Indonesia melalui penerapan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat," tegas Arina.

Demi kelancaran misi tersebut, UMM memberikan support system secara totalitas. Dukungan itu mencakup akomodasi, pendampingan intensif, hingga penjajakan koneksi dengan KBRI dan universitas mitra. Fasilitas ini didesain tidak hanya untuk menyukseskan program KKN, tetapi juga sebagai karpet merah bagi mahasiswa yang ingin membangun jejaring karier atau studi lanjut di luar negeri.

Pendidikan Tak Boleh Terkurung di Ruang Kelas

Senada dengan hal itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya menerobos batas-batas ruang kuliah tradisional. Menurutnya, perguruan tinggi wajib menghadapkan mahasiswanya pada persoalan riil di tengah masyarakat global agar ilmu yang didapat benar-benar aplikatif.

"Modal terpenting dalam KKN Internasional adalah kemampuan berkomunikasi lintas budaya. Ketika mampu memahami kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia, mahasiswa akan menjadi pribadi yang lebih adaptif, lebih terbuka terhadap perubahan, serta memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menghadapi berbagai persoalan," urai Prof. Nazar.

Bagi orang nomor satu di UMM tersebut, pengalaman berinteraksi langsung dengan keragaman budaya internasional adalah bekal paling mahal. Di era kompetisi dunia kerja yang kian bengis, kelincahan beradaptasi dan komunikasi lintas budaya menjadi kunci utama.

Melalui gebrakan KKN Internasional ini, Prof. Nazar optimistis UMM akan terus menetaskan lulusan-lulusan unggul. Bukan sekadar cerdas secara akademik, melainkan sosok berwawasan global yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan mampu menciptakan dampak nyata bagi dunia internasional.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tembus Kancah Global! UMM Lepas 56 Mahasiswa KKN Internasional ke Tiga Negara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now