Banner Iklan

Sentil Kampus Usang Penyumbang 1,1 Juta Sarjana Nganggur, Wamen Diktisaintek Desak Transformasi di Bootcamp UMM

Admin JSN
18 Juli 2026 | 14.25 WIB Last Updated 2026-07-18T07:26:58Z

 

Prof. Fauzan membuka secara resmi Studentpreneur Bootcamp 2026 MCEBI PTMA di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) 

MALANG| JATIMSATUNEWS.COM: Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan kritik tajam terhadap sistem tata kelola perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai banyak kampus masih terjebak pada manajemen abad ke-20 yang usang dan lambat beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Kritik tersebut dilontarkan Prof. Fauzan saat membuka secara resmi Studentpreneur Bootcamp 2026 MCEBI PTMA di Aula GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pendidikan tinggi nasional saat ini tengah dikepung oleh tiga tantangan krusial: problematika mutu, akses, dan relevansi. Keengganan kampus untuk bertransformasi dan membaca dinamika sosial sebagai referensi kurikulum dinilai berakibat fatal.

"Perguruan tinggi di Indonesia itu masih menggunakan cara-cara atau manajemen pengelolaannya menggunakan abad 20. Satu sisi, kita ini sudah masuk di abad 21," tegas Fauzan di hadapan para peserta.

Akibat dari lambatnya adaptasi tersebut, perguruan tinggi gagal membekali mahasiswa dengan keahlian spesifik. Lulusan yang dihasilkan hanya memiliki keterampilan generik sehingga berujung pada mismatch (ketidaksesuaian) dengan kebutuhan industri.

"Sehingga yang terjadi adalah banyaknya mismatch. Di tahun 2025 saja, itu ada 1,1 juta alumni atau sarjana yang belum memperoleh pekerjaan setelah diidentifikasi, karena memang peran-peran generik yang dia miliki," bebernya.

Dorong Kolaborasi Lintas Sektor dan Apresiasi UMM

Guna meretas krisis relevansi ini, Wamen Diktisaintek mendesak seluruh perguruan tinggi untuk berani keluar dari zona nyaman. Ia menekankan bahwa keberlanjutan sebuah institusi pendidikan sangat bergantung pada ekosistem kolaborasi.

Ia pun secara khusus memberikan apresiasi kepada tuan rumah, UMM, atas terobosan program Center of Excellence (CoE). Kelas profesional yang menggandeng langsung perusahaan besar tersebut dinilai sebagai langkah konkret mencetak lulusan yang tidak sekadar "siap dilatih", melainkan benar-benar "siap kerja".

"Dalam teori sustainability kampus, itu hanya bisa dilakukan jika kampus bekerja sama atau berkolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan dunia industri. Kalau tiga hal ini berkolaborasi, selesai masalah bangsa ini," paparnya.

Mahasiswa Harus Punya Mental Petarung

Tak hanya menyoroti kelembagaan, Prof. Fauzan juga memompa semangat para mahasiswa. Ia menceritakan kisah masa lalunya yang penuh keterbatasan finansial hingga harus rela bekerja serabutan. Baginya, pengalaman itu adalah tempaan untuk memaksimalkan fungsi otak kanan yang identik dengan daya juang tinggi.

"Saya meyakini Saudara masuk di sini ini tidak banyak menggunakan otak kiri, tetapi lebih banyak menggunakan otak kanan. Artinya, sama sekali tidak ingin dikasihani, tetapi ingin membangun survivability kehidupannya supaya bisa mandiri," terangnya.

Menutup arahannya, ia berpesan agar mahasiswa membuang jauh-jauh pola pikir minimalis agar tidak menambah daftar panjang pengangguran intelektual di Indonesia.

"Tanamkan mental Saudara adalah mental maksimalis. Pupuk kerja keras, tidak mudah menyerah kapan dan di mana saja. Sarjana yang pola berpikirnya biasa-biasa saja itu mendominasi jumlahnya," pungkasnya.

Melalui Studentpreneur Bootcamp 2026 ini, diharapkan tercipta batu loncatan yang konkret untuk mewujudkan University Enterprise Ecosystem yang kokoh. Gelaran ini didorong agar tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi menjadi jalan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk terus membawa generasi muda menuju kompetensi yang mencerahkan, selaras dengan semangat Minadzulumati ilan Nuur.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sentil Kampus Usang Penyumbang 1,1 Juta Sarjana Nganggur, Wamen Diktisaintek Desak Transformasi di Bootcamp UMM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now