Banner Iklan

Pemkab Malang Siapkan Kolaborasi Triple Helix Penguatan KDMP, UIN Malang dan DBMWork Sepakati Program Pendampingan 47 Desa

Admin JSN
11 Juli 2026 | 07.29 WIB Last Updated 2026-07-11T00:29:25Z

 

Menindaklanjuti arahan Bupati, tim peneliti UIN Malang dan perwakilan Satgas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP) menggelar pertemuan dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepanjen

MALANG | JATIMSATUNEW.COM: Arahan Bupati Malang agar hasil riset perguruan tinggi segera diterjemahkan ke dalam langkah implementatif mulai ditindaklanjuti. Tim peneliti UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dipimpin Prof. Dr. M. Fauzan Zenrif, M.Ag. bersama Oetomo Sapto Amien (Bung Tomo), GM Regional DBMWork Solusi Indonesia sekaligus Ketua Satgas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KD/KMP), menggelar pertemuan dengan jajaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang di Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kepanjen.

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari audiensi dengan Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., yang sebelumnya meminta agar konsep penguatan Koperasi Desa Merah Putih dibahas secara teknis bersama perangkat daerah yang membidangi koperasi.

Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang menerima langsung rombongan tim peneliti bersama Bung Tomo. Turut mendampingi dua pejabat di lingkungan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro yang membidangi pemberdayaan koperasi. 

Prof. Fauzan mengatakan, pembahasan tidak lagi berada pada tataran konseptual, melainkan telah memasuki tahap penyusunan skema implementasi hasil penelitian.

"Kami bersyukur karena setelah mendapat dukungan Bupati, Dinas Koperasi merespons sangat positif. Fokus pembahasan kali ini adalah bagaimana hasil penelitian dapat diterapkan secara bertahap melalui kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat," ujarnya.

Salah satu kesepakatan penting yang dihasilkan adalah pembentukan pola kerja triple helix, yaitu sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam memperkuat tata kelola Koperasi Desa Merah Putih.

Dalam skema tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan lokasi pertemuan sekaligus mengundang 40 kepala desa beserta ketua KDMP yang telah aktif beroperasi. Jumlah itu akan diperkuat dengan tujuh kepala desa dan tujuh ketua KDMP dari klaster Gondanglegi yang selama ini menjadi lokasi penelitian pengembangan model kawasan ekonomi terpadu.

Selain unsur pemerintah desa dan koperasi, forum juga akan melibatkan Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang beserta jajaran PAC Fatayat se-Kabupaten Malang. Organisasi perempuan tersebut diproyeksikan menjadi pendamping UMKM dalam proses produksi, pengolahan, dan hilirisasi produk desa.

Menurut Prof. Fauzan, keterlibatan Fatayat merupakan bagian dari desain Segitiga Emas yang dikembangkan melalui pendekatan Quranic Community Development (QCD).

"Dalam model yang kami bangun, BUMDes mengelola aset dan investasi, KDMP menjadi agregator dan distributor, sedangkan UMKM yang didampingi Fatayat menjadi pelaksana teknis. Kolaborasi inilah yang menjaga keberlanjutan ekosistem ekonomi desa," katanya.

Di sisi lain, DBMWork Solusi Indonesia mengambil peran pada aspek digitalisasi kelembagaan. Bung Tomo menyatakan pihaknya siap menyediakan perangkat komputer lengkap beserta sistem aplikasi yang dibutuhkan untuk diterapkan di 47 desa peserta program.

Tidak hanya menyediakan perangkat, DBMWork juga akan menurunkan tim pelatih yang bertugas mendampingi aparatur desa, pengurus koperasi, dan operator dalam mengoperasikan sistem tersebut.

"Digitalisasi menjadi kebutuhan agar pengelolaan koperasi semakin transparan, akuntabel, dan mudah dipantau. Kami tidak hanya membawa perangkat, tetapi juga sistem dan tim pendamping agar desa mampu mengoperasikannya secara mandiri," kata Bung Tomo.

Menurutnya, sistem digital tersebut akan mendukung pendataan anggota, pengelolaan transaksi, pemetaan aset desa, hingga monitoring perkembangan usaha koperasi secara lebih terintegrasi.

Bagi Prof. Fauzan, kerja sama ini merupakan contoh konkret bagaimana hasil riset perguruan tinggi dapat dipertemukan dengan teknologi dan dukungan pemerintah daerah.

"Kampus menghasilkan model dan rekomendasi kebijakan, pemerintah menghadirkan dukungan regulasi serta fasilitasi, sedangkan dunia usaha memperkuat implementasi melalui teknologi. Kolaborasi seperti inilah yang kami harapkan dapat mempercepat penguatan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malang," ujarnya.

Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, program tersebut akan menjadi salah satu model pendampingan terpadu bagi pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Malang, dengan mengintegrasikan hasil riset akademik, dukungan pemerintah daerah, serta inovasi teknologi dari dunia usaha.





Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pemkab Malang Siapkan Kolaborasi Triple Helix Penguatan KDMP, UIN Malang dan DBMWork Sepakati Program Pendampingan 47 Desa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa yang Anda pikirkan?

Trending Now